menulis


Kalau saya boleh jujur, saya bosan dengan tulisan sendiri. Gaya bahasanya, pemilihan kata yang digunakan, ide tulisan yang itu-itu saja. Ya, jenuh saya menulis tentang itu-itu saja. Tapi, apa daya, mungkin sejauh ini kemampuan saya baru sampai situ. Mungkin saya perlu lebih banyak membaca, supaya referensi tulisan saya semakin luas, supaya pembaca juga lebih mudah memaknai tulisan saya. Karena, gaya penulisan saya yg remeh dan bertema membosankan, menurut saya tidak efektif dalam menyampaikan pesan yang ada dalam tulisan. Padahal, cita-cita saya menjadi penyampai pesan.

Saya iri dengan ndorokakung, pakdhe mbilung, si pejalan jauh, unclegoop, mas iman brotoseno, leksa, antobilang, dan banyak penulis (blogger lainnya) yang tulisannya -meminjam istilah teman saya– ‘membumi’. Terkadang mereka hanya berbagi entah kisah keseharian, pengalaman travelling, atau apapun, dan hebatnya tulisan mereka menjadi menarik, menggugah sekaligus menenangkan pembacanya. Buat saya, mereka mengagumkan.

—-

Saya tidak ingin menjadi penulis yang menggurui pembacanya. Saya lebih ingin menjadi penulis yang menjadi penggugah, penenang, dan teman bagi pembacanya. Ah ya, saya akan belajar menulis lebih baik lagi. Kalau saudara-saudara sekalian punya saran dan kritik, saya tunggu lho.

Terima kasih๐Ÿ™‚

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

14 thoughts on “menulis”

  1. waa..autokritik nih..sip2..”Saya tidak ingin menjadi penulis yang menggurui pembacanya. Saya lebih ingin menjadi penulis yang menjadi penggugah, penenang, dan teman bagi pembacanya”..tinggal ditambah “dengan gaya saya sendiri..” dan minjem judul buku dosen kom ugm,mas nunung: “..tulis saja,kapan lagi??!!”
    gud lak

  2. Dalam salah satu tulisan ndorokakung, disebutkan untuk menulis sehari satu post. Jika setiap hari nulis, salah satunya pasti akan ada yang bagus.

    Kalo ada yang jelek, paling cuma dicela๐Ÿ˜€

  3. nah itu dia Dit,..
    dikau mengatakan tulisan gw bagus,..
    sementara gw masih merasa kurang “jauh dari harapan”, perlu belajar banyak dari orang2 lain,..

    Gue pernah dengar kata seseorang, “penulis yang hebat itu adalah justru penulis yang tidak pernah puas dengan tulisannya sendiri…”

  4. “jangan membebani kata” demikian GM berpesan
    Tetapi menjadi penyampai pesan tidak selalu mudah memang. Sejarah sudah mencatat, bukan?
    Kalau boleh saran sih, dibaca dan dibaca lagi sebelum klik publish. Sedikit merepotkan, tapi ya begitulah, hehehe

  5. bah..
    nulis ya nulis aja. sesukamulah!
    tiap orang itu berbeda ya gaya tulisannya juga beda.. gausah merasa kurang ketimbang yang lain.

    lagi bosen sama desain kali? ganti template aja –> usul yang ngga nyambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s