<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Aditya Sani &#187; opini</title>
	<atom:link href="http://adityasani.wordpress.com/category/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adityasani.wordpress.com</link>
	<description>catatan ringan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Nov 2009 08:40:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='adityasani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/27c2f1f22a17f396ccb8cdffd0c087d2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Aditya Sani &#187; opini</title>
		<link>http://adityasani.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Enrique Penalosa: Transportasi di Jakarta Mirip Penyakit Kanker</title>
		<link>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/12/enrique-penalosa-transportasi-di-jakarta-mirip-penyakit-kanker/</link>
		<comments>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/12/enrique-penalosa-transportasi-di-jakarta-mirip-penyakit-kanker/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 02:38:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya sani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>
		<category><![CDATA[indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityasani.wordpress.com/?p=793</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai Walikota Bogota periode 1998-2001, Enrique Penalosa sukses membawa perubahan pada layanan transportasi publik dengan memperkenalkan konsep jaringan bus jalur cepat (Bus Rapid Transportation/BRT).
Diresmikan pada 2002, sistem bernama Trans Millenio ini secara signifikan bisa menekan tingkat kemacetan lalu lintas sekaligus mampu menyediakan kebutuhan transportasi umum yang cepat di ibu kota Kolombia itu.
Trans Millenio yang diperkenalkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=793&subd=adityasani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebagai Walikota Bogota periode 1998-2001, Enrique Penalosa sukses membawa perubahan pada layanan transportasi publik dengan memperkenalkan konsep jaringan bus jalur cepat (Bus Rapid Transportation/BRT).</p>
<p>Diresmikan pada 2002, sistem bernama Trans Millenio ini secara signifikan bisa menekan tingkat kemacetan lalu lintas sekaligus mampu menyediakan kebutuhan transportasi umum yang cepat di ibu kota Kolombia itu.</p>
<p>Trans Millenio yang diperkenalkan Penalosa itu kini mengilhami banyak pemerintah kota di manca negara, termasuk DKI Jakarta, yang pada 2004 lalu membangun layanan bus jalur cepat yang populer disebut dengan Busway.</p>
<p>Selama memerintah Bogota, Penalosa pun menerapkan sejumlah aturan yang radikal, diantaranya adalah menutup jalan-jalan protokol setiap hari Minggu selama beberapa jam bagi kendaraan bermotor pribadi. Tujuannya untuk memberi kesempatan bagi warga untuk berekreasi, berolahraga, dan bersepeda di jalan-jalan utama mengingat terbatasnya ruang terbuka untuk publik di Bogota.</p>
<p>Pensiun sebagai walikota, Penalosa kini bekerja sebagai konsultan di bidang visi pembangunan kota. Dia berkeliling ke manca negara untuk memperkenalkan konsep pembangunan kota yang manusiawi, yang memperhatikan warga dari semua lapisan.</p>
<p>Saat berkunjung ke Jakarta awal pekan ini, Penalosa diundang sebagai panelis dalam suatu diskusi yang membicarakan pembangunan transportasi kota.</p>
<p>Di sela-sela kegiatannya di Jakarta, mantan walikota kelahiran Washington DC itu menerima dua wartawan <em>VIVAnews</em>, Anda Nurlaila dan Pipiet Tri Noorastuti, untuk mengungkapkan kesan-kesannya mengenai pembangunan transportasi massal di Jakarta.</p>
<p>Berikut petikan wawancara Penalosa.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mengapa transportasi publik penting bagi suatu kota?</strong></p>
<p>Setiap warga negara berhak mendapat transportasi. Transportasi bagi semua warga negara adalah simbol demokrasi. Sebanyak 30.000 sepeda sama pentingnya dengan 30.000 mobil. Penting untuk menciptakan jalur untuk semua warga, pengguna sepeda, pejalan kaki dan pengguna mobil.</p>
<p><strong>Bagaimana Anda melihat transportasi di Jakarta?</strong></p>
<p>Di Jakarta orang merasa malu menggunakan sepeda karena dianggap hanya transportasi untuk orang miskin. Kalau ada jalur sepeda yang nyaman masyarakat punya pilihan akan transportasi. Sebanyak 35 persen pendapatan masyarakat habis untuk transportasi.</p>
<p>Transportasi publik seharusnya bisa berguna untuk kesejahteraan. Jalan harus memiliki ruang bagi para penggunanya, pejalan kaki, sepeda, bus dan mobil. Harus ada keinginan politik yang kuat dari pemerintah, bukan sekedar teknis.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bagaimana menciptakannya?</strong></p>
<p>Harus dari sistem. Orang harus dipaksa untuk melaksanakannya. Sekarang semua orang punya kendaraan dan mereka pergi ke ke tempat kerja, pusat perbelanjaan, pusat kota. Akhirnya padatnya kendaraan membuat keadaan tidak nyaman dan membuat kemacetan.</p>
