<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Aditya Sani</title>
	<atom:link href="http://adityasani.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adityasani.wordpress.com</link>
	<description>catatan ringan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Dec 2009 12:34:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='adityasani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/27c2f1f22a17f396ccb8cdffd0c087d2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Aditya Sani</title>
		<link>http://adityasani.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>jika jarak bisa digulung</title>
		<link>http://adityasani.wordpress.com/2009/12/01/jika-jarak-bisa-digulung/</link>
		<comments>http://adityasani.wordpress.com/2009/12/01/jika-jarak-bisa-digulung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 10:13:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya sani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityasani.wordpress.com/?p=835</guid>
		<description><![CDATA[Saya menemukan sebuah notes di akun fb milik seorang teman, Dita Ramadhani, yang ditulis untuk beberapa orang sahabatnya. Begini bunyi notes tersebut:
&#8212;
jika jarak bisa digulung
seperti senar layang-layang
akan kutarik kau biar kering sudah darah itu terbawa burung jalak entah ke mana
mungkin ke penantian sudut mimpi
kuberi napas di kantung waktumu
seraya memandangi jarum berdetak menguap pagi pergi
ini mimpi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=835&subd=adityasani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya menemukan sebuah <em>notes</em> di akun fb milik seorang teman, <a href="http://modaobscura.blogspot.com/" target="_blank">Dita Ramadhani</a>, yang ditulis untuk beberapa orang sahabatnya. Begini bunyi <em>notes</em> tersebut:</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:center;">&#8212;</p>
<p style="padding-left:60px;">jika jarak bisa digulung<br />
seperti senar layang-layang<br />
akan kutarik kau biar kering sudah darah itu terbawa burung jalak entah ke mana<br />
mungkin ke penantian sudut mimpi</p>
<p style="padding-left:60px;">kuberi napas di kantung waktumu<br />
seraya memandangi jarum berdetak menguap pagi pergi</p>
<p style="padding-left:60px;">ini mimpi episode sembilan sembari menenung benang-benang kulitmu<br />
menyulam regangan waktu yang berserakan bersama kerang putih seputih kulit indahmu<br />
bentangkan jadi selimut malam bersulur biru dimana engkau terpejam dalam hitam</p>
<p style="padding-left:60px;">mana memar yang lukai hatimu<br />
di sini jantungku sesak menghitung helai rambut sang malam<br />
serta bintang di sapuan angkasa</p>
<p style="padding-left:60px;">kita belum bisa berkata, belum sekarang, tidak sekarang atau mungkin tidak akan</p>
<p style="padding-left:60px;">jika jarak bisa digulung<br />
akan kutarik kau dari hutan pinus yang sesatkan arti jelaga<br />
kukeringkan danau agar engkau tak lagi wajib bercermin dan kura kura enggan menyapihmu dalam dahaga</p>
<p style="padding-left:60px;">kubebaskan dirimu tanpa kata kata<br />
tanpa ajian membelah bianglala<br />
hanya pelukan dari jemari berpeluh yang rindu air matamu dan kamu<br />
serta kata maaf yang dulu diajarkan orangtua kita tanpa lekukan ombak seperti di salah satu lukisan hitam putihmu</p>
<p style="padding-left:60px;">begitu sederhana, begitu saja</p>
<p style="padding-left:60px;">salam sayang,<br />
dita</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:center;">&#8212;</p>
<p>Mata saya basah mbaca <em>notes</em> nya.</p>
<p><em>Ah emang dasar mellow!</em></p>
<p>Kalo kamu? :p</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityasani.wordpress.com/835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityasani.wordpress.com/835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityasani.wordpress.com/835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityasani.wordpress.com/835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityasani.wordpress.com/835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityasani.wordpress.com/835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityasani.wordpress.com/835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityasani.wordpress.com/835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityasani.wordpress.com/835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityasani.wordpress.com/835/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=835&subd=adityasani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityasani.wordpress.com/2009/12/01/jika-jarak-bisa-digulung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/510ce067752dc7b0146c37836274356d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditya sani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>racau #3: histeria</title>
		<link>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/30/racau-3-histeria/</link>
		<comments>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/30/racau-3-histeria/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 15:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya sani</dc:creator>
				<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[racau]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[histeria]]></category>
		<category><![CDATA[kejiwaan]]></category>
		<category><![CDATA[psikiater]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityasani.wordpress.com/?p=831</guid>
		<description><![CDATA[Baru semalam racauan saya soal rasa takut dan prinsip kenal diri ditulis. Dan hari ini, dua kejadian yang memprihatinkan terjadi di dua mall besar Jakarta: siang hari, seorang perempuan kabarnya bunuh diri dari lantai 5 di Grand Indonesia; selepas maghrib, seorang laki-laki dikabarkan berlari sebelum kemudian lompat dari lantai 5 di Senayan City.
