anti mental kere dan kebangkitan bangsa


Pada website Antara kemarin, saya menemukan sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh Perwakilan Wilayah Muhammadiyah Semarang. Fatwa tersebut berisi larangan (diharamkannya) menerima BLT (Bantuan Langsung Tunai). Karena menerima BLT sama saja dengan bermental kere (miskin), dan dinilai menurunkan martabat bangsa. Menurut berita tersebut fatwa ini pun didukung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, H. Din Syamsuddin.

– – –

Bangsa mental kere atau tempe atau miskin, pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai bangsa dengan mental yang lemah, tidak memiliki daya juang, lebih senang menerima daripada memberi.

– – –

Beberapa hari ini saya mengamati perkembangan implementasi Program BLT, memang belum dimulai pembagian bantuan tersebut. Ada hal yang membuat saya berdecak kagum. Dalam diskusi yang digelar salah satu televisi swasta nasional, dihadirkan Ketua Parade Nusantara (Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia), dan Deputi Menkokesra bidang Penanggulangan Kemiskinan. Apa yang menarik adalah, dalam diskusi ini Ketua Parade Nusantara tersebut dengan gamblang mengatakan bahwa sebagian besar perangkat desa di Indonesia menolak melaksanakan Program BLT. Beliau mengatakan bahwa, program BLT dapat merusak tatanan sosial yang terdapat di tingkat pedesaan. Karena kalaupun pembagian tersebut dilaksanakan, data penerima (masyarakat miskin) yang katanya ‘mutakhir’ tersebut ternyata data yang sama yang digunakan pada Program BLT sebelumnya (2005). Dan perkembangan jumlah masyarakat miskin terhitung 2005 cukup besar. Bahkan tanpa bukti statistik pun bisa dibayangkan tatanan sosial yang rusak akibat kecemburuan sosial yang timbul antara mereka yang menerima dan yang tidak menerima (karena tidak terdata).

Hal menarik lainnya adalah, dalam mensikapi Program BLT ini ada kelompok masyarakat miskin baik di perkotaan maupun pedesaan yang seharusnya ‘kebagian jatah’ menyatakan bahwa mereka lebih baik menolak ketimbang menerima bantuan tersebut. Menurut mereka, lebih baik mereka menunjukkan solidaritas sebagai bagian dari warga masyarakat.

Buat saya, dua fenomena diatas merupakan salah satu pertanda kebangkitan bangsa. Seperti kata H. Dedi Mizwar, “Bangkit itu Marah, Marah bila dilecehkan. Bangkit itu Malu, Malu bila minta melulu. Bangkit itu Tidak Ada, kata Menyerah atau Putus Asa. Bangkit itu Aku, Aku untuk Indonesiaku.”

Ada satu hal lagi yang menarik, Menkokesra Aburizal Bakrie, dalam sebuah wawancara diminta pendapatnya mengenai mereka yang menolak menerima BLT, “Masalah BLT itu hak, bukan kewajiban. Artinya, kalau hak itu boleh diambil, boleh juga tidak.”

Saya tidak habis pikir entah apa yang ada didalam pikiran yang terhormat Bapak Aburizal Bakrie. Sebagai Menkokesra seharusnya beliau tahu bahwa program BLT jelas-jelas tidak dapat menanggulangi kemiskinan, apalagi mengangkat kesejahteraan rakyat. Sebagai Menkokesra seharusnya beliau juga tahu, masalah kesejahteraan rakyat adalah kewajiban negara yang dibebankan pada beliau yang terhormat, dan bukan masalah hak atau kewajiban rakyat dalam mengambil BLT. Yang namanya hak ya harus diperjuangkan, bukan boleh diambil atau tidak. Yang namanya kewajiban ya harus dijalankan dengan BAIK, PAK!

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

4 thoughts on “anti mental kere dan kebangkitan bangsa”

  1. data yang dipake agak mutakhiran sih… update september 2006. wekkk tetep aja jadul.
    bingung emang mau ngatasin kemiskinan di Indonesia…

  2. pemerintah memang dasarnya hanya pura-pura bertanggung jawab. jadi wajar saja kalo datanya gk update. memang sulit mengumpulkan data, dan memang memakan waktu, tapi lantas buat apa ada BPS klo tidak menyediakan data mutakhir?

  3. maaf bung : Bang Ical belum pernah jd rakyat tp jd penguasa terus dan belum pernah jadi buruh tp sudah jd juragan dari kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s