<p>Di negara maju, orang berjalan dari rumah dan menuju kantor beberapa blok. Di negara maju tidak ada pusat belanja di tengah kota karena membuat kota menjadi tidak nyaman dan semua orang lebih enak menggunakan pejalan kaki. Tetapi di negara seperti Indonesia dan Kolombia dan negara-negara terbelakang, pusat kota menjadi tidak teratur dan perbelanjaan terletak di tengah-tengah.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bagaimana pendapat Anda mengenai pembangunan transportasi publik di Jakarta, seperti busway (BRT) dan kereta bawah tanah (MRT)?</strong></p>
<p>Pengembangan transportasi umum bisa dilakukan dengan banyak cara. Mengembangkan subway maupun busway sama-sama baik. Tetapi yang dipertimbangkan adalah investasi. DKI Jakarta merencanakan US$ 900 juta untuk membangun subway sepanjang 14 km. Sedangkan investasi untuk Busway US$ 5 juta, itu sudah termasuk konsultan, manajerial, kontrak, operator, base elekrotnik kartu dan legal konsultan. Dengan nilai yang sama, US$900 juta, maka bisa membangun 180 km jalur BRT.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tapi BRT tampaknya tidak mengurangi kemacetan. Menurut Anda?</strong></p>
<p>Kemacetan dan mobilitas adalah dua  hal yang berbeda dan punya solusi berbeda pula. Setiap tahun ada 100.000 mobil baru  di Jakarta, dan ada jalur baru yang dibangun. Tetapi tetap saja ada kemacetan. Sebab mobilitas orang  yang semakin sering dan jarak tempuh yang semakin jauh.<strong> </strong></p>
<p>Kemacetan bukan saja disebabkan dari jumlah kendaraan, tapi juga jumlah perjalanan yang bertambah. Kemacetan tidak akan berkurang karena penambahan jalan.</p>
<p>Selain itu soal keamanan dan kenyamanan. Di MRT London, banyak wanita yang tidak merasa aman berada di subway. Di bus, lebih aman karena bisa mengawasi sekeliling. Kereta memang lebih cepat tapi jarak antara stasiun jauh dan harus menempuh jarak lebih jauh.</p>
<p>Sementara busway, memang lebih lambat tetapi dengan satu tiket orang bisa bepergian ke tempat yang jauh dan ada interseksi busway yang memungkinkan orang berpindah rute.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Setelah lima tahun layanan busway di Jakarta atau TransJakarta masih dianggap belum berhasil. Apa sebabnya?</strong></p>
<p>Menyelenggarakan transportasi publik TransJakarta harus dilakukan dengan keinginan untuk bertahan. Jakarta adalah kota di Asia yang pertama menggunakan BRT. Tetapi sekarang kota Guangzhou, China, memiliki sistem BRT yang  bagus.</p>
<p>Saya pikir Jakarta mampu menjadi lebih baik. Solusinya TransJakarta harus dibenahi kembali.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sudah mencoba TransJakarta? Bagaimana kesannya?</strong></p>
<p>Saya mencoba Trans Jakarta dua kali. Saya lihat pintunya kurang lebar sehingga sulit bagi pengguna kursi roda, tidak mendukung bagi orang cacat.</p>
<p>Waktu menunggunya lebih lama. Di Bogota kami menggunakan bus yang lebih banyak mengangkut penumpang, sekali jalan bisa menggunakan tiga bus konvensional yang disambung. BRT juga terintergrasi dengan feeder bus kecil yang beroperasi di jalan ke stasiun tetapi tidak di disediakan jalur khusus.</p>
<p><strong>Saran terhadap TransJakarta?</strong></p>
<p>Harus lebih banyak perubahan detail. Saran saya, para ahli berkumpul untuk membahas mengenai kontrak, manajemen, operator untuk membenahi TransJakarta. Membenahi transportasi di Jakarta yang sarat dengan kemacetan memang  tidak menyenangkan.</p>
<p>Tapi harus ada yang melakukannya. Ini seperti mengobati penyakit kanker. Prioritas Gubernur adalah menempatkan manager TransJakarta tepat di depan kantornya agar selalu bisa diawasi.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Soal kemacetan Jakarta, apakah ada saran untuk mengatasinya?</strong></p>
<p>Jalan yang sangat sempit dan hanya dilalui bus membuat lalu lintas bertambah macet. Di New York, ada 10 jalur jalan tapi tetap macet.</p>
<p>Pemerintah harus menjadikan bus sebagai prioritas dalam transportasi publik. Sekarang, pengemudi Jakarta menganggap dirinya paling penting daripada pengguna jalan yang lain.</p>
<p>Contoh kecilnya, pengguna sepeda motor tidak boleh menggunakan jalan tol. Mengapa? karena mereka tidak punya kekuatan ekonomi dan politik. Tidak ada kesetaraan disini, padahal hak warga negara dijamin Undang-Undang.</p>
<p><strong>Setelah Bogota Trans Millenio di Bogota apakah pengguna mobil berkurang?</strong></p>
<p>Tidak. Di Bogota juga Trans Millenio hanya 20 persen dan sisanya transportasi konvensional. Tapi 40 persen pengguna BRT di Bogota  adalah pemilik mobil.  Jalur  BRT 60 km mengangkut satu juta penumpang perhari.</p>
<p>Di kota-kota maju seperti London,  Paris mereka menggunakan publik karena harus. Selain tidak ada tempat parkir, menggunakan angkutan umm jauh lebih cepat. Waktu tempuh dengan mobil selama 1 jam, sementara kalau menggunakan transportasi umum hanya 15 menit. Walaupun punya mobil orang-orang tetap menggunakan transportasi massal. Untuk meningkatkan mobilitas, solusinya menambah transportasi publik.</p>
<p><strong>Solusi kemacetan apa saja?</strong></p>