Bunuh diri bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=831&subd=adityasani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Baru semalam racauan saya soal rasa takut dan prinsip kenal diri ditulis. Dan hari ini, dua kejadian yang memprihatinkan terjadi di dua mall besar Jakarta: siang hari, seorang perempuan kabarnya bunuh diri dari lantai 5 di Grand Indonesia; selepas maghrib, seorang laki-laki dikabarkan berlari sebelum kemudian lompat dari lantai 5 di Senayan City.</p>
<p style="text-align:justify;">Bunuh diri bisa terjadi karena beberapa alasan, termasuk depresi, putus asa, tekanan emosional, sakit fisik, rasa malu, rasa bersalah, kecemasan, kesulitan keuangan, atau situasi yang tidak diinginkan lainnya. Nah, sejauh yang saya tahu, bunuh diri merupakan sebuah fenomena yang dapat digolongkan ke dalam &#8220;histeria&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Ingat kasus kesurupan massal yang beberapa kali terjadi di sejumlah sekolah, lagi-lagi sejauh yang saya tahu itu merupakan contoh dari &#8220;histeria&#8221;. Ada rasa takut yang seolah ditularkan dari sebuah kejadian, kadang berlangsung sangat cepat, kadang juga bisa memakan waktu panjang: bahkan tahunan. Bergantung kepada kontrol emosi dan lingkungan pergaulan dari individu yang mengalaminya.</p>
<p style="text-align:justify;">Histeria, menggambarkan keadaan pikiran yang tidak dapat diatur karena rasa takut atau sebagai ekses dari emosi. Rasa takut kerap disebabkan oleh kejadian-kejadian di masa lalu seseorang yang melibatkan jenis konflik yang parah; keadaan dimana histeria terjadi bisa disebut sebagai &#8220;histeris&#8221;. Orang yang &#8220;histeris&#8221; kerap kehilangan kontrol diri karena sangat ketakutan. (via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hysteria" target="_blank">wikipedia</a>)</p>
<p style="text-align:justify;">Kadang manusia tidak sadar, dalam keadaan emosi tertentu, mendapatkan pengaruh yang begitu besar  melalui media tertentu untuk melakukan hal yang sama. Apa yang baru saja terjadi di Jakarta hari ini, bisa jadi merupakan salah satu contoh kasus yang patut di cermati dokter jiwa.</p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia, mungkin masih beruntung, karena kasus-kasus bunuh diri tidak se-<em>massive</em> seperti yang terjadi di Jepang. Bayangkan, hanya karena depresi atas hasil ujian seorang siswa di Jepang bisa melakukan bunuh diri. Belakangan karena krisis global, menurut <a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2009/05/05/76874/39/6/Angka_Bunuh_Diri_di_Jepang_Naik_Jadi_100_Orang_per_Hari" target="_blank">Media Indonesia</a> angka bunuh diri di Jepang per April 2009 <a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2009/05/05/76874/39/6/Angka_Bunuh_Diri_di_Jepang_Naik_Jadi_100_Orang_per_Hari" target="_blank"></a> bahkan mencapai 100 orang per hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Solusi yang paling sederhana untuk mengurangi hal ini salah satunya dengan meningkatkan kepedulian pada  keluarga, sahabat, dan teman. Seorang psikiater biasanya mengobati gangguan kejiwaan pasiennya dengan mengajaknya untuk membagi pengalaman yang dialaminya, salah satu caranya dengan <a href="http://www.healthyplace.com/abuse/wermany/projective-techniques-in-the-counseling-process/menu-id-846/" target="_blank"><em>projective technique</em></a>. Disadari atau tidak, proses ketika seseorang bercerita/berbagi mengenai apa yang sedang dialaminya melupakan salah satu metode pelepasan tekanan/stress.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, sudahkah anda melepas stress dengan bercerita hari ini?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityasani.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityasani.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityasani.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityasani.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityasani.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityasani.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityasani.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityasani.wordpress.com/831/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityasani.wordpress.com/831/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityasani.wordpress.com/831/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=831&subd=adityasani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/30/racau-3-histeria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/510ce067752dc7b0146c37836274356d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditya sani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>racau #2: kenal diri</title>
		<link>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/30/racau-2-kenal-diri/</link>
		<comments>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/30/racau-2-kenal-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 19:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya sani</dc:creator>
				<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[racau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityasani.wordpress.com/?p=827</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Myths which are believed in tend to become true&#8221; (george orwell)
Indonesia yang maju itu terdengar seperti mitos. Iya atau tidak? terserah bagaimana pikiran masing-masing mau menjawab. Kalau saya ditanya hal yang sama, saya lebih memilih percaya sepenuh hati, jiwa dan raga. Halaah..
