racau #2: kenal diri


Myths which are believed in tend to become true” (george orwell)

Indonesia yang maju itu terdengar seperti mitos. Iya atau tidak? terserah bagaimana pikiran masing-masing mau menjawab. Kalau saya ditanya hal yang sama, saya lebih memilih percaya sepenuh hati, jiwa dan raga. Halaah..

Banyak yang salah tempat di negeri ini. Lulusan teknik nuklir dan sastra yang kini menjadi penjual motor di sudut malioboro, misalnya. Eit, yang itu belum tentu salah.  Mahasiswa Teknik Perminyakan lantas punya hobi desain website? Itu juga belum tentu salah. Hehehe..

“Kenal diri, tahu apa tugas hidup, lantas percaya diri itu kuncinya kalau mau Indonesia maju,” begitu pesan seorang teman yang mengaku sudah mengenal dirinya setelah mencari selama lebih dari dua puluh tahun. Eh, lama juga ya buat kenal dirinya?!

Pernah punya mimpi? orang Indonesia biasa menyebutnya cita-cita. Saya lebih suka menyebutnya obsesi, sepertinya terdengar lebih bersemangat usahanya. Kalau mimpi kan dikerjakan sambil tidur-tiduran. Hahaha..

Apa si obsesimu sebagai orang Indonesia? Indonesia yang sejahtera dan beradab! Sulit kaliiii..;p Coba persempit scope of obsession-nya ke wilayah personal. Hmm.. Obsesi personal seperti misalnya, seorang teman saya yang terobsesi untuk memasukkan Indonesia ke dalam GLIN (Global Legal Information Network).

Kepingin jadi presiden? Itu obsesi bukan ya? Bisa jadi, tapi kok terdengar serakah ya? Hahaha.. Yakin kaliii, bisa jadi presiden. Ah, ya gak papa, semua orang kan ya harus saling menghargai. :))

Mythology will only transform us if we follow its directives. A myth is essentially a guide; it tells us what we must do in order to live more richly.” (karen armstrong)

Kalau udah punya obsesi, biasanya lalu dibuat rencana. Pemerintah kita biasa menyebutnya Renstra (Rencana Strategis), kita enaknya nyebutnya apa ya? Hmm.. Kalau lima tahunan misalnya: Repelita? Hahaha.. kok ORBA banget ya? ;p

Yauda, coba pake istilah yg lain, bebas deh. Apapun obsesinya, jangan lupa susun rencananya. Ingat, harus terobsesi lho, karena disitu lalu muncul etos kerja untuk mencapainya. Kalau cuma mimpi, paling banter juga ngiler..

Saya tulis lagi ya yang dibilang sama Karen Armstrong: Mythology will only transform us if we follow its directives. Mesti nanya thooo: Where’s the directives? Lha itu tadi, bikin sendiri di rencana untuk mencapai obsesi.

“Duh! kok repot!

Wee lhaaaa piye thoo..indomie kali instan!

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s