<p>Kemacetan solusinya hanya mengurangi penggunaan mobil. Di  London, Paris, Hong Kong untuk  masuk pusat  dengan  mobil harus membayar pajak US$ 20. Pemerintah juga membatasi ruana parkir di gedung-gedung. Parkir itu bukan kewajiban negara dan itu masalah pribadi. Negara wajib menyediakan  pendidikan, kesehatan, transportasi termasuk jalur pejalan kaki.</p>
<p>Cara lain  dengan menaikkan pajak bahan bakar. Seperti  pada air`dan listrik, orang kaya membayar lebih mahal untuk subsidi penduduk miskin. Tapi di transportasi sama, tidak ada subsidi. Kalau ada subsidi hasilnya bisa digunakan untuk investasi transportasi massal yang lebih murah.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Apa bedanya MRT dan BRT?</strong></p>
<p>Dari sisi investasi, MRT butuh lebih banyak daripada BRT. Investasi US$900 juta, hanya membangun MRT 14 km, dengan nilai sama bisa membangun 10 kali lebih banyak.</p>
<p>Biaya operasional MRT lebih mahal daripada BRT. Biaya operasional penumpang MRT US$1-3 per penumpang, BRT hanya 60-70 sen, bahkan kurang dari itu.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Apa kunci keberhasilan BRT di Bogota?</strong></p>
<p>Keinginan kuat pemerintah untuk menjalankan. Tetap konsisten dan tetap bertahan. Di jakarta, secara legal pelaksanaannya lebih sulit karena ada tumpangtindih antara pemerintah pusat dan daerah mengenai pengelolaan jalan.</p>
<p>Padahal di UU, semua penumpang punya hak yang sama terhadap jalan. 60 persen warga Jakarta menggunakan sepeda motor bukan karena idiologi tetapi karena kebutuhan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Apa kesulitan dalam BRT di Bogota?</strong></p>
<p>BRT memang sangat sulit secara politik dan manajerial. Yang harus dilakukan adalah tetap melanjutkan dan bertahan. Kalau tidak Jakarta akan kemacetan akan memburuk dan akhirnya berhenti.</p>
<p>Selain itu, citra mempengaruhi transportasi. Di Manila, yang punya 3 kalur MRT kemacetannya lebih parah dari Jakarta.  Pada 1940-an kereta api adalah idola. 1970-an bus yang lebih diminati karena dianggap lebih baik.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Apakah BRT mengurangi kendaraan pribadi?</strong></p>
<p>Tranportasi publik tidak mengurangi jumlah penggunaan mobil. Di Bogota 20 persen pengguna  BRT  punya mobil.  Kami punya kebijakan  mobil di  Bogota tidak boleh di jalankan tiap hari. Ada hari dimana mobil tidak boleh ke jalan beberapa hari dalam seminggu. Pengaturannya disesuaikan dengan nomor akhir di pelatnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Operasi manajemen bagaimana, apakah ditangani Pemerintah atau Swasta?<br />
</strong>Pengelolaan BRT di Bogota sama  dengan Jakarta. Operator  dilaksanakan pihak swasta melalui kontrak dengan Pemerintah. Pembayarannya dihitung per kilometer. Semua bis milik swasta, infrastrukturnya milik pemerintah.</p>
<p>(Via • <a href="http://dunia.vivanews.com/news/read/104875-transportasi_di_jakarta_mirip_penyakit_kanker" target="_blank">VIVAnews</a>)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityasani.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityasani.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityasani.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityasani.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityasani.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityasani.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityasani.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityasani.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityasani.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityasani.wordpress.com/793/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=793&subd=adityasani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/12/enrique-penalosa-transportasi-di-jakarta-mirip-penyakit-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/510ce067752dc7b0146c37836274356d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditya sani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daftar Rekomendasi National Summit 2009</title>
		<link>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/03/daftar-rekomendasi-national-summit-2009/</link>
		<comments>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/03/daftar-rekomendasi-national-summit-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 02:42:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya sani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesiana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityasani.wordpress.com/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah Daftar Rekomendasi untuk Pembangungan dari National Summit:
1. Rekomendasi bidang perekonomian:
Sektor infrastruktur:

Perlunya perppu pengadaan tanah,
Pengelolaan dana BLU,
Perbaikan skema kerjasama pendanaan pemerintah dan swasta dan
Pengadaan lembaga pembiayaan infrastruktur

Sektor revitalisasi industri dan jasa:

Perbaikan kinerja PLN untuk meminimalkan pemadaman,
Perbaikan kinerja perusahaan gas negara sehingga suplai gas kepada industri stabil.