Banyak yang salah tempat di negeri ini. Lulusan teknik nuklir dan sastra yang kini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=827&subd=adityasani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="padding-left:30px;text-align:justify;">&#8220;<strong><em>Myths which are believed in tend to become true</em></strong>&#8221; (<strong>george orwell</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia yang maju itu terdengar seperti mitos. Iya atau tidak? terserah bagaimana pikiran masing-masing mau menjawab. Kalau saya ditanya hal yang sama, saya lebih memilih percaya sepenuh hati, jiwa dan raga. Halaah..</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak yang salah tempat di negeri ini. Lulusan teknik nuklir dan sastra yang kini menjadi penjual motor di sudut malioboro, misalnya. Eit, yang itu belum tentu salah.  Mahasiswa Teknik Perminyakan lantas punya hobi desain website? Itu juga belum tentu salah. Hehehe..</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kenal diri, tahu apa tugas hidup, lantas percaya diri itu kuncinya kalau mau Indonesia maju,&#8221; begitu pesan seorang teman yang mengaku sudah mengenal dirinya setelah mencari selama lebih dari dua puluh tahun. Eh, lama juga ya buat kenal dirinya?!</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah punya mimpi? orang Indonesia biasa menyebutnya cita-cita. Saya lebih suka menyebutnya obsesi, sepertinya terdengar lebih bersemangat usahanya. Kalau mimpi kan dikerjakan sambil tidur-tiduran. Hahaha..</p>
<p style="text-align:justify;">Apa si obsesimu sebagai orang Indonesia? Indonesia yang sejahtera dan beradab! Sulit kaliiii..;p Coba persempit <em>scope of obsession</em>-nya ke wilayah personal. Hmm.. Obsesi personal seperti misalnya, seorang teman saya yang terobsesi untuk memasukkan Indonesia ke dalam GLIN (Global Legal Information Network).</p>
<p style="text-align:justify;">Kepingin jadi presiden? Itu obsesi bukan ya? Bisa jadi, tapi kok terdengar serakah ya? Hahaha.. Yakin kaliii, bisa jadi presiden. Ah, ya gak papa, semua orang kan ya harus saling menghargai. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">&#8220;<em><strong>Mythology will only transform us if we follow its directives. A myth is essentially a guide; it tells us what we must do in order to live more richly.</strong></em>&#8221; (<strong>karen armstrong</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau udah punya obsesi, biasanya lalu dibuat rencana. Pemerintah kita biasa menyebutnya Renstra (Rencana Strategis), kita enaknya nyebutnya apa ya? Hmm.. Kalau lima tahunan misalnya: Repelita? Hahaha.. kok ORBA banget ya? ;p</p>
<p style="text-align:justify;">Yauda, coba pake istilah yg lain, bebas deh. Apapun obsesinya, jangan lupa susun rencananya. Ingat, harus terobsesi lho, karena disitu lalu muncul etos kerja untuk mencapainya. Kalau cuma mimpi, paling banter juga ngiler..</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tulis lagi ya yang dibilang sama Karen Armstrong: <em>Mythology <span style="text-decoration:underline;">will only</span> transform us if we follow its directives</em>. Mesti nanya thooo: <em>Where&#8217;s the directives?</em> Lha itu tadi, bikin sendiri di rencana untuk mencapai obsesi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Duh! kok repot!</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Wee lhaaaa piye thoo..indomie kali instan!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityasani.wordpress.com/827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityasani.wordpress.com/827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityasani.wordpress.com/827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityasani.wordpress.com/827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityasani.wordpress.com/827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityasani.wordpress.com/827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityasani.wordpress.com/827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityasani.wordpress.com/827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityasani.wordpress.com/827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityasani.wordpress.com/827/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=827&subd=adityasani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/30/racau-2-kenal-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/510ce067752dc7b0146c37836274356d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditya sani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>racau #1: rasa takut</title>
		<link>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/30/racau-1-rasa-takut/</link>
