Archive for the ‘puisi’ Category

Post

seperti manusia jawa

In puisi on April 3, 2008 by aditya sani

yang tidak tertulis
terpecah pecah menyebar
manusia membaca lewat jendela
lewat gerimis panjang
lewat kemarau kering mengeringkan
lewat tangis gagak malam lirih
lewat keriangan kucing mencumbu sesama
hati dibawa alam raya
membaca pertanda
membaca pertanda
bukan seperti kematian
lebih seperti kehidupan

seperti manusia jawa
bergerak lambat
menunggu pertanda

24.01.2007 08:32

*kesabaran dan keikhlasan pasti membuahkan hasil

Post

habis aku bersejarah

In puisi on April 3, 2008 by aditya sani

aku remah-remah linglung diantara rimba hati
dimakan bicara

                ditelan massa
hidup yang hanya satu tak layak ujar
hidup yang kujalani tak layak teman

siapa ingin mendengar
remah-remah linglung
                    diantara
                            kamu dan aku

kepingan memori yang kuingat
aku kecil, tak layak teman
                                    tak layak hidup

kamu kepingan pualam trauma lalu berlalu
memakan bicara
                    mengikut massa

hidup yang hanya satu ingin panjang
hidup yang hanya satu tak ingin teman

apa kamu mau mendengar
                                remah remah keluh kesah

dihadapan aku
                    kamu
                                   besar besar
        meradang
                        melumatku habis
    sehabis senja habis

habislah aku bersejarah

12 juli 2007

Post

imaji terakhirku

In puisi on April 3, 2008 by aditya sani

bila saja, malam ini aku bersamanya
berbicara dengannya

bila saja malam ini bila saja

gadisku
aku ingin terbang tinggi
hingga menggapai puncak kastil yang mengurungmu
aku ingin berenang dalam
hingga kucapai dasar hatimu

tuhan bicara padaku tentangmu hatimu
dan bicara kamu membenciku

aku manusia sama
rendah sama
bajingan yang sama, seperti 2 hari, seminggu atau
setahun yang lalu

untuk wanita yang pernah masuk dalam hidupku
aku memintamu mengenalku

15.03.2006 10:40
di penghujung malam, akhiri imajiku malam ini
kali ini tanpa kopi garam yang kurindu

Post

ada lagi yang mati

In puisi on April 3, 2008 by aditya sani

semalam malaikat tertawa padaku

datang lagi katanya
disana ada aku, kamu dan malaikat itu
tuhan tahu apa kukerjakan
tuhan tahu mana kupilih

bila saja aku tahu dia menunggu
aku akan tetap sama
sayang, ini aku
bukan dia, bukan malaikat itu

semalam malaikat tertawa padaku
ada lagi yang mati katanya

di pemakaman itu ada aku tertawa
malaikat berjas hitam,
dengan kacamata hitam,
dan dasi sama hitam
tersenyum
ada aku tertawa sekuat hati
tuhan tahu aku sayang padanya
diambilnya wanita itu sebelum sulit

semalam malaikat tertawa padaku
aku tak pernah hidup lama
seperti juga malaikat itu

12.02.2006 05:31

Post

silent night : hingga sudut pagi

In puisi on April 3, 2008 by aditya sani

semalam sama
sewaktu sama
bila saja waktu itu ada
bila saja memang

dia datang
aku yang hilang
bukan aku, apa kurasa
bukan dia, apa dirasa

siapa dia siapa dia
yang datang, dan patah
siapa dia siapa dia
di semalam yang sama
di depan kopi garam, dan rokok
tersenyum
                                gadis itu
                                        senyuman
                                                        paling setia

andai gambar berbicara
aku ingin dengar apa katanya
andai tulisan berkata lain, aku ingin membaca
andai aku tau
siapa dia siapa dia
di semalam yang sama

03.30. 03.02.2006