Sektor ketenagakerjaan:

Perbaikan infrastruktur transportasi khususnya di pelabuhan besar dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=785&subd=adityasani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berikut adalah Daftar Rekomendasi untuk Pembangungan dari National Summit:</p>
<p><strong>1. Rekomendasi bidang perekonomian:</strong><br />
Sektor infrastruktur:</p>
<ul>
<li>Perlunya perppu pengadaan tanah,</li>
<li>Pengelolaan dana BLU,</li>
<li>Perbaikan skema kerjasama pendanaan pemerintah dan swasta dan</li>
<li>Pengadaan lembaga pembiayaan infrastruktur</li>
</ul>
<p>Sektor revitalisasi industri dan jasa:</p>
<ul>
<li>Perbaikan kinerja PLN untuk meminimalkan pemadaman,</li>
<li>Perbaikan kinerja perusahaan gas negara sehingga suplai gas kepada industri stabil.</li>
</ul>
<p>Sektor ketenagakerjaan:</p>
<ul>
<li>Perbaikan infrastruktur transportasi khususnya di pelabuhan besar dan peningkatan kapasitas.</li>
</ul>
<p>Sektor pariwisata:</p>
<ul>
<li>Pengurusan visa di bandara</li>
</ul>
<p>Sektor energi:</p>
<ul>
<li>Jaminan pasokan energi dari pemerintah,</li>
<li>Merevisi perpres no.71 tahun 2005 tentang penyediaan dan pendistribusian jenis bbm tertentu,</li>
<li>Menerbitkan perpres tentang proyek percepatan pembangunan proyek pembangkit listrik 10.000 mw tahap ii.</li>
</ul>
<p>Sektor energi terbarukan:</p>
<ul>
<li>Keringanan pajak untuk energi terbarukan</li>
</ul>
<p>Sektor pemberdayaan umkm:</p>
<ul>
<li>Pembentukan lembaga keuangan mikro (LKM) melalui Undang-Undang,</li>
<li>Perbaikan prosedur pemberian kredit usaha rakyat (KUR)</li>
</ul>
<p>Sektor transportasi:</p>
<ul>
<li>Penyelesaian kerangka regulasi logistik di antaranya menyusun jaringan transportasi laut yang terintegrasi untuk wilayah kalimantan, sulawesi, maluku, papua,</li>
<li>Dan meningkatkan pelayanan angkutan umum massal di kota-kota besar.</li>
</ul>
<p>Sektor pangan:</p>
<ul>
<li>Penelaahan kembali peraturan terkait tata ruang dan ketersediaan lahan termasuk hutan.</li>
</ul>
<p><strong>2. Rekomendasi bidang kesra: </strong></p>
<p>Perundingan antara buruh dengan pengusaha:</p>
<ul>
<li>Harus diselesaikan jika terjadi perselisihan hubungan industrial,</li>
<li>Penguatan kelembangaan antara bnp2tki antara depnakertrans dan lain-lain.</li>
</ul>
<p>Bidang kesehatan:</p>
<ul>
<li>Upaya peningkatan pelayanan kesehatan,</li>
<li>Peningkatan kesejahteran masyarakat,</li>
<li>Pengendalian penyakit yang disebabkan oleh bencana dan lain-lain.</li>
</ul>
<p>Bidang pendidikan:</p>
<ul>
<li>Peningkatan kualitas lulusan terbaik,</li>
<li>Peningkatan pendidikan dasar 9 tahun,</li>
<li>Penyediaan bantuan operasional sekolah (BOS) yang efektif dan akuntable.</li>
<li>Peningkatan kesempatan lulusan sd/mi keluarga miskin untuk melanjutkan ke smp,</li>
<li>Peningkatan mutu proses pembelajaran,</li>
<li>Peningkatan kualitas dan distribusi guru,</li>
<li>Peningkatan kompetensi guru dan lain-lain.</li>
</ul>
<p><strong><br />
3. Rekomendasi bidang polkam:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pemantapan otonomi daerah dan pembangunan daerah:</p>
<ul>
<li>Evaluasi terhadap keinginan pemekaran daerah,</li>
<li>Pilkada diselenggarakan daerah lebih efisien, efektif dan tidak berdampak pada kenyaman masyarakat,</li>
<li>Perimbangan dana alokasi umum ke daerah,</li>
<li>Pelayanan publik, aparatur perlu memenuhi pelayanan yang lebih cepat</li>
<li>Pelayanan publik dan reformasi birokrasi,</li>
<li>Penguatan pengaduan lembaga masyarakat terkait pemerantasan korupsi.</li>
<li>Masalah perizinan yang lebih cepat</li>
</ul>
<p>Pencegahan dan pemberantasan korupsi:</p>
<ul>
<li>Bagaimana interaksi pemantapan hubungan antar lembaga hukum kpk, kepolisian, kejaksaan dan pengadilan,</li>
<li>Lembaga perlindungan saksi perlu diberdayakan</li>
</ul>
<p>Reformasi bidang hukum dan perlindungan ham:</p>
<ul>
<li>Koordinasi antara produk hukum di pusat dan daerah atau sektoral yang tumpang tindih,</li>
<li>Rekrutmen aparat bidang hukum dengan calon harus bagus,</li>
<li>Kepastian hukum bagi pengusaha,</li>
<li>Birokrat yang melaksanakan program pemerintah.</li>
</ul>
<p><strong>Pemberantasan dan pencegahan terorisme dan pertahanan: </strong></p>
<ul>
<li>Rumusan UU 15 (anti teror) untuk dipertajam,</li>
<li>Untuk memperkuat undang-undang,</li>
<li>Hasil penyelidikan intelejen bisa dipakai penegak hukum terkait teroris,</li>
<li>Teroris tidak hanya ditangani oleh aparat yaitu polisi, harus tanggung jawab semua komponen bangsa, sebagai bagian pencegahan.</li>
</ul>
<p><strong>Bidang pertahanan: </strong></p>
<ul>
<li>Tambahan anggaran rp5 trilun di 2010 tidak bisa mengejar ketinggalan selama 15 tahun,</li>
<li>Sehingga perlu terobosan, yaitu memberdayakan industri dalam negeri dan pembiayaan dalam negeri.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>(sumber: Kadin Indonesia)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityasani.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityasani.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityasani.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityasani.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityasani.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityasani.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityasani.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityasani.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityasani.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityasani.wordpress.com/785/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=785&subd=adityasani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/03/daftar-rekomendasi-national-summit-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/510ce067752dc7b0146c37836274356d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditya sani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nggumun</title>
		<link>http://adityasani.wordpress.com/2009/08/04/nggumun/</link>
		<comments>http://adityasani.wordpress.com/2009/08/04/nggumun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 14:26:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya sani</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityasani.wordpress.com/?p=704</guid>
		<description><![CDATA[Media, tradisional dan baru, begitu mempesona kekuatannya, menggiring berita, membentuk opini, mengajak diskusi bebas tak pernah tuntas.