		<comments>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/30/racau-1-rasa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 18:10:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya sani</dc:creator>
				<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[racau]]></category>
		<category><![CDATA[anxiety attack]]></category>
		<category><![CDATA[cemas]]></category>
		<category><![CDATA[gelisah]]></category>
		<category><![CDATA[panik]]></category>
		<category><![CDATA[rasa takut]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityasani.wordpress.com/?p=819</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;I learned that courage was not the absence of fear, but the triumph over it. The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear.&#8221; (mandela)
Apa si yang paling ditakutkan manusia? Binatang buas? Musuh? Tuhan? atau diri sendiri? atau rasa takut itu sendiri? Hmm..Takut pada rasa takut itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=819&subd=adityasani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="padding-left:30px;text-align:justify;">&#8220;<strong><em>I learned that courage was not the absence of fear, but the triumph over it. The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear.</em></strong>&#8221; (<strong>mandela</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Apa si yang paling ditakutkan manusia? Binatang buas? Musuh? Tuhan? atau diri sendiri? atau rasa takut itu sendiri? Hmm..Takut pada rasa takut itu sendiri? Darimana si datangnya rasa takut??</p>
<p style="text-align:justify;">Rasa takut dapat didefinisikan sebagai  &#8220;respons emosional atas ancaman yang diterima&#8221;. Karena rasa takut, lantas manusia dibuat cemas. Rasa takut sendiri berkaitan dengan perilaku melarikan diri dan penghindaran, sedangkan kecemasan adalah hasil dari ancaman yang dianggap tak terkendali atau tidak dapat dihindari. Yang patut dicatat adalah bahwa ketakutan selalu berhubungan dengan peristiwa-peristiwa masa depan, seperti situasi yang memburuk, atau keberlanjutan dari sebuah situasi yang tidak bisa diterima. Takut juga bisa jadi merupakan reaksi instan, untuk sesuatu yang sedang terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika menemui rasa takut dan cemas, lantas seseorang cenderung menjadi peragu, atau dalam bahasa yang lebih halus, &#8220;penuh pertimbangan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah bermain catur, lantas merasa dalam posisi terdesak &#8217;skak-mat&#8217;? Lantas fikiran yang seharusnya jernih mencari jalan keluar, justru jadi runyam dan rumit, karena emosi telah mengambil sebagian besar fungsi berfikir. Dan menggantinya dengan rasa takut dan cemas. Takut salah langkah, takut salah bicara, takut salah ini, takut salah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam jujitsu, diajarkan bahwa setiap kuncian lawan memiliki titik lepasan. Artinya dalam setiap masalah, pasti ada jalan keluar. Semua menyoal pada kejernihan berfikir untuk mencari penyelesaian, bukan mencari masalah baru yang memperumit keadaan. Seorang pembelajar jujitsu selalu diharapkan nihil dari emosi, karena emosi cenderung merusak daya berfikir. Karenanya dalam setiap pertarungan, akan sangat mudah mengalahkan lawan yang marah.</p>
<p style="text-align:justify;">Rinpoche, mengajarkan muridnya yang cemas dan diliputi rasa takut dengan menuangkan cangkir yang kosong dengan teh dari teko terus menerus hingga meluber ke luar cangkir tadi. Muridnya yang bingung, seorang biku muda dengan wajah cemas meminta Rinpoche berhenti menuang teh dalam teko tersebut. Rinpoche tersenyum, dan mengatakan bahwa pikiran sang biku muda persis seperti cangkir yang terlalu penuh. Lantas Rinpoche meminta muridnya untuk mengosongkan pikiran, dan berfikir jernih seperti cangkir yang kosong.</p>
<p style="text-align:justify;">Prinsip yang sama yang dilakukan manusia-manusia jawa lama yang melakukan &#8216;tapa&#8217; di gua yang dianggap keramat.  <em>Suwung</em>. Ah, kita tidak bicara soal hal-hal yang mistis. Atau samurai-samurai di Jepang yang kerap duduk dalam posisi sempurna, sambil mendengarkan nada statis yang dihasilkan ruangan, entah desir angin atau  gemericik air.</p>
<p style="text-align:justify;">Coba tanyakan pada diri sendiri, apa yang paling ditakutkan? lantas bagaimana melewati perasaan itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Konsep &#8220;ruang hampa&#8221; yang ternyata digunakan dalam banyak kepercayaan dan budaya untuk &#8216;mencari jawaban&#8217;, jangan-jangan juga bisa menjadi cara untuk mengalahkan rasa takut.</p>
<p style="text-align:justify;">Atau mungkin yang paling mudah: pejamkan mata, tarik nafas dalam-dalam, lalu hembuskan. Lakukan berulang.</p>
