kata Habibie


hmm.. beberapa hari yang lalu dalam sebuah acara yang ditayangkan di metro tv, Bpk. B.J. Habibie  menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia, ada beberapa poin yang saya catat :

1. Berhenti berpolemik dengan satu masalah dan terjebak didalamnya

2. Tingkatkan anggaran pendidikan, Pak Habibie bilang, “Itu semua anak-anak harus dapat pendidikan, semua yang mau sekolah, harus digratiskan sekolahnya, tanpa pendidikan manusia tidak akan merdeka, tanpa merdeka, mereka tidak akan survive untuk membangun bangsa, kemerdekaan itu ada pada pendidikan.”

3. Gratiskan biaya kesehatan.. (saya lupa dia bilang apa lengkapnya)

4. Serahkan itu harga BBM kepada pasar saja, kalo yang mengelola harga pemerintah, terlalu banyak berpolemik nantinya.. (Dalam acara itu nampaknya banyak yang salah tangkap dengan poin ini). Dengan harga BBM yang sudah setara dengan harga pasar dunia, maka Public Transport (PT) harus didukung sama perkembangan teknologi, jangan gunakan PT yang menghabiskan energi migas, teknologi kan bisa dikembangkan bila pendidikan bangsa kita baik..

5. Dari semuanya, yang paling penting lakukan persiapan dulu, dukung dengan UU yang melindungi kesemua poin tadi. jangan lupa juga, dalam masa globalisasi seperti ini, negara-negara yang sedang membangun, seperti China, dan India, mereka kan mengkonsumsi banyak sumber daya, lepaskan ketergantungan kita pada negara-negara itu. (Saya menangkap poin ini sebagai lepaskan diri dari ketergantungan terhadap hutang melalui IMF misalnya, karena dibelakang IMF ada negara-negara yang pendonor yang merusak melalui mekanisme SAPs (Structural Adjustment Programs), dll)

Berpolemik

apa si sebenernya arti kata ‘polemik’, hmm..menurut wikipedia, polemik adalah sejenis diskusi atau perdebatan sengit yang diadakan di tempat umum atau media massa berbentuk tulisan. Polemik biasa digunakan untuk menyangkal atau mendukung suatu pandangan agama atau politik. Saya memaknai ucapan pak Habibie dengan “Ayo to kita punya bangsa yang besar, gemah ripah loh jinawi, jangan banyakan ributnya (baca: berpolemik), daripada kerjanya.”. Berita terbaru yang saya tonton barusan di metro tv, Priyo Budi Santoso (Fraksi PG DPR) malah berpolemik dengan mengatakan bahwa, “Pak Amien harus meminta maaf pada Pak JK karena memanggilnya dengan nama Jusuf Kollo (mungkin maksudnya Betara Kollo (Dewa Perusak)).” Saya kok malah gumun. Ini anggota DPR apa ya gak ada kerjaan lain ya, wong pak JK aja santai-santai aja..

Anggaran Pendidikan

Freire pernah mengajarkan satu hal yang besar relevansinya dengan konteks keindonesiaan, bahwa pendidikan itu membebaskan. Dengan pendidikan kebudayaan ‘bisu’ dapat dihapuskan, karena Indonesia cukup lama ‘bisu’ dibawah otoriterisme Orde baru. Model pendidikan di Indonesia adalah model ‘gaya bank’, sedang model yang ditawarkan Freire adalah model ‘hadap masalah’. Apa bedanya, model ‘gaya bank’ tidak mengajarkan pada manusia akan pilihan-pilihan yang bisa diambil, ‘disuapi’, sederhananya. Misalnya, Guru paling pintar, murid tidak tahu apa-apa; Guru mengajar, murid belajar dan menerimanya begitu saja, intinya sistem ini tidak membentuk sikap skeptis dan kritis pada murid. Sedangkan model ‘hadap masalah’, merupakan model yang mengajarkan manusia untuk melakukan pemilihan terhadap sebuah tindakan, dengan begitu, murid dapat terbiasa memilih apa yang baik menurutnya disesuaikan dengan minatnya, sehingga bisa menjiwai apa yang dipelajari.

Dalam konteks keindonesiaan, Anggaran Pendidikan kita yang sekitar Rp64,4 trilun (12 persen dari APBN), jelas tidak akan mampu menyediakan pendidikan yang layak bagi masyarakat. Apalagi yang membebaskan. Lha semuanya diproyekkan, akibatnya pasti ada juga di’komisi’kannya,..

Biaya kesehatan

Ini poin yang paling mbelgedes! Sakit di Indonesia tu mahalnya biayanya, Ya alloh..

Perhubungan

Di Inggris aja, udah ada mobil dengan batre, dicolok ke charger listrik yang ada di sudut-sudut trotoar jalan.. Kapan kita seperti itu? hmm.. Public transport yang penting, liat deh di jakarta ato di jogja aja deh yang deket, Bus Transjogja yang menurut saya lumayan bagus aja, belum cukup untuk mengontrol tingkat traffic di kota ini. Kendaraan bermotor makin banyak aja, saya yakin banyak yang masih kredit, orang mau kredit motor pake 500ribu puls KTP aja udah bisa skrg.

Persiapan

Ah, pejabat kita mana sempat nglakuin persiapan.. sibuk mereka dengan segala macam kepentingan pribadi atau partai..

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

2 thoughts on “kata Habibie”

  1. Ini poin yang paling mbelgedes! Sakit di Indonesia tu mahalnya biayanya, Ya alloh..

    kalo kata orang tua : lha kan sekolahnye aje mahal.

    kalo kata dosen saya : harusnya Indonesia pake sistem asuransi, seperti di luar negeri.

    kalo kata saya : ya jangan sakit, hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s