Archive for the ‘Kliping’ Category

t

ask yourself this:

have you ever lost someone you love and wanted for one more conversation, one more chance to make up for the time when you thought they would be here forever? if so, then you know you can go your whole collecting days, and none will outweigh the one you wish you had back.

what if you got it back?

~mitch albom, for one more day.

 

for one more day

on November 4, 2009 by aditya sani

2 Comments

Post

Daftar Rekomendasi National Summit 2009

In Kliping, ekonomi, indonesiana on November 3, 2009 by aditya sani

Berikut adalah Daftar Rekomendasi untuk Pembangungan dari National Summit:

1. Rekomendasi bidang perekonomian:
Sektor infrastruktur:

  • Perlunya perppu pengadaan tanah,
  • Pengelolaan dana BLU,
  • Perbaikan skema kerjasama pendanaan pemerintah dan swasta dan
  • Pengadaan lembaga pembiayaan infrastruktur

Sektor revitalisasi industri dan jasa:

  • Perbaikan kinerja PLN untuk meminimalkan pemadaman,
  • Perbaikan kinerja perusahaan gas negara sehingga suplai gas kepada industri stabil.

Sektor ketenagakerjaan:

  • Perbaikan infrastruktur transportasi khususnya di pelabuhan besar dan peningkatan kapasitas.

Sektor pariwisata:

  • Pengurusan visa di bandara

Sektor energi:

  • Jaminan pasokan energi dari pemerintah,
  • Merevisi perpres no.71 tahun 2005 tentang penyediaan dan pendistribusian jenis bbm tertentu,
  • Menerbitkan perpres tentang proyek percepatan pembangunan proyek pembangkit listrik 10.000 mw tahap ii.

Sektor energi terbarukan:

  • Keringanan pajak untuk energi terbarukan

Sektor pemberdayaan umkm:

  • Pembentukan lembaga keuangan mikro (LKM) melalui Undang-Undang,
  • Perbaikan prosedur pemberian kredit usaha rakyat (KUR)

Sektor transportasi:

  • Penyelesaian kerangka regulasi logistik di antaranya menyusun jaringan transportasi laut yang terintegrasi untuk wilayah kalimantan, sulawesi, maluku, papua,
  • Dan meningkatkan pelayanan angkutan umum massal di kota-kota besar.

Sektor pangan:

  • Penelaahan kembali peraturan terkait tata ruang dan ketersediaan lahan termasuk hutan.

2. Rekomendasi bidang kesra:

Perundingan antara buruh dengan pengusaha:

  • Harus diselesaikan jika terjadi perselisihan hubungan industrial,
  • Penguatan kelembangaan antara bnp2tki antara depnakertrans dan lain-lain.

Bidang kesehatan:

  • Upaya peningkatan pelayanan kesehatan,
  • Peningkatan kesejahteran masyarakat,
  • Pengendalian penyakit yang disebabkan oleh bencana dan lain-lain.

Bidang pendidikan:

  • Peningkatan kualitas lulusan terbaik,
  • Peningkatan pendidikan dasar 9 tahun,
  • Penyediaan bantuan operasional sekolah (BOS) yang efektif dan akuntable.
  • Peningkatan kesempatan lulusan sd/mi keluarga miskin untuk melanjutkan ke smp,
  • Peningkatan mutu proses pembelajaran,
  • Peningkatan kualitas dan distribusi guru,
  • Peningkatan kompetensi guru dan lain-lain.


3. Rekomendasi bidang polkam:

Pemantapan otonomi daerah dan pembangunan daerah:

  • Evaluasi terhadap keinginan pemekaran daerah,
  • Pilkada diselenggarakan daerah lebih efisien, efektif dan tidak berdampak pada kenyaman masyarakat,
  • Perimbangan dana alokasi umum ke daerah,
  • Pelayanan publik, aparatur perlu memenuhi pelayanan yang lebih cepat
  • Pelayanan publik dan reformasi birokrasi,
  • Penguatan pengaduan lembaga masyarakat terkait pemerantasan korupsi.
  • Masalah perizinan yang lebih cepat

Pencegahan dan pemberantasan korupsi:

  • Bagaimana interaksi pemantapan hubungan antar lembaga hukum kpk, kepolisian, kejaksaan dan pengadilan,
  • Lembaga perlindungan saksi perlu diberdayakan

Reformasi bidang hukum dan perlindungan ham:

  • Koordinasi antara produk hukum di pusat dan daerah atau sektoral yang tumpang tindih,
  • Rekrutmen aparat bidang hukum dengan calon harus bagus,
  • Kepastian hukum bagi pengusaha,
  • Birokrat yang melaksanakan program pemerintah.

