Archive for the ‘Kliping’ Category

Post

lukisan pagi

In Kliping on November 16, 2009 by aditya sani

bulan terangi malam, diam s’ribu bahasa. menanti sepercik harapan, dalam khayalan. fajar yang berkilau, datang membuka hari. sinarmu memberi harapan yang bersahaja.

lihatlah warna pada cahaya menjadi lukisan pagi. bukalah renda agar cahaya, sinari damainya arti kehidupan.

sinarmu memberi harapan yang bersahaja

dengarlah suara dari sanubari menuntun arah yang pasti. sejauh batas pandangan mata, sedalam hati mencari kedamaian.

~tohpati

Post

Enrique Penalosa: Transportasi di Jakarta Mirip Penyakit Kanker

In Kliping, indonesiana, jakarta, sepeda, sosial, travelling on November 12, 2009 by aditya sani

Sebagai Walikota Bogota periode 1998-2001, Enrique Penalosa sukses membawa perubahan pada layanan transportasi publik dengan memperkenalkan konsep jaringan bus jalur cepat (Bus Rapid Transportation/BRT).

Diresmikan pada 2002, sistem bernama Trans Millenio ini secara signifikan bisa menekan tingkat kemacetan lalu lintas sekaligus mampu menyediakan kebutuhan transportasi umum yang cepat di ibu kota Kolombia itu.

Trans Millenio yang diperkenalkan Penalosa itu kini mengilhami banyak pemerintah kota di manca negara, termasuk DKI Jakarta, yang pada 2004 lalu membangun layanan bus jalur cepat yang populer disebut dengan Busway.

Selama memerintah Bogota, Penalosa pun menerapkan sejumlah aturan yang radikal, diantaranya adalah menutup jalan-jalan protokol setiap hari Minggu selama beberapa jam bagi kendaraan bermotor pribadi. Tujuannya untuk memberi kesempatan bagi warga untuk berekreasi, berolahraga, dan bersepeda di jalan-jalan utama mengingat terbatasnya ruang terbuka untuk publik di Bogota.

Pensiun sebagai walikota, Penalosa kini bekerja sebagai konsultan di bidang visi pembangunan kota. Dia berkeliling ke manca negara untuk memperkenalkan konsep pembangunan kota yang manusiawi, yang memperhatikan warga dari semua lapisan.

Saat berkunjung ke Jakarta awal pekan ini, Penalosa diundang sebagai panelis dalam suatu diskusi yang membicarakan pembangunan transportasi kota.

Di sela-sela kegiatannya di Jakarta, mantan walikota kelahiran Washington DC itu menerima dua wartawan VIVAnews, Anda Nurlaila dan Pipiet Tri Noorastuti, untuk mengungkapkan kesan-kesannya mengenai pembangunan transportasi massal di Jakarta.

Berikut petikan wawancara Penalosa.

Mengapa transportasi publik penting bagi suatu kota?

Setiap warga negara berhak mendapat transportasi. Transportasi bagi semua warga negara adalah simbol demokrasi. Sebanyak 30.000 sepeda sama pentingnya dengan 30.000 mobil. Penting untuk menciptakan jalur untuk semua warga, pengguna sepeda, pejalan kaki dan pengguna mobil.

Bagaimana Anda melihat transportasi di Jakarta?

Di Jakarta orang merasa malu menggunakan sepeda karena dianggap hanya transportasi untuk orang miskin. Kalau ada jalur sepeda yang nyaman masyarakat punya pilihan akan transportasi. Sebanyak 35 persen pendapatan masyarakat habis untuk transportasi.

Transportasi publik seharusnya bisa berguna untuk kesejahteraan. Jalan harus memiliki ruang bagi para penggunanya, pejalan kaki, sepeda, bus dan mobil. Harus ada keinginan politik yang kuat dari pemerintah, bukan sekedar teknis.

Bagaimana menciptakannya?

Harus dari sistem. Orang harus dipaksa untuk melaksanakannya. Sekarang semua orang punya kendaraan dan mereka pergi ke ke tempat kerja, pusat perbelanjaan, pusat kota. Akhirnya padatnya kendaraan membuat keadaan tidak nyaman dan membuat kemacetan.

Di negara maju, orang berjalan dari rumah dan menuju kantor beberapa blok. Di negara maju tidak ada pusat belanja di tengah kota karena membuat kota menjadi tidak nyaman dan semua orang lebih enak menggunakan pejalan kaki. Tetapi di negara seperti Indonesia dan Kolombia dan negara-negara terbelakang, pusat kota menjadi tidak teratur dan perbelanjaan terletak di tengah-tengah.

Bagaimana pendapat Anda mengenai pembangunan transportasi publik di Jakarta, seperti busway (BRT) dan kereta bawah tanah (MRT)?

