Entah apa yang ada di benak Ehud Olmert ketika memberi perintah serangan yang membabi buta ke wilayah pemukiman penduduk di jalur Gaza. Kemarin siang, Olmert memberikan keterangan mengenai serangan tersebut bahwa serangan dilakukan untuk memerangi HAMAS dan bukan penduduk di pemukiman di Gaza. Namun, Israel akan menyerang siapapun mereka yang memiliki kaitan langsung dengan HAMAS, tambah Olmert.
Olmert dan seisi pemerintah Israel sedang bermain-main nampaknya. Mungkin mereka ingin menguji reaksi Internasional, dan tentu saja saudara tua Israel, Amerika Serikat. Presiden SBY meminta Dewan Keamanan mengambil langkah-langkah untuk menghentikan lontaran-lontaran bom Israel. Ban Ki Mon, sekjen PBB, telah memerintahkan gencatan senjata. Pemerintah Israel tidak ambil peduli. Hingga tadi malam, serangan yang membabi buta terus berlanjut.
Lagu perubahan yang dinyanyikan Obama pada saat kampanye, minggu ini diuji. Hanya Amerika yang mampu mematahkan dominasi kekuatan militer Israel di Timur Tengah. Amerika? Ya, negara-negara Arab terpecah belah terbagi menjadi faksi-faksi sejak Perang Teluk I, menyebabkan Timur Tengah mudah dikuasai sudut demi sudut secara geopolitik. Dan dari sekian banyak negara Arab, hanya Iran yang mungkin memiliki kekuatan besar dan non-sekuler. Masalahnya, Iran juga berpotensi untuk menyulut perang besar lainnya dengan Israel tentunya. Dendam kesumat baru yang takkan berkesudahan.
Israel punya nuklir. Israel saat ini juga memiliki teknologi paling mutakhir untuk menciptakan senjata perang. Iran juga mengembangkan hal yang sama. Demi menjaga keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Dunia percaya Iran tidak akan menggunakan sumber daya tersebut bila tidak terdesak. Tapi, dunia tidak akan pernah bisa percaya pada Israel. Ambisi pemerintah Israel dengan dalih holocaust di Jerman untuk berjuang merebut kembali tanah suci Jerusalem, telah mengorbankan banyak nyawa yang tidak terlibat dalam perang dan tidak memilik dendam sama sekali.
Alih-alih menghabisi HAMAS, serangan-serangan Israel yang serampangan justru menyulut api-api kecil dendam di dalam hati rakyat Palestina. Dan di keesokan hari mungkin lahir martir-martir muda HAMAS yang siap memecah kerumunan penduduk Israel.
Untuk Jihad? Bukan, mereka sekedar membayar trauma dan dendam atas kehilangan.