Hari ini berita tentang status tersangka penyalahgunaan wewenang, esok harinya sudah berganti berita tewas terbunuhnya gembong teroris yang kabarnya no.1 di Asia Tenggara. Berita lama kemudian mendadak usang, tenggelam. Isu terorisme lebih sexy, katanya. Sexy? Ratingnya tinggi, yah lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=704&subd=adityasani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Media, tradisional dan baru, begitu mempesona kekuatannya, menggiring berita, membentuk opini, mengajak diskusi bebas tak pernah tuntas.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini berita tentang status tersangka penyalahgunaan wewenang, esok harinya sudah berganti berita tewas terbunuhnya gembong teroris yang kabarnya no.1 di Asia Tenggara. Berita lama kemudian mendadak usang, tenggelam. Isu terorisme lebih sexy, katanya. Sexy? Ratingnya tinggi, yah lebih laku dijual lah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kasihan ya mereka yang jadi tersangka penyalahgunaan wewenang, betul-betul awam soal ini, mau coba dirasionalkan ya tetap saja <em>ndak</em> masuk kepala ini. Berita soal mereka <em>ndak </em>begitu meledak karena kalah sexy. Padahal kalau beritanya meledak, dan orang-orang menyaksikannya berhari-hari. Minimal bisa jadi bahan diskusi di warung kopi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, ternyata masih ada yang lebih kasihan lagi, mereka yang jadi korban bencana banjir bandang di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Sudah sulit dijangkau bantuan, sepertinya tak terjangkau media pula. Mereka menunggu saja. Entah sampai kapan. Partai kirim bantuan? Wah, mungkin tunggu lima tahun lagi, udah lewat masa turun ke lapangan. Lihat saja Gempa terakhir di Tasikmalaya, apa partai turun? Itu saja masih di Jawa, bagaimana di Sumatera Utara?</p>
<p style="text-align:justify;">Rasanya sudah berat ya, ternyata..lho, ternyata masih ada yang lebih menyedihkan lagi. Di ranah media baru, Twitter.com, baru saja diramaikan dengan kisah Janji Joko, tentang sutradara Joko Anwar yang membuktikan tulisannya di akun twitternya sendiri untuk bertelanjang di Circle K, Bintaro Jaya setelah mendapat 5000 follower. Lho, dimana menyedihkannya? Ternyata, banyak yang terhibur oleh aksi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin teman bertanya, apa hati ini terhibur melihat tindakan yang dilakukan Joko? Jujur saja, tidak sama sekali. Saya malu. Untuk kali pertama,</p>
<p style="text-align:justify;">SAYA MALU JADI ORANG INDONESIA.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita betul-betul tidak butuh tontonan seperti ini. KITA BETUL-BETUL TIDAK BUTUH SAMPAH!!!!</p>
<p style="text-align:justify;">AGHHHH!!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Negeri ini sedang butuh teladan, karena masyarakat butuh belajar secara sosial. Masyarakat belajar dari apa yang dilihatnya, masyarakat merekam apapun yang ditangkap oleh setiap sel dalam memori visual di kepalanya. Apa yang dipelajari masyarakat dari menonton Joko? Untuk mereka yang berfikir, mungkin mengambil hikmah, bahwa menjadi politisi harus memegang janjinya, seperti yang ditulis Joko di akun twitternya. Untuk yang tidak berfikir, mungkin kemudian hanya tertawa-tawa, entah dimana sisi lucunya. Atau jangan-jangan malah ditiru?!</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya Joko melakukan itu dengan alasan memberi contoh pada politisi untuk memegang janjinya, cara yang dilakukannya mungkin jalan yang paling rendah. Lunas, membayar janji di depan publik untuk bertelanjang.</p>
<p style="text-align:justify;">AGHHHH!!!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityasani.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityasani.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityasani.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityasani.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityasani.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityasani.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityasani.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityasani.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityasani.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityasani.wordpress.com/704/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=704&subd=adityasani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityasani.wordpress.com/2009/08/04/nggumun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/510ce067752dc7b0146c37836274356d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditya sani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat buat Bang Fauzi</title>