Pengembangan transportasi umum bisa dilakukan dengan banyak cara. Mengembangkan subway maupun busway sama-sama baik. Tetapi yang dipertimbangkan adalah investasi. DKI Jakarta merencanakan US$ 900 juta untuk membangun subway sepanjang 14 km. Sedangkan investasi untuk Busway US$ 5 juta, itu sudah termasuk konsultan, manajerial, kontrak, operator, base elekrotnik kartu dan legal konsultan. Dengan nilai yang sama, US$900 juta, maka bisa membangun 180 km jalur BRT.

Tapi BRT tampaknya tidak mengurangi kemacetan. Menurut Anda?

Kemacetan dan mobilitas adalah dua  hal yang berbeda dan punya solusi berbeda pula. Setiap tahun ada 100.000 mobil baru  di Jakarta, dan ada jalur baru yang dibangun. Tetapi tetap saja ada kemacetan. Sebab mobilitas orang  yang semakin sering dan jarak tempuh yang semakin jauh.

Kemacetan bukan saja disebabkan dari jumlah kendaraan, tapi juga jumlah perjalanan yang bertambah. Kemacetan tidak akan berkurang karena penambahan jalan.

Selain itu soal keamanan dan kenyamanan. Di MRT London, banyak wanita yang tidak merasa aman berada di subway. Di bus, lebih aman karena bisa mengawasi sekeliling. Kereta memang lebih cepat tapi jarak antara stasiun jauh dan harus menempuh jarak lebih jauh.

Sementara busway, memang lebih lambat tetapi dengan satu tiket orang bisa bepergian ke tempat yang jauh dan ada interseksi busway yang memungkinkan orang berpindah rute.

Setelah lima tahun layanan busway di Jakarta atau TransJakarta masih dianggap belum berhasil. Apa sebabnya?

Menyelenggarakan transportasi publik TransJakarta harus dilakukan dengan keinginan untuk bertahan. Jakarta adalah kota di Asia yang pertama menggunakan BRT. Tetapi sekarang kota Guangzhou, China, memiliki sistem BRT yang  bagus.

Saya pikir Jakarta mampu menjadi lebih baik. Solusinya TransJakarta harus dibenahi kembali.

Sudah mencoba TransJakarta? Bagaimana kesannya?

Saya mencoba Trans Jakarta dua kali. Saya lihat pintunya kurang lebar sehingga sulit bagi pengguna kursi roda, tidak mendukung bagi orang cacat.

Waktu menunggunya lebih lama. Di Bogota kami menggunakan bus yang lebih banyak mengangkut penumpang, sekali jalan bisa menggunakan tiga bus konvensional yang disambung. BRT juga terintergrasi dengan feeder bus kecil yang beroperasi di jalan ke stasiun tetapi tidak di disediakan jalur khusus.

Saran terhadap TransJakarta?

Harus lebih banyak perubahan detail. Saran saya, para ahli berkumpul untuk membahas mengenai kontrak, manajemen, operator untuk membenahi TransJakarta. Membenahi transportasi di Jakarta yang sarat dengan kemacetan memang  tidak menyenangkan.

Tapi harus ada yang melakukannya. Ini seperti mengobati penyakit kanker. Prioritas Gubernur adalah menempatkan manager TransJakarta tepat di depan kantornya agar selalu bisa diawasi.

Soal kemacetan Jakarta, apakah ada saran untuk mengatasinya?

Jalan yang sangat sempit dan hanya dilalui bus membuat lalu lintas bertambah macet. Di New York, ada 10 jalur jalan tapi tetap macet.

Pemerintah harus menjadikan bus sebagai prioritas dalam transportasi publik. Sekarang, pengemudi Jakarta menganggap dirinya paling penting daripada pengguna jalan yang lain.

Contoh kecilnya, pengguna sepeda motor tidak boleh menggunakan jalan tol. Mengapa? karena mereka tidak punya kekuatan ekonomi dan politik. Tidak ada kesetaraan disini, padahal hak warga negara dijamin Undang-Undang.

Setelah Bogota Trans Millenio di Bogota apakah pengguna mobil berkurang?

Tidak. Di Bogota juga Trans Millenio hanya 20 persen dan sisanya transportasi konvensional. Tapi 40 persen pengguna BRT di Bogota  adalah pemilik mobil.  Jalur  BRT 60 km mengangkut satu juta penumpang perhari.

Di kota-kota maju seperti London,  Paris mereka menggunakan publik karena harus. Selain tidak ada tempat parkir, menggunakan angkutan umm jauh lebih cepat. Waktu tempuh dengan mobil selama 1 jam, sementara kalau menggunakan transportasi umum hanya 15 menit. Walaupun punya mobil orang-orang tetap menggunakan transportasi massal. Untuk meningkatkan mobilitas, solusinya menambah transportasi publik.

