remastering Nagabonar

May 11, 2008 § Leave a comment


Nasionalisme dan patritisme merupakan prinsip individu yang mencintai tanah air, dan didukung dengan tingkah laku yang mendukung kecintaan tersebut. Lama kita tidak mendengar dua hal tersebut didengungkan. Mei tahun ini Indonesia merayakan (kalau boleh disebut begitu) seabad kebangkitan nasional. Maka selayaknyalah kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia, dan saya sebagai bagian dari generasi muda, melakukan perenungan. Apa yang telah saya lakukan, apa yang  telah anda lakukan, apa yang telah kita lakukan untuk bangsa Indonesia. Sebagai sebuah bangsa yang besar, kita punya lagu kebangsaan Indonesia Raya, punya Sang Saka Merah Putih, punya Bahasa Indonesia, punya Bhinneka Tunggal Ika, kita pun punya Pancasila. Masihkah kita sebagai sebuah bangsa mengingat apa yang kita punya tersebut? Mungkin iya, mungkin tidak.

Film, saat ini, boleh dibilang sebuah media yang mampu mempengaruhi cara berfikir, cara pandang, dan lifestyle seseorang atau bahkan banyak orang. Film juga merupakan media yang patut dihargai sebagai aset bangsa, bagian dari sejarah perjalanan sebuah bangsa. Hj. Dedy Mizwar merupakan salah satu tokoh perfilman Indonesia yang menurut saya, memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi. Didalam filmnya, Nagabonar dan sequelnya, selalu ada pesan moral yang mengandung nilai-nilai patriotisme. Ada pengadegan upacara sederhana yang menggetarkan di tengah kampung yang berada di metropolitan jakarta, atau adegan Nagabonar bergelantungan di patung Jenderal Soedirman sambil berusaha menurunkan tangan sang Jenderal yang dalam posisi hormat, dan banyak adegan lain yang memancing getaran hati ketika menyaksikannya. Ada kekuatan yang besar yang timbul seketika kita menonton film tersebut. Entah haru, entah ‘terbangun’ dari sadar, entah perasaan apa yang merasuki pikiran dan hati ketika menonton film tersebut. Saya sendiri menyaksikan Nagabonar jadi 2 (sequel) empat kali di bioskop, kemudian saya mencari film pertamanya (Nagabonar) di tempat rental vcd. Kedua film tersebut bernuansa humor namun dilain sisi juga mampu menyentuh hati dan kesadaran kita sebagai bagian dari bangsa.

Saya tidak akan mereview kedua film tersebut. Tapi saya ingin bertanya pada diri sendiri dan anda. Akankah kita bangkit kembali sebagai sebuah bangsa yang besar? Yang punya tanah air yang penuh limpahan rizki dariNya. Sudahkah kita menggunakan hati kita dalam berbangsa dan bertanah air? Atau mungkin selama ini, kita hanya menjadi bagian dari Indonesia karena kebetulan saja Ibu dan Bapak kita yang orang Indonesia?

Banyak hal yang wajib kita lakukan untuk bangsa Indonesia? Banyak tugas yang harus kita kerjakan untuk memperbaiki Indonesia?

Sejak tanggal 8 Mei yang lalu, film legendaris Nagabonar diputar kembali di bioskop. Hj. Deddy Mizwar mengangkatnya dengan menambahkan judulnya dengan kata “Melihat Indonesia dengan Hati”. Film ini sangat layak untuk kita tonton, sebagai generasi muda.

Ingat kata Bung Karno, “JAS MERAH(Jangan Engkau Sekali-kali Melupakan Sejarah).”

Bangkit Indonesiaku!

About these ads

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading remastering Nagabonar at Aditya Sani.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,601 other followers

%d bloggers like this: