dicari : intelektual organik
July 17, 2008 § 13 Comments
:: tempora mutantur, et nos mutamur in illis (waktu berubah dan kita berubah didalamnya) ::
Indonesia membutuhkan banyak Intelektual organik, untuk menggerakkan bangsa dan menantang globalisasi, dengan kriteria sebagai berikut :
1. sigap dan cepat tanggap, karena globalisasi merupakan survival of the fastest, bukan lagi survival of the fittest;
2. memiliki kesadaran kritis, bukan kesadaran naif;
3. tidak menyukai model kebijakan top-down, dan lebih senang bergerak dari akar rumput (model kebijakan bottom-up), demi input kebijakan yang sesuai;
4. senang berkutat dengan perubahan (mengacu pada kriteria no.1);
5. mampu menjaga kemandirian;
6. tidak mudah dikooptasi oleh kekuasaan;
7. kreatif (mengacu pada Ubermensch-nya Nietschze);
8. peduli pada 34 juta penduduk yang miskin di Indonesia (ketujuh kriteria diatas merupakan tambahan dari poin ini).
Bila anda merasa memiliki kriteria tsb diatas, mari kita berdiskusi disini.
Tabik!
untuk bikin rezim?
[...] Tuh. Sanah jawab si Adit disinih.. [...]
Start gajinya mulai dari berapa? Trus tunjangan dan remunerasi lainnya apa aja? Ada pensiun dan kesempatan disekolahkan lagi nggak?
*ditabok*
tika benar, untuk bikin rezim. intelektual organik –istilahnya gramsci– memang merujuk pada intelektual yg mau terlibat pada perubahan, termasuk dg terlibat pada gerakan politik, jika mungkin partai politik. bikin rezim, memang. tapi rezim yang revolusioner.
kalo syaratnya kudu uebermensch, salah-salah bisa lahir hitler, dong!
Kukira intelektual organik itu adalah intelektual yang pake pupuk kandang dan ngga pake pestisida…
*puyeng*
nggak, nggak, saya nggak ngerasa … *kaboor*
hmm..udh fix ya itu mas kriterianya.. gk bisa kurang lagi? seperti kata Po kung fu panda: Prepare for Awesomeness!!yihaaa
mungkin kritik :
8. peduli pada 34 juta penduduk yang miskin di Indonesia (ketujuh kriteria diatas merupakan tambahan dari poin ini).
dibutuhkan juga yang peduli pada sisanya yang memiliki modal. Walo ada kriteria 2, 3 dan 6, tetapi juga dibutuhkan intelektual yang mampu memantau pergerakan modal, politik dan kekuasaan.
Sekedar sadar dan kritis tidak cukup.
sori..
tepatnya memantau dan mengelola (mungkin)..
ok dech , lalu nyang kita diskusiin soal apa dulu ya ??
Hitler yang tidak fasis kayaknya ga layak menyandang julukan Hitler Dit.
luar biasa kategorisasi Bung Adit…
itu lho non yg makannya slalu pake beras organik