Solusi kemacetan apa saja?

Kemacetan solusinya hanya mengurangi penggunaan mobil. Di  London, Paris, Hong Kong untuk  masuk pusat  dengan  mobil harus membayar pajak US$ 20. Pemerintah juga membatasi ruana parkir di gedung-gedung. Parkir itu bukan kewajiban negara dan itu masalah pribadi. Negara wajib menyediakan  pendidikan, kesehatan, transportasi termasuk jalur pejalan kaki.

Cara lain  dengan menaikkan pajak bahan bakar. Seperti  pada air`dan listrik, orang kaya membayar lebih mahal untuk subsidi penduduk miskin. Tapi di transportasi sama, tidak ada subsidi. Kalau ada subsidi hasilnya bisa digunakan untuk investasi transportasi massal yang lebih murah.

Apa bedanya MRT dan BRT?

Dari sisi investasi, MRT butuh lebih banyak daripada BRT. Investasi US$900 juta, hanya membangun MRT 14 km, dengan nilai sama bisa membangun 10 kali lebih banyak.

Biaya operasional MRT lebih mahal daripada BRT. Biaya operasional penumpang MRT US$1-3 per penumpang, BRT hanya 60-70 sen, bahkan kurang dari itu.

Apa kunci keberhasilan BRT di Bogota?

Keinginan kuat pemerintah untuk menjalankan. Tetap konsisten dan tetap bertahan. Di jakarta, secara legal pelaksanaannya lebih sulit karena ada tumpangtindih antara pemerintah pusat dan daerah mengenai pengelolaan jalan.

Padahal di UU, semua penumpang punya hak yang sama terhadap jalan. 60 persen warga Jakarta menggunakan sepeda motor bukan karena idiologi tetapi karena kebutuhan.

Apa kesulitan dalam BRT di Bogota?

BRT memang sangat sulit secara politik dan manajerial. Yang harus dilakukan adalah tetap melanjutkan dan bertahan. Kalau tidak Jakarta akan kemacetan akan memburuk dan akhirnya berhenti.

Selain itu, citra mempengaruhi transportasi. Di Manila, yang punya 3 kalur MRT kemacetannya lebih parah dari Jakarta.  Pada 1940-an kereta api adalah idola. 1970-an bus yang lebih diminati karena dianggap lebih baik.

Apakah BRT mengurangi kendaraan pribadi?

Tranportasi publik tidak mengurangi jumlah penggunaan mobil. Di Bogota 20 persen pengguna  BRT  punya mobil.  Kami punya kebijakan  mobil di  Bogota tidak boleh di jalankan tiap hari. Ada hari dimana mobil tidak boleh ke jalan beberapa hari dalam seminggu. Pengaturannya disesuaikan dengan nomor akhir di pelatnya.

Operasi manajemen bagaimana, apakah ditangani Pemerintah atau Swasta?
Pengelolaan BRT di Bogota sama  dengan Jakarta. Operator  dilaksanakan pihak swasta melalui kontrak dengan Pemerintah. Pembayarannya dihitung per kilometer. Semua bis milik swasta, infrastrukturnya milik pemerintah.

(Via • VIVAnews)

t

ask yourself this:

have you ever lost someone you love and wanted for one more conversation, one more chance to make up for the time when you thought they would be here forever? if so, then you know you can go your whole collecting days, and none will outweigh the one you wish you had back.

what if you got it back?

~mitch albom, for one more day.

 

for one more day

on November 4, 2009 by aditya sani

2 Comments

Post

Daftar Rekomendasi National Summit 2009

In Kliping, ekonomi, indonesiana on November 3, 2009 by aditya sani

Berikut adalah Daftar Rekomendasi untuk Pembangungan dari National Summit:

1. Rekomendasi bidang perekonomian:
Sektor infrastruktur:

  • Perlunya perppu pengadaan tanah,
  • Pengelolaan dana BLU,
  • Perbaikan skema kerjasama pendanaan pemerintah dan swasta dan
  • Pengadaan lembaga pembiayaan infrastruktur

Sektor revitalisasi industri dan jasa:

  • Perbaikan kinerja PLN untuk meminimalkan pemadaman,
  • Perbaikan kinerja perusahaan gas negara sehingga suplai gas kepada industri stabil.

Sektor ketenagakerjaan:

  • Perbaikan infrastruktur transportasi khususnya di pelabuhan besar dan peningkatan kapasitas.

Sektor pariwisata:

  • Pengurusan visa di bandara

Sektor energi:

  • Jaminan pasokan energi dari pemerintah,
  • Merevisi perpres no.71 tahun 2005 tentang penyediaan dan pendistribusian jenis bbm tertentu,
  • Menerbitkan perpres tentang proyek percepatan pembangunan proyek pembangkit listrik 10.000 mw tahap ii.

