in memoriam


Perasaan saya malam ini bercampur aduk antara kecewa dengan haru. Perasaan itu muncul seketika motor saya dihentikan seorang teman lama saya sejak SD yang juga kini tinggal di jogja. Dia memberitakan duka cita, teman lama kami di jakarta meninggal dunia, akibat komplikasi. Penyebab komplikasi lah yang membuat saya merasa kecewa. Saya tidak akan menulisnya karena tidak akan etis untuk almarhum.

Pardo Pohan, alias M. Taufik Perdamaian Pohan, seorang teman lama, sejak kecil dia termasuk salah satu yang paling setia kawan. Seperti juga teman lainnya, kami dulu sering nakal di sekolah. Entah mengejek guru, bermain pistol gas di sekolah, dan banyak hal lainnya. Pardo pindah ke sekolah lain sejak akhir SMP. Sejak itu saya sangat jarang bertemu dengannya, paling bertemu saat ada acara besar yang diadakan teman lain, dan beberapa kali bertemu secara tidak sengaja.

Seperti juga Itang (Faisal Pasca Hutama), Raja dan Adit (Aditya Pratama), Pardo buat saya seorang sahabat. Saya tahu apa alasan dia mengambil jalan gelap itu hingga kematiannya, yang buat saya tragis. Ya, mati muda adalah hal yang tragis.

Ah sudahlah. Saya tidak mau berlarut-larut. Untuk Keluarga Pohan, mudah-mudahan diberikan ketabahan. Mudah-mudahan arwahnya diterima di sisiNya. Amiien.

Kita pasti bertemu lagi kawan, nanti.

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

1 thought on “in memoriam”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s