		<link>http://adityasani.wordpress.com/2009/07/31/surat-buat-bang-fauzi/</link>
		<comments>http://adityasani.wordpress.com/2009/07/31/surat-buat-bang-fauzi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 10:06:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya sani</dc:creator>
				<category><![CDATA[indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Fauzi Bowo]]></category>
		<category><![CDATA[Surat dari Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityasani.wordpress.com/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum Warohmatullahi Wabarokatuhu
Bang Fauzi,
Jakarta punya kita semua kan, Bang? Kota yang Abang pimpin mingkin keliatan gegap gempita. Bukan cuman gedung nyang nambah banyak dan numpuk di pusat, rumah-rumah bedeng juga numpuk noh di belakang proyek. Tumpek blek, Bang. Abang, kan nyang punya tangan buat ngatur yang namanye peraturan kan bang. Coba, Bang diatur lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=667&subd=adityasani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Assalamu &#8216;alaikum Warohmatullahi Wabarokatuhu</p>
<p style="text-align:justify;">Bang Fauzi,</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta punya kita semua kan, Bang? Kota yang Abang pimpin <em>mingkin</em> keliatan gegap gempita. Bukan <em>cuman</em> gedung <em>nyang</em> <em>nambah</em> banyak dan numpuk di pusat, rumah-rumah bedeng juga numpuk noh di belakang proyek. <em>Tumpek blek</em>, Bang. Abang, kan <em>nyang</em> punya tangan buat ngatur yang <em>namanye</em> peraturan kan bang. Coba, Bang diatur lagi ini Kota. Itu peraturan soal emisi gas buang ditegakkin lagi dah, Bang. Ane <em>ngeri</em> Bang, Jakarta udah kaya pembantai bayi sekarang. Anak-anak tetangga ane pada megap-megap, Bang.</p>
<p style="text-align:justify;">Kendaraan nambah terus ya Bang, padahal ruas jalan kagak bakal ditambah. Ntar Abang tambah jalan, pohon kena tebas. Ane yakin, ruas jalan Abang tambah juga jalanan kagak bakal kerasa lengang, Bang.</p>
<p style="text-align:justify;">Nyatanye Jakarta sekarang isinye individualis, ane liat jelas di atas aspal hitam yang <em>nomprokin</em> Jakarta. <em>Semuen </em>orang buru-buru, semua orang <em>mikirin</em> diri sendiri aje. Nantinye, <em>semuen</em> orang kejebak di ujung botolnyang <em>namanye</em> macet total.</p>
<p style="text-align:justify;">Bang, <em>ude</em> berapa <em>taon</em> ibukota begini? <em>Lime taon</em>? <em>Sepuluh taon</em>? <em>Lime belas taon</em>? <em>Mingkin baek</em> <em>kagak</em>? <em>Boro-boro</em>. <em>Kejadiannye</em> tambah <em>ancur</em>. Mobil <em>mingkin</em> banyak menuhin sisi-sisi jalan, motor juga <em>mingkin yoi</em>. <em>Denger-denger</em>, banyak OKB di ibukota. OKB yang <em>kendaraannye nyicil</em>, <em>nyang gayanye nyetir </em>juga <em>nyicil</em>: &#8220;yah..dikit-dikit bisa dah &#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta <em>punye</em> cerita. Kota ini di<em>bandingin</em> <em>same</em> Bogota nun di Kolombia. Bogota <em>bise</em>, Jakarta <em>harusnye</em> juga <em>bise</em>. Dulu, Bogota itu emang busuk. <em>Kriminalitasnye</em> nomor wahid, polusinye wahid, daerah kumuhnye <em>ape lagi</em>. <em>Sampe</em> <em>ade</em> &#8220;pitungnye Bogota&#8221; alias &#8220;Bang Mayor&#8221; <em>sono nyang</em> jadi teladan. <em>Uswatun Hasanah</em> (Suri tauladan <em>nyang baek</em>), Bang kalo kata Nabi Muhammad. Walopun Bang Mayor Bogota bukan muslim, Bang..hehe. Tapi, die teladan <em>nyang</em> <em>ngegugah</em> hati seisi kota <em>sampe </em>lunak, <em>nyang bise</em> ngajak perilaku warga buat <em>berube</em>, bukan tambah <em>berabe</em>. <em>Die</em> <em>nyang </em>punya <em>due</em> solusi besar: <em>ngerube</em> gaya hidup sama <em>mbangun</em> fasilitas infrastruktur <em>nyang </em>mencukupi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta punya <em>gaye</em>. <em>Kabarnye</em>, <em>ntu</em> dua solusi besar <em>bakal</em> diadaptasi. <em>Awalnye</em> pembangunan fasilitas transportasi publik: kereta <em>nyang pake</em> listrik, bus <em>nyang </em>merah-oranye, <em>same ape</em> lagi ntu kapal di Ciliwung. Di Bogota, <em>pan </em>mereka ngebangun Trans-Bogota <em>same</em> <em>Bicycle Lane</em> di seluruh penjuru kota. <em>Ntu due </em>cara tadi ditambah teladan sama tegas<em>nye</em> Bang Mayor Bogota, masalah di<em>sono</em> beres Bang..</p>