Pemberantasan dan pencegahan terorisme dan pertahanan:

  • Rumusan UU 15 (anti teror) untuk dipertajam,
  • Untuk memperkuat undang-undang,
  • Hasil penyelidikan intelejen bisa dipakai penegak hukum terkait teroris,
  • Teroris tidak hanya ditangani oleh aparat yaitu polisi, harus tanggung jawab semua komponen bangsa, sebagai bagian pencegahan.

Bidang pertahanan:

  • Tambahan anggaran rp5 trilun di 2010 tidak bisa mengejar ketinggalan selama 15 tahun,
  • Sehingga perlu terobosan, yaitu memberdayakan industri dalam negeri dan pembiayaan dalam negeri.

 

(sumber: Kadin Indonesia)

Post

20900 sepeda ramaikan sudirman-thamrin

In Kliping, indonesiana, jakarta, sepeda, travelling on March 30, 2009 by aditya sani

20900-sepedaJujur, saya tercengang membaca angka dalam artikel di pojok atas Kompas halaman 26 hari ini (30/03/09). Karena saya sendiri bersepeda hari minggu kemarin dari rumah (Ulujami) ke Sudirman-Thamrin, dan tidak melihat sepeda sebanyak yang disebutkan artikel.

Adakah yang bisa memberikan kebenaran berita di atas? Kawan-kawan B2W?

UPDATE:

Sore ini Ozy Sjarindra, salah satu punggawa dan humas b2w-indonesia, mengklarifikasi berita tersebut. Berikut klarifikasi beliau, melalui notes saya di facebook:

ozy-klarifikasi

It’s all clear now. Bahagia untuk Bumi! :D

Post

iri hati pada jogjakarta

In Kliping, indonesiana, inspirasi, jogjakarta, sepeda, sosial, travelling on March 2, 2009 by aditya sani

Pagi tadi saya membaca sebuah liputan Media Indonesia yang bercerita tentang peringatan Serangan Umum 1 Maret di Kota Jogjakarta, sebuah kota yang akan selalu mendapat tempat di hati saya. Apa yang menarik dalam berita tersebut? Pemerintah Kota Jogjakarta memperingati Serangan Umum 1 Maret dengan mengumpulkan lebih kurang 3000 (tiga ribu) pesepeda, tua-muda, dari pelajar hingga veteran perang, pengguna low-rider bicycle sampai onthelis. Ya, Jogjakarta telah mendeklarasikan dirinya dengan tagline “Jogjakarta kota Sepeda“. Hebat sekali, sangat modern, sangat metropolitan!

Program apa yang diusung Herry Zudianto, sang walikota? Namanya Sego Segawe (Sepeda kanggo Sekolah lan nyambut Gawe), atau bila diterjemahkan kurang lebih sebagai berikut: Sepeda untuk pergi ke Sekolah dan Bekerja. Herry berkata, “Mulai sekarang, kita harus membiasakan diri dengan bersepeda. Tindakan yang sederhana tapi visioner dan modern untuk lingkungan kita ke depan.” Ia juga menambahkan bahwa sepeda tidak identik dengan kemiskinan, dan menyalahkan warga Jogja yang beranggapan sepeda motor dan mobil lebih bergengsi ketimbang sepeda onthel.

sego-segawe

“Sepeda bukan berarti wong cilik atau alat transportasi jadul (jaman dulu). Justru sepeda adalah alat transportasi yang gaul. Kepada pemuda-pemudi, saya berpesan, kalau mencari pacar, carilah mereka yang gemar bersepeda.”, seloroh sang Walikota, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pengguna setia motor Harley Davidson ini.

