lapak buku Aditya


Bagi orang Padang, sumatera barat, istilah merantau bukan hal yang asing lagi. Adalah Uda Deswan (24), salah satu perantau yang sedang meniti tangga kehidupan di Jakarta. Selepas SMA, ia mengawali kariernya sebagai ‘perantau’ dengan menyebrang ke Batam, mencari pekerjaan sebagai ‘apa saja’. Waktu berselang dan angin selatan kemudian membawanya kembali menyebrangi lautan timur Sumatera. Menuju Jakarta.

Jakarta, -meminjam istilah seorang teman blogger– memang sebuah kolam kesempatan, “pool of opportunities”. Begitu pun mungkin yang terbayang dalam benak Uda Deswan sebelum akhirnya memilih menetap di Jakarta.

Setibanya di Jakarta, ia sempat berdagang kain di pasar jatinegara bersama beberapa temannya. Tak lama berdagang kain, ia menjebloskan diri ke dalam dunia jual beli buku. Tidak dengan membuka lapak atau kios tetapi dengan gerobak dorong. Berkeliling menjajakan buku selama dua tahun. Lelahnya bukan main, bila melihat minat baca manusia-manusia Jakarta yang cenderung menurun.

Buku mungkin memang bukan barang dagangan yang mudah untuk dijual. Ada minat dan ketertarikan personal yang mempengaruhi seseorang untuk membeli buku tertentu. Harga pun seringkali menjadi bahan pertimbangan sebelum akhirnya sebuah buku dibeli. Uda Deswan menjual buku pun bukan karena tanpa sebab. Ia suka pada sejarah, terutama sejarah yang berkaitan dengan Sumatera Barat.

Ada sebuah buku kesukaannya yang ia tunjukkan pada saya, “Air Perjuangan Kemerdekaan di Sumatera Barat : Pengalaman Pribadi Brigdjen Polisi Johnny Anwar”. “Buku ini gak bakalan gw jual bang, sayang tinggal satu-satunya. Tadinye uda gw pasangin banderol harga 25ribu, tapi gw apus lagi. He he he..”, begitu ia mengomentari buku kesukaannya. Ketika saya tanya, buku apa lagi yang ia paling sukai, ia menunjukkan setumpuk buku Serial Cerita Rakyat yang memang sempat populer di tahun 90an.

Yang menarik, lapak buku ini terletak di sebuah sudut pertigaan lampu merah Cipulir. Salah satu lampu merah yang teramai dan mungkin paling macet di seantero Jakarta. Koleksi buku yang dimilikinya pun tidak main-main, semuanya koleksi lama. Dari buku Kenichi Ohmae (The End of Nation States) sampai buku-buku yang ditulis pengamat Ekopol Indonesia, Kwik Kian Gie. Beberapa buku sejarah dan ensiklopedia juga terlihat menumpuk di sudut kios ini. Selain itu, ada beragam jenis buku yang bisa menjadi pilihan para pembaca. Dari novel-novel berbahasa inggris sampai serial Cerita Rakyat yang disukai Uda Deswan.

Saya sendiri, ketika menemukan kios ini langsung mengobrak-abrik rak yang ada dengan mata saya. Hingga akhirnya membeli 3 buah buku, “The End of Nation State”, Kenichi Ohmae, The Free press : New York; “Perfect Your English : The Easy Way”, W.H.Ballin, Prentice Hall International; dan sebuah majalah Tempo “Edisi Khusus 100 Tahun Hatta”. Ketiga buku tersebut hanya dibanderol seharga 35 ribu rupiah saja. Bayangpun.

Setelah membayar buku yang saya beli. Saya akhiri kunjungan saya dan bertanya, “eh Da, apo namo toko buku ni?”. Uda Deswan menjawab, “Kios buku Aditya, bang.” Saya yang terkejut mendengar nama kios bukunya langsung berucap, “Onde mande, iko nama ambo Da. Nama ambo Aditya, Da. Onde mande…”.

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

13 thoughts on “lapak buku Aditya”

  1. ahahahahaha, eh cong itu sebelah mane ye..? kok gw blum pernah liat..

    ntar klo lo lewat jalan ciledug raya, setelah pasar cipulir, kan ada pertigaan tu, (klo lurus ke ciledug, klo ke kiri ke arah ulujami-bintaro).. nah persis di pertigaan itu lo berenti sambil tengak tengok sebentar cong.. kliatan kok dari situ, disebelah kanan ye cong..hehehe

  2. lah itu deket rmh saya itu di cipulir .. kok gak pernah liat yak?!?! pdhl dulu kalo cukur rambut ya di lampu merah itu yg skrg sdh jadi tanah kosong tak berpenghuni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s