<p style="text-align:justify;">Nah di Jakarta, pemerintahan Abang baru <em>ngebangun</em> Trans Jakarta <em>aje</em> kan, Bang..Jujur ni Bang, naek Bus ntu mahal, Bang..Dibandingin <em>same nyicil same</em> beli <em>bengsin</em> motor, jauh lebih mahal. Abang <em>kagak</em> percaya? Coba <em>aje </em>Abang<em> itung ndiri. </em>Nah, biar kagak mahal lagi Bang, solusi <em>Bicycle Lane</em> <em>ntu</em> Abang adaptasi juga dong. Banyak lagi Bang rakyat Jakarta <em>nyang </em>mau sepedaan. Yakin <em>dah</em>, Bang.. <em>Pan </em>mereka tau, sepedaan sehat. <em>Ntu liat, </em>anak buah Abang, <em>nyang </em>Walikota Jakarta Selatan, <em>ntu biangnye </em>Sepedaan <em>die. Ane </em>liat sepeda ontelnya <em>aje </em>ngiri..</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang <em>mah ye</em> Bang, orang mau sepedaan <em>kemane-mane dianggepnye</em> gila. Lha kota Abang sama sekali kagak bisa dipake buat sepedaan (<em>ntu </em>juga paling hari minggu pas jalanan kosong <em>plong</em>). <em>Ampir same</em> Bang <em>same nyang namanye </em>bunuh diri, berarti kalo diliat dari sisi <em>agamenye same aje dose</em>. Biar<em> dose kite nyang </em>naik sepeda kagak nambah lagi, Abang buatin dong <em>fasilitasnye</em>, Bang. <em>Kagak bakal</em> lebih mahal Bang daripade biaya rugi<em> nyang nimbul </em>gara-gara Jakarta macet. <em>Bener dah</em>&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ni Bang, ane kasi list dah <em>ape-ape aje nyang diperluin bakal Bicyle Lane:</em></p>
<p style="text-align:justify;">1. <em>Bicycle Lane</em>..hehe (Cat kuning <em>bakal ngecet</em> lajur di trotoar, Konblok Segitiga <em>nyang </em>banyak).</p>
<p style="text-align:justify;">2. Marka Jalan, kasih <em>tande</em> biar keliatan kalo <em>ntu</em> jalur buat sepeda, bukan jalur motor..</p>
<p style="text-align:justify;">3. Tempat Penitipan / Parkiran Sepeda, yang dilengkapi dengan ruang locker dan kamar mandi. Ane denger, soal yang ini sudah ada Mall yang mau mulai. Di FX Jl. Jend. Sudirman sana <em>kalo ane kagak</em> salah, Bang. Harapan ane, Abang bisa ngasi anjuran untuk pengelola gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan untuk bikin ini. Insya Allah Bang, jumlah pesepeda di Jakarta bakal terus <em>nambah</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Ayo Bang, Jalur hijau dengan pepohonan yang rindang dibangkitkan lagi. Jangan takut sama pemilik bangunan yang melanggar, apalagi yang SPBU itu, Bang.. hehehe.. Hajar aja, Bang. Tegas <em>dikit dah</em>..</p>
<p style="text-align:justify;">Abang Foke yang ahli nan bijaksana. <em>Kite</em> sama-sama tau, Abang kan lulusan Arsitektur Perencanaan Kota dan Wilayah dari negeri Jerman sono, buktiin keahlian Abang. Rakyat Jakarta nunggu kebijaksanaan Abang. Bang, baca surat ane ya, Bang&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Wassalam,</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Aditya Sani</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityasani.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityasani.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityasani.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityasani.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityasani.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityasani.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityasani.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityasani.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityasani.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityasani.wordpress.com/667/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=667&subd=adityasani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityasani.wordpress.com/2009/07/31/surat-buat-bang-fauzi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/510ce067752dc7b0146c37836274356d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditya sani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran dari Demokrasi</title>
		<link>http://adityasani.wordpress.com/2009/07/09/pelajaran-dari-demokrasi/</link>
		<comments>http://adityasani.wordpress.com/2009/07/09/pelajaran-dari-demokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 08:30:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya sani</dc:creator>
				<category><![CDATA[indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityasani.wordpress.com/?p=650</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, merupakan pagi yang cukup spesial untuk saya. Saya bangun tidur sembari tersenyum. Membayangkan kemenangan yang akan datang dalam tempo sesingkat-singkatnya. Teman, untuk kali pertama, saya memiliki keyakinan yang besar pada pemimpin yang akan saya pilih.
