iri hati pada jogjakarta


Pagi tadi saya membaca sebuah liputan Media Indonesia yang bercerita tentang peringatan Serangan Umum 1 Maret di Kota Jogjakarta, sebuah kota yang akan selalu mendapat tempat di hati saya. Apa yang menarik dalam berita tersebut? Pemerintah Kota Jogjakarta memperingati Serangan Umum 1 Maret dengan mengumpulkan lebih kurang 3000 (tiga ribu) pesepeda, tua-muda, dari pelajar hingga veteran perang, pengguna low-rider bicycle sampai onthelis. Ya, Jogjakarta telah mendeklarasikan dirinya dengan tagline “Jogjakarta kota Sepeda“. Hebat sekali, sangat modern, sangat metropolitan!

Program apa yang diusung Herry Zudianto, sang walikota? Namanya Sego Segawe (Sepeda kanggo Sekolah lan nyambut Gawe), atau bila diterjemahkan kurang lebih sebagai berikut: Sepeda untuk pergi ke Sekolah dan Bekerja. Herry berkata, “Mulai sekarang, kita harus membiasakan diri dengan bersepeda. Tindakan yang sederhana tapi visioner dan modern untuk lingkungan kita ke depan.” Ia juga menambahkan bahwa sepeda tidak identik dengan kemiskinan, dan menyalahkan warga Jogja yang beranggapan sepeda motor dan mobil lebih bergengsi ketimbang sepeda onthel.

sego-segawe

“Sepeda bukan berarti wong cilik atau alat transportasi jadul (jaman dulu). Justru sepeda adalah alat transportasi yang gaul. Kepada pemuda-pemudi, saya berpesan, kalau mencari pacar, carilah mereka yang gemar bersepeda.”, seloroh sang Walikota, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pengguna setia motor Harley Davidson ini.

Apa yang hebat dari Kota Jogjakarta dan Sepeda? Kota Jogjakarta memiliki 200 klub pesepeda; dalam waktu dekat Pemkot bersama Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Provinsi DIY akan membuat 34 jalur sepeda, dan mengintegrasikan program kerja lima tahunan-nya dengan program Sego Segawe. Hal tersebut juga akan didukung dengan pemasangan rambu-rambu bagi pesepeda, pembuatan jalur alternative sepeda dan melakukan gerakan penghijauan.

Ah, Hebat bukan buatan Kota Jogjakarta! Duhai kawan-kawan CahAndong, ayo dukung program Pak Herry! Ingin pulang dan bersepeda kembali di Jogja rasanya …

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

28 thoughts on “iri hati pada jogjakarta”

  1. kalau bikin seperti ini di jakarta, rasanya pesimis. saya juga ingin jalan-jalan dengan sepeda dan bisa menghirup udara bersih. kalau di ibukota? sulit…

  2. walah coy, itu kayaknya demam sementara aja. walikota juga ogah pakai sepeda. eh, ini blog gue, khaulla.wordpress.com. baru bikin hehehehe.

  3. aku ikut acara akbar ini..
    semoga hari itu akan segera datang..

    klo untuk saat ini,betapa mengerikan harus bersaing dengan pembalap-pembalap kendaraan bermesin itu..
    bahkan seorang teman terpaksa masuk rumah sakit karena diserempet oleh salah satu kuda besi dari jepang..

    my motorcycle and car is my temporary vehicle..
    *copas dari FB*

  4. mudah2an jakurnya cepat terealisasi. lebih bagus lagi kalo banyakin pohon di kanak kri jalan, biar adem dan nyaman.
    jadi pengen cepat pulang nih

  5. jadi kangen jogja…
    tapi kalo dipikir2, after gempa, jumlah masy yg pake sepeda di jogja berkurang lho, banyak yg sepedanya kena reruntuhan.

    tengok saja di jalan bantul-yogyakarta. wiiiih…tiap pagi jam7an, sore jam4an, sebelum gempa dulu, berbondong2 para pekerja yg spedaan…sekarang? walaupun masi ada tapi dikit..

    tapi apapun itu, teteup deh, cinta jogja selalu….

    (happyfamily_plurkers)๐Ÿ˜€

  6. Keren…mari beli sepeda & bergabung dg temen2 bersepeda lainnya (B2W, id-foldingbike etc)

  7. saya sempat waktu di jogja pakai sepeda untuk berangkat dan pulang kantor. Hasilnya kulit hitam legam dipanggang terik :p.
    Jogja itu dengan kebersahajaannya itu memang “ngangeni”

  8. Gw sering naek sepeda kalo lagi jalan2 keliling BSD,,
    Pake sepeda emak gw malah !!

    wakwakwak..

    *berharap semoga Tangerang bisa mencontoh Yogyakarta*

  9. jogja yang saya kunjungi terakhir kali kok ndak nyaman lagi yo mas, sumpek, ruwet, crowded pokoke
    bersepeda memang nyaman, tapi kalo kantor 50km kayak saya yo klenger๐Ÿ˜†

  10. saya dulu pernah juga nulis tentang ini. tapi belum sempat kesampean, udah keburu pindah ke jakarta.

    mimpi di jakarta orang2nya pada naik sepeda ke stasiun kereta api / halte busway (yang bersih dan beradab, tentunya) untuk berangkat ke tempat kerja.

    eh, boleh kan mimpi?๐Ÿ˜€

  11. haha… enaknya ke sana kemari naek sepeda
    hny perlu bensin perut aja! pit saya—> vulcan dari
    wimcycle^^ black red

  12. di klaten juga ada bro, tp ga seramai di jogja. emang di jogja masih banyak yang nyepeda, tapi mungkin dalam 5 tahun kedepan dah kayak jakarta. macet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s