Saya menemukan sebuah notes di akun fb milik seorang teman, Dita Ramadhani, yang ditulis untuk beberapa orang sahabatnya. Begini bunyi notes tersebut:
—
jika jarak bisa digulung
seperti senar layang-layang
akan kutarik kau biar kering sudah darah itu terbawa burung jalak entah ke mana
mungkin ke penantian sudut mimpi
kuberi napas di kantung waktumu
seraya memandangi jarum berdetak menguap pagi pergi
ini mimpi episode sembilan sembari menenung benang-benang kulitmu
menyulam regangan waktu yang berserakan bersama kerang putih seputih kulit indahmu
bentangkan jadi selimut malam bersulur biru dimana engkau terpejam dalam hitam
mana memar yang lukai hatimu
di sini jantungku sesak menghitung helai rambut sang malam
serta bintang di sapuan angkasa
kita belum bisa berkata, belum sekarang, tidak sekarang atau mungkin tidak akan
jika jarak bisa digulung
akan kutarik kau dari hutan pinus yang sesatkan arti jelaga
kukeringkan danau agar engkau tak lagi wajib bercermin dan kura kura enggan menyapihmu dalam dahaga
kubebaskan dirimu tanpa kata kata
tanpa ajian membelah bianglala
hanya pelukan dari jemari berpeluh yang rindu air matamu dan kamu
serta kata maaf yang dulu diajarkan orangtua kita tanpa lekukan ombak seperti di salah satu lukisan hitam putihmu
begitu sederhana, begitu saja
salam sayang,
dita
—
Mata saya basah mbaca notes nya.
Ah emang dasar mellow!
Kalo kamu? :p


[...] This post was mentioned on Twitter by Dita Ramadhani, indonesiasatu. indonesiasatu said: jika jarak bisa digulung: Saya menemukan sebuah notes di akun fb milik seorang teman, Dita Ramadhani, yang ditulis … http://bit.ly/7F0myP [...]
dan ketika jarak telah digulung seperti layang-layang
apakah mau disimpan di kolong lemari ato kolong tempat tidur maz? he he… becanda….