Bertemu tetangga sepanjang jalan menuju TPS, saya bertanya kepada beberapa tetangga: pilih siapa pagi ini? Beberapa menjawab JK, beberapa lainnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=650&subd=adityasani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Kemarin, merupakan pagi yang cukup spesial untuk saya. Saya bangun tidur sembari tersenyum. Membayangkan kemenangan yang akan datang dalam tempo sesingkat-singkatnya. Teman, untuk kali pertama, saya memiliki keyakinan yang besar pada pemimpin yang akan saya pilih.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertemu tetangga sepanjang jalan menuju TPS, saya bertanya kepada beberapa tetangga: pilih siapa pagi ini? Beberapa menjawab JK, beberapa lainnya menjawab SBY. Tidak terdengar jawaban bahkan berbisik soal Mega. Saya terus berjalan menuju TPS 031. Pukul 7.45, sesampainya disana belum terlihat aktivitas, selain dua orang hansip yang berjaga. Kemana anggota KPPS yang lainnya? Biasa, Indonesia, karet.</p>
<p style="text-align:justify;">Undangan memilih saya letakkan di meja pendaftaran. Akhirnya, anggota KPPS yang lain datang, seremoni kecil diadakan. Lima belas menit kemudian, saya akhirnya dipanggil. Dengan kaki kanan maju lebih dahulu dan bismillah di dalam hati, saya mengambil surat suara yang menjadi hak saya. Spidol merah saya goreskan pada kotak ketiga seperti logo sebuah merek sepatu kenamaan. Kelingking saya pun tercelup tinta biru yang kabarnya tak luntur seminggu itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pesta Demokrasi kemarin pagi mengajarkan saya untuk saling menghormati pilihan politik sesama warga negara. Beruntung saya bukan orang yang punya kecenderungan untuk bersikap fanatik terhadap sesuatu. Ah, dan yang menyenangkan adalah ternyata banyak tetangga yang belum saling kenal karena selama ini mereka disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Pesta Demokrasi, mengajarkan kepada kita bahwa pilihan seseorang, siapapun dia, ditentukan oleh bagaimana dia memandang sesuatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendukung Mega-Pro buat saya pribadi, cenderung menginginkan kemudahan dalam hidupnya.  <em>Tagline</em> yang pro-kerakyatan kabarnya begitu mempesona mereka, BBM murah, Sembako bersubsidi, dan lain-lainnya. Hal-hal yang buat saya pribadi, agak mustahil dilakukan di negeri ini, karena minimnya dana yang ada di APBN.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendukung SBY-Boediono buat saya pribadi, cenderung mengagumi kharisma seorang SBY dan mungkin lebih senang kepada sosok yang santun dan terlihat seperti seorang pemikir. Beberapa pemilihnya merasakan adanya perbaikan dalam kehidupan mereka, seperti kesan yang saya tangkap pada beberapa supir taksi yang pernah saya temui. Banyak dari mereka yang menyatakan selama masa pemerintahan SBY, rejeki mereka semakin baik, dengan pendidikan anak-anak yang gratis karena kebetulan dana BOS di sekolah mencukupi. Saya rasa cukup banyak yang merasakan hal yang sama dengan para supir taksi tersebut. Pun banyak pula yang merasakan sebaliknya, karena sistem birokrasi kita yang juga masih jauh dari sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Lima tahun itu ya kurang lah, mas adit. Maka sebaiknya, kita lanjutkan saja, mas!</em>&#8220;, begitu pesan seorang teman yang berusia cukup jauh diatas saya. Saya menjawab, &#8220;<em>Iya, mas, idealnya sebenarnya SBY tetap bersama JK. Karena dengan begitu pemerintahan bisa kuat didukung dua partai yang besar. Tapi, apa boleh buat. Nasi sudah menjadi bubur. SBY lebih ingin partainya bertahan setelah 2014 ketimbang habis begitu saja setelah beliau lengser nantinya. Mungkin itulah sebabnya beliau lebih memilih cawapres yang bukan dari partai untuk kelangsungan Demokrat. Bayangkan bila anggota PKS atau partai lain yang dimajukan sebagai cawapres. Perlahan pasti Demokrat tenggelam &#8230; </em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang diharapkan Denny JA, pasangan SBY-Boediono pun perlahan tapi pasti sepertinya akan memenangkan Pilpres 2009 ini, satu putaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendukung JK-Wiranto, masuk kepada kelompok yang sudah bosan melihat lambatnya gerak pemerintahan SBY,  hutang negara 5 tahun terakhir yang semakin menumpuk, dan ketakutan atas Rezim baru yang langgeng kelak (pun saya percaya rakyat tidak akan membiarkan sejarah Orba berulang). Dan percaya bahwa JK yang  <em>ceplas-ceplos bin cas cis cus</em> geraknya ini, mampu membawa Indonesia lebih mandiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Hmm,.. Hasil Quick Count muncul berbondong-bondong, yang patut disayangkan hasil tersebut keluar saat pemilihan berlangsung. Lucu memang, bagaimana media hari ini bisa melanggar batas api. Sadar atau tidak , mereka menggiring publik untuk memilih salah satu pasangan, seperti yang dilakukan banyak lembaga survey elektabilitas pasangan yang ber&#8217;sponsor&#8217; sebulan terakhir. Begitulah politik dan tehnik pemasarannya yang semakin hebat tahun-tahun belakangan ini. Dan begitu pula rakyat kita yang akhirnya membeli pasangan itu untuk menjadi pemimpin Indonesia. <em>Wisdom of the crowds</em>, suara rakyat yang mewakili suara Tuhan. Kubu SBY-Boediono dan kubu JK-Wiranto sama-sama menggelar Zikir Akbar pada malam 7 Juli. Dan Allah Azza Wa Jalla nampaknya lebih memilih mengabulkan do&#8217;a pasangan SBY-Boediono.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mereka yang kemarin membayar hak sebagai pemilih. Teman, kita sudah sama-sama memilih, tangan ini sudah turut serta memasang batu pertama pemerintahan lima tahun kedepan. Kita punya tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia untuk terus mendukung pemerintahan yang menjadi pemenang kelak. Mendukung bukan sekedar mendukung, tetapi juga mengawasi dan memberikan kritik. Percayalah bahwa pemerintah yang baik pada dasarnya mencintai kritik, karena dari sanalah perbaikan bisa dimulai. Maka kritiklah sebaik yang bisa kita lakukan, karena dengan begitu kita lagi-lagi membayar hak kita sebagai warga negara yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityasani.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityasani.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityasani.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityasani.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityasani.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityasani.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityasani.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityasani.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityasani.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityasani.wordpress.com/650/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=650&subd=adityasani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityasani.wordpress.com/2009/07/09/pelajaran-dari-demokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/510ce067752dc7b0146c37836274356d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditya sani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>