
Sodik Adi Indarto: "Gogel di kaskus aja bro...banyak"
Hahahaha…yang begini ni yang salah kaprah..
catatan ringan menjelang senja..


Sodik Adi Indarto: "Gogel di kaskus aja bro...banyak"
Hahahaha…yang begini ni yang salah kaprah..
on April 27, 2009 by aditya sani

Reriungan Blogger bersama Prabowo Subianto, seperti sudah diduga lebih di format sebagai bagian dari kampanye Gerindra dan dirinya sendiri. Bukan sebagai sebuah diskusi yang memberikan pencerahan, jawaban-jawaban yang diberikan oleh Prabowo, cenderung ke arah diplomatis nan teoritis. Seperti pengakuannya Prabowo memang bukan seorang ekonom, Ia bergantung kepada para ekonom yang sering disebutnya sebagai kolega, yang tergabung dalam Institut Garuda Nusantara.
Dua hal yang menurut Prabowo paling penting yaitu Solve the problem to boost Indonesia’s economy dan Clean Bureaucracy. Prabowo berulangkali menekankan pentingnya meningkatkan pendapatan para birokrat dan pejabat, untuk mendorong kinerja dan mencegah terjadinya korupsi.
Dalam kapasitas sebagai ketua umum HKTI, dia cukup memiliki kompetensi dalam menjelaskan masalah pertanian di Indonesia. Walaupun, jelas belum sekaliber Siswono Yudo Husodo. Audience pun nampaknya kurang tertarik mendengarkan penjelasannya mengenai competitive advantage Indonesia dalam bidang Pangan dan Pertanian.
Yang patut disayangkan, Prabowo berulang juga membandingkan Indonesia dengan Singapura, yang menurut saya bukan perbandingan yang pas, jauh dari pas. Karena, Singapura secara demografis bahkan tidak lebih besar dari Jakarta. Dalam hal yang lain pun tak sebanding. Untuk sebuah impian, bolehlah kita memimpikan Indonesia yang sesejahtera Singapura, walaupun Singapura pada akhirnya bergantung pada sumber daya negara lain.
Satu hal lagi, ketika menjawab setiap pertanyaan, Prabowo sering melakukan ‘lari marathon’ sebelum akhirnya mengarah ke finish, tanpa menjawab pertanyaan dengan lengkap.
Pertanyaan ‘How-to‘ atas two-digit growth yang diimpikan Prabowo, dijawab dengan case study pada pengembangan Pohon Aren di berbagai Negara seperti Tanzania, Brazil, dll untuk pengembangan bio-ethanol. Yang ironis menurut Prabowo, bibit pohon aren yang digunakan diberbagai negara diperoleh dari Tomohon, Sulawesi Utara. Masih menurutnya, apa yang diceritakannya merupakan salah satu bagian dari Program yang akan dia jalankan. AFAIK, bio-ethanol saat ini justru menjadi masalah di AS karena pengembangannya ternyata mengganggu ketahanan pangan. Karena, petani pada akhirnya lebih memilih memproduksi bahan bio-ethanol ketimbang bahan pangan.
Best part of today’s show: Menjelang tutup acara, ada dua perwakilan ‘anggota masyarakat’ yang seolah bersimpati pada Prabowo Subianto. Perwakilan pertama dari seorang ibu yang mengapresiasi dan percaya pada usaha Prabowo. Sedang yang kedua dari anak-anak muda yang katanya sebelumnya berfikir ‘Golput’, saya sendiri ragu antara mereka golput atau mereka belum cukup umur. Ah ya, sebelum anak-anak muda itu menyampaikan ‘isi hati’-nya terlebih dulu diputar sebuah jingle Tidar (Tunas Indonesia Raya), Kelompok Pemuda-Pemudi yang berafiliasi dengan Gerindra. Mereka yang hadir nampak bingung melihat kejanggalan ini.
Sekian resume yang bisa saya berikan atas pertemuan dengan Prabowo malam ini. Di akhir acara tadi, juga dibagikan sebuah buku berjudul ‘Membangun Kembali Indonesia Raya: Haluan Baru Menuju Kemakmuran’ yang ditulis oleh Prabowo Subianto dan tim Institut Garuda Nusantara (Fadly Zon, dkk.). Mengenai buku itu, bila sempat, nanti akan saya baca dengan seksama sembari di kritisi. Bila sempat, dan tidak membosankan isinya.
on April 1, 2009 by aditya sani
View more by category: opini (65), politik (26), sosial (26), ekonomi (18), indonesiana (50), personal (51), inspirasi (14), travelling (18), jakarta (15), puisi (20). Or by month: November 2009. Or visit the Complete Archive.