<p style="text-align:justify;">Hilang rasa takutnya? Oh, belum? Yuk kita ke psikiater? Jangan-jangan anda butuh terapi..hahaha</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">&#8220;<strong><em>He who controls others may be powerful, but he who has mastered himself is mightier still</em></strong>&#8220;, teriak Lao Tzu suatu ketika, dalam bahasa China tentunya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityasani.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityasani.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityasani.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityasani.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityasani.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityasani.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityasani.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityasani.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityasani.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityasani.wordpress.com/819/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=819&subd=adityasani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/30/racau-1-rasa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/510ce067752dc7b0146c37836274356d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditya sani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>never knew i needed</title>
		<link>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/26/never-knew-i-needed/</link>
		<comments>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/26/never-knew-i-needed/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 08:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya sani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityasani.wordpress.com/?p=810</guid>
		<description><![CDATA[
For the way you changed my plans, for being the perfect distraction, for the way you took the idea that I have. Of everything that I wanted to have, and made me see there was something missing.
For the ending of my first begin, and for the rare and unexpected friend.  For the way you&#8217;re something [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=810&subd=adityasani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://adityasani.wordpress.com/2009/11/26/never-knew-i-needed/"><img src="http://img.youtube.com/vi/ehmUs0ou1mc/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>For the way you changed my plans, for being the perfect distraction, for the way you took the idea that I have. Of everything that I wanted to have, and made me see there was something missing.</p>
<p>For the ending of my first begin, and for the rare and unexpected friend.  For the way you&#8217;re something that I’d never choose. But, at the same time something I don&#8217;t wanna lose. And never wanna be without ever again.</p>
<p>You&#8217;re the best thing I never knew I needed, so when you were here I had no idea. You&#8217;re the best thing I never knew I needed, so now it&#8217;s so clear I need you here always.</p>
<p>My accidental happily ever after, the way you smile and how you comfort me with your laughter. I must admit you were not a part of my book. But now if you open it up and take a look, you&#8217;re the beginning and the end of every chapter.</p>
<p>Who&#8217;d knew that I&#8217;d be here, so unexpectedly, undeniably happy. Sat with you right here, right here next to me. You&#8217;re the best thing I never knew I needed, so when you were here I had no idea. You&#8217;re the best thing I never knew I needed, so now it&#8217;s so clear I need you here always.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityasani.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityasani.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityasani.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityasani.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityasani.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityasani.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityasani.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityasani.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityasani.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityasani.wordpress.com/810/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityasani.wordpress.com&blog=5719746&post=810&subd=adityasani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityasani.wordpress.com/2009/11/26/never-knew-i-needed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/510ce067752dc7b0146c37836274356d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aditya sani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/ehmUs0ou1mc/2.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>