Sektor energi terbarukan:

  • Keringanan pajak untuk energi terbarukan

Sektor pemberdayaan umkm:

  • Pembentukan lembaga keuangan mikro (LKM) melalui Undang-Undang,
  • Perbaikan prosedur pemberian kredit usaha rakyat (KUR)

Sektor transportasi:

  • Penyelesaian kerangka regulasi logistik di antaranya menyusun jaringan transportasi laut yang terintegrasi untuk wilayah kalimantan, sulawesi, maluku, papua,
  • Dan meningkatkan pelayanan angkutan umum massal di kota-kota besar.

Sektor pangan:

  • Penelaahan kembali peraturan terkait tata ruang dan ketersediaan lahan termasuk hutan.

2. Rekomendasi bidang kesra:

Perundingan antara buruh dengan pengusaha:

  • Harus diselesaikan jika terjadi perselisihan hubungan industrial,
  • Penguatan kelembangaan antara bnp2tki antara depnakertrans dan lain-lain.

Bidang kesehatan:

  • Upaya peningkatan pelayanan kesehatan,
  • Peningkatan kesejahteran masyarakat,
  • Pengendalian penyakit yang disebabkan oleh bencana dan lain-lain.

Bidang pendidikan:

  • Peningkatan kualitas lulusan terbaik,
  • Peningkatan pendidikan dasar 9 tahun,
  • Penyediaan bantuan operasional sekolah (BOS) yang efektif dan akuntable.
  • Peningkatan kesempatan lulusan sd/mi keluarga miskin untuk melanjutkan ke smp,
  • Peningkatan mutu proses pembelajaran,
  • Peningkatan kualitas dan distribusi guru,
  • Peningkatan kompetensi guru dan lain-lain.


3. Rekomendasi bidang polkam:

Pemantapan otonomi daerah dan pembangunan daerah:

  • Evaluasi terhadap keinginan pemekaran daerah,
  • Pilkada diselenggarakan daerah lebih efisien, efektif dan tidak berdampak pada kenyaman masyarakat,
  • Perimbangan dana alokasi umum ke daerah,
  • Pelayanan publik, aparatur perlu memenuhi pelayanan yang lebih cepat
  • Pelayanan publik dan reformasi birokrasi,
  • Penguatan pengaduan lembaga masyarakat terkait pemerantasan korupsi.
  • Masalah perizinan yang lebih cepat

Pencegahan dan pemberantasan korupsi:

  • Bagaimana interaksi pemantapan hubungan antar lembaga hukum kpk, kepolisian, kejaksaan dan pengadilan,
  • Lembaga perlindungan saksi perlu diberdayakan

Reformasi bidang hukum dan perlindungan ham:

  • Koordinasi antara produk hukum di pusat dan daerah atau sektoral yang tumpang tindih,
  • Rekrutmen aparat bidang hukum dengan calon harus bagus,
  • Kepastian hukum bagi pengusaha,
  • Birokrat yang melaksanakan program pemerintah.

Pemberantasan dan pencegahan terorisme dan pertahanan:

  • Rumusan UU 15 (anti teror) untuk dipertajam,
  • Untuk memperkuat undang-undang,
  • Hasil penyelidikan intelejen bisa dipakai penegak hukum terkait teroris,
  • Teroris tidak hanya ditangani oleh aparat yaitu polisi, harus tanggung jawab semua komponen bangsa, sebagai bagian pencegahan.

Bidang pertahanan:

  • Tambahan anggaran rp5 trilun di 2010 tidak bisa mengejar ketinggalan selama 15 tahun,
  • Sehingga perlu terobosan, yaitu memberdayakan industri dalam negeri dan pembiayaan dalam negeri.

 

(sumber: Kadin Indonesia)

Post

20900 sepeda ramaikan sudirman-thamrin

In Kliping, indonesiana, jakarta, sepeda, travelling on March 30, 2009 by aditya sani

20900-sepedaJujur, saya tercengang membaca angka dalam artikel di pojok atas Kompas halaman 26 hari ini (30/03/09). Karena saya sendiri bersepeda hari minggu kemarin dari rumah (Ulujami) ke Sudirman-Thamrin, dan tidak melihat sepeda sebanyak yang disebutkan artikel.

Adakah yang bisa memberikan kebenaran berita di atas? Kawan-kawan B2W?

UPDATE:

Sore ini Ozy Sjarindra, salah satu punggawa dan humas b2w-indonesia, mengklarifikasi berita tersebut. Berikut klarifikasi beliau, melalui notes saya di facebook:

ozy-klarifikasi

It’s all clear now. Bahagia untuk Bumi! :D