Apa yang hebat dari Kota Jogjakarta dan Sepeda? Kota Jogjakarta memiliki 200 klub pesepeda; dalam waktu dekat Pemkot bersama Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Provinsi DIY akan membuat 34 jalur sepeda, dan mengintegrasikan program kerja lima tahunan-nya dengan program Sego Segawe. Hal tersebut juga akan didukung dengan pemasangan rambu-rambu bagi pesepeda, pembuatan jalur alternative sepeda dan melakukan gerakan penghijauan.

Ah, Hebat bukan buatan Kota Jogjakarta! Duhai kawan-kawan CahAndong, ayo dukung program Pak Herry! Ingin pulang dan bersepeda kembali di Jogja rasanya …

Post

bus sekolah

In Kliping, indonesiana, jakarta on December 9, 2008 by aditya sani

Ingatkah kau kawan pada proyek Bus Sekolah yang diadakan Dinas Perhubungan DKI Jakarta lebih dari setahun yang lalu? Berikut sedikit kliping yang saya kumpulkan tentang kabar Bus Sekolah DKI (dulu ada blognya lho).

Pertengahan Juli 2007 yang lalu, 37 bus dilepas oleh Pemda DKI Jakarta untuk melintasi empat trayek utama dan dua penghubung. Trayek utamanya adalah Lapangan Banteng-Kemayoran, Tanjung Priok-Pulogadung, Kampung Melayu-Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta Pasar Minggu-Kawasan CSW Kebayoran Baru. Sementara dua rute penghubung yaitu Cawang-Grogol dan Cawang-Plumpang. Sejak Januari 2008, berarti genap sebelas bulan bus sekolah tidak lagi berjalan dan kabarnya diparkir begitu saja di Pool Bus TransJakarta.

bus-sekolah

Kabarnya, proyek ini mengalami keterlambatan pencairan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI tahun 2008 sehingga berhenti karena ketiadaan dana operasional. Menurut Sekretaris Komisi B DKI Jakarta Nurmansyah Lubis, bus sekolah ini tidak beroperasi karena pihak Pemprov DKI terlambat menerbitkan surat penyediaan dana (SPD) atau surat keterangan otoritas (SKO). SPD atau SKO ini merupakan surat permohonan penyediaan dana sebelum memulai suatu kegiatan. Sebuah perkara yang sungguh ringan, tapi tidak dikerjakan dengan serius oleh Pemprov DKI.

Pada 27/2/2008, Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta bilang, “Saya sudah perintahkan ke Kepala Dinasnya agar bus sekolah dioperasikan kembali.” Hari yang sama, Nurrachman, Kepala Dishub DKI Jakarta,  bilang, “Saya siap untuk mengoperasikan, tetapi saya harus mengikuti aturan yang ada. Sistem kontrak pelelangan operator bus ini dibayar terlebih dahulu, baru dioperasikan. Sehingga ketika tidak ada anggaran, maka bus sekolah terpaksa dikandangkan.”

Nah, Sihol Sijabat, Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Dishub DKI Jakarta, pada 7 Agustus 2008 menambahkan alasan, “Saat ini masih dalam tahap proses lelang operasional operator. Lelang terlambat karena terjadi perubahan tarif per kilometer menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak. Sebelum kenaikan BBM, harga per kilometer adalah Rp 4.100. Tapi, setelah bahan bakar naik, terjadi penyesuaian tarif menjadi Rp 4.700 per km.

23 November 2008, Sihol kembali menambahkan, “Kami (sedang) berusaha memilih perusahaan yang konsisten memberikan pelayanan publik di bidang transportasi ini.

Perusahaan operator kabarnya dipilih berdasarkan rekam jejak, penawaran harga, dan kelengkapan administrasi. Tak hanya itu, pihak Dishub juga akan memilih perusahaan mana yang cara pengelolaan busnya lebih baik. Pempov DKI kabarnya akan menyiapkan dana untuk kontrak selama enam bulan (kok cuma 6 bln ya?) sebesar Rp4 miliar yang akan digunakan untuk biaya bahan bakar, gaji sopir, pemeliharaan, konsumsi.

*) note:  tulisan dikumpulkan dari berbagai sumber.