Archive for the ‘buku bagus’ Category

t

ask yourself this:

have you ever lost someone you love and wanted for one more conversation, one more chance to make up for the time when you thought they would be here forever? if so, then you know you can go your whole collecting days, and none will outweigh the one you wish you had back.

what if you got it back?

~mitch albom, for one more day.

 

for one more day

on November 4, 2009 by aditya sani

2 Comments

t

Dua hari yang kulewati habis untuk membaca potongan-potongan mozaik yang digoreskan pena Andrea Hirata. Membaca tulisannya seolah menjadi orang ketiga yang menyaksikan langsung narasi demi narasi yang diberikan. Aku jatuh cinta sekaligus ingin mengecap pengalaman yang sama.

Pikiranku melayang-layang limbung ditengah kesadaranku. Aku tersenyum, lamat-lamat kemudian dahiku mengerut, mataku membayang berkaca-kaca. Aku merindukannya memang. Sebuah tulisan yang menggugah selera hidup. Mendorong ruh-ruh manusia untuk mencapai titik kesadaran sempurna. Mengejar mimpinya.

Seperti kata Riri Riza, “A must read!”.

update : Edensor, buku ketiga dari tetralogi ini akan semakin membawa pembaca dalam dunia yang ditulis Andrea.

tetralogi Laskar Pelangi

on September 26, 2008 by aditya sani

17 Comments

t

Indonesia tanah air beta/Pusaka abadi nan jaya/ Indonesia sejak dulu kala /Tetap dipuja puja bangsa /Di sana tempat lahir beta/Dibuai dibesarkan bunda /Tempat berlindung di hari tua Tempat akhir menutup mata/ (Indonesia Pusaka -Ismail Marzuki)

Teman-teman pasti ingat lagu ini kan. Sering dinyanyikan dengan merdu nan syahdu merindu oleh Rebecca, seorang penyanyi cilik. Lagu yang digubah Ismail Marzuki ini terinspirasi dari sejarah bangsa yang terkadang kita sendiri, sebagai anak bangsa, seolah lupa.

Sebagai sebuah bangsa, kita mungkin lupa, tentang arti bermasyarakat dan berbangsa. Sehingga sebagai sebuah bangsa, masing2 individunya kehilangan semangat untuk saling menginspirasi. Bahwa sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang bersatu, mungkin quote lama yang tidak lagi berlaku saat ini. Ya, sebagai sebuah bangsa kita bukan hanya butuh bersatu, tapi kita juga butuh contoh, atau teladan, sebuah inspirasi.

Inspirasi..

Omong-omong soal inspirasi, novel Laskar Pelangi, gubahan Andrea Hirata, telah menginspirasi banyak pembacanya di Indonesia. Si penulis mengajarkan pembacanya untuk peduli, berkemauan untuk berubah, dan bermimpi setinggi mungkin, hingga bahkan mengalahkan dunia.

Saya teringat seorang teman yang bertanya pada saya, “Bang, gmana ya biar kampung saya di sukabumi bisa maju?”. “Saya tidak relijius, tapi saya juga tidak punya ilmu yang cukup untuk membawa kampung saya maju..”, ia menambahkan. Saya cukup lama tertegun berusaha memberi jawaban. Saya tidak tahu jawabannya, karena sejujurnya saya pun belum cukup untuk bisa dibilang relijius, apalagi berilmu.

Teman saya ini, sejauh yang saya tahu, punya mimpi tentang perubahan kampungnya. Ya, lingkupnya sempit memang, sebuah kampung. Tapi coba bayangkan bila di negeri kita, di tiap kampungnya, punya pemimpi sepertinya. Pemimpi yang sederhana, memimpikan perubahan, sebuah kemajuan, setelah hidup ini mungkin terasa terlalu tenang, membosankan, seolah bukan hidup seorang pemenang. Coba bayangkan para pemimpi kemudian bergerak dengan cepat seperti arus air menghantam karang, sekeras apapun karang itu, setinggi apapun mimpinya. Diterabasnya karang, dan terpecah. Kemudian arus tadi mengalir deras ke muara, tempat penerjunan yang menghasilkan sebuah lompatan jauh, a great leap! menggapai impian.

Indah bukan…

———-

Hari-hari belakangan, saya kehilangan inspirasi dan motivasi. Menginjakkan kaki kembali ke jakarta, dan memasuki dunianya, tidak pernah terbayang akan seberat ini. Saya sendiri seorang pemimpi, selalu bermimpi menjadi besar, bermimpi menjadi sesuatu yang tidak terdefinisi. Senang rasanya ketika bermimpi, kaki terasa lebih ringan untuk melangkah karena kita termotivasi. Saya selalu ingat nasihat bahwa langkah mengejar mimpi itu seperti usaha akan selalu didukung olehNya, sekecil apapun mimpi itu, selama kita mau berusaha. Malam ini, menyaksikan Kick Andy, saya kembali terinspirasi. Saya siap menjadi arus itu, bergerak bersama anda semua.

Well, goodnight, goodluck! Godspeed!

——————

p.s. : saya merasa harus membubuhkan lirik dibawah ini, karena sederhana namun kuat dalam maknanya. seperti arus air mengejar lompatannya.

mungkin adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

laskar pelangi (nidji)

Sudah baca buku laskar pelangi teman-teman? Kalau belum, mungkin teman-teman bisa tunggu filmnya diputar tgl 25 september ini.

tentang mimpi dan Laskar Pelangi

Tagged: , , , on September 13, 2008 by aditya sani

3 Comments