ada apa dgn humas senayan city


Saya terkejut dan mendadak naik pitam membaca komentar dari Humas Senayan City seperti yang dikutip oleh Republika Online.

Dalam berita di Republika Online tersebut, Sri Ayu Ningsih mengatakan, “Sebetulnya saya sangat menyesalkan insiden yang tadi malam. Kenapa Reno harus memilih bunuh diri di Senayan City, tidak mencari tempat lain seperti jembatan, jalan layang, atau gedung tinggi lainnya.”

Belum cukup mempertanyakan kejadian tersebut, masih ditambahkan lagi dengan tuduhan, “Menurut saya, si Reno terkesan mencari sensasi. Sampai saat ini belum diketahui sebab pastinya kenapa dia melakukan aksi nekat itu. Kalau dari CCTV (alat pemantau) kita sih dia terlihat sengaja menjatuhkan diri setelah keluar dari resto Takemuri di lantai lima.”

Seandainya pun pihak Senayan City dirugikan karena kejadian tersebut, bukankah seharusnya paling tidak ada sedikit empati atau simpati yang bisa disampaikan Sri Ayu Ningsih sebagai Humas?

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

24 thoughts on “ada apa dgn humas senayan city”

  1. wah saya juga sebel banget bacanya. sangat tidak berperasaan ya masa ada orang cari sensasi dengan bunuh diri beneran? kalau cari sensasi sih ga usah sampe beneran lompat

  2. Hebat Mbak Sri, sebagai bagian dari departemen Hubungan Masyarakat beliau amat mampu mengolah kalimat yang membuat saya yang mengaku sebagai bagian dari masyarakat terhubung akibat omongan beliau. Contoh: saya jarang komen walopun sering mampir ke blog Mas Adit, tapi baca tulisan ini, bela-belain dari fesbuk terus ke sini untuk komentar.

    Mbak Sri yang baik, nama anda akan seabadi wordpress nya Mas Adit dan hosting Republika Online. Kecuali anda ganti nama, ganti curriculum vitae pekerjaan, saya yakin saya nggak akan lupa nama anda. Mbak Sri… amat memahami arti sensasi. Bahkan hingga sensasi bunuh diri. Ahli sekali anda Mbak. Sampai-sampai bunuh diri pun di analisa sebagai bagian dari budaya pop culture.

    *Hehe, maaf Mas Adit. Komennya kok yaa malah ke simbak Sri. Abis itu orang hebat banget sih. Ada baiknya beliau dijodohkan ama polisi yang namanya Evan Brimob. Kelihatannya akan kompak sih… Hehehe*

  3. What a shame….Terlepas dari alasan di balik bunuh dirinya alm. Reno & kenapa dia memilih untuk melakukannya di Sency, seharusnya seorang humas yang baik dapat menunjukkan rasa empati & simpatinya atas nama perusahaan.

    Kalaupun kita nggak berbicara dalam konteks hubungan perusahaan dengan publiknya; sebagai sesama manusia yang memiliki hati nurani, harusnya dia dapat menunjukkan rasa simpatinya kepada keluarga korban. Kebayang nggak beban psikologis yang sudah dialami oleh keluarga korban? Pernyataan seperti ini tentunya akan lebih membebani pikiran keluarga alm.

    I can only hope that this PR person gets what she deserves. Not only that she has torn her own company’s image, but also torn her image as a human being. Shameful it is……. See More

  4. Haduh, koq pr begitu ya cara berkomunikasinya.. Perlu belajar ulang, disayangkan humas senayan city yang dibilang mall elit tp koq berbicaranya gak berbobot dan tdk bs merepresentasikan mall elit.. Saya kecewa membacanya, sombong sekali pihak senayan city. She needs to learn some manner!

  5. what a cold hearted bitch! sency harusnya malu bisa sampe memperkerjakan seorang humas kaya dia. apalagi dibandingin humas grand indo, teges prita… waaw jauh bgt…
    apa sri ini ga inget dia representing mall tempat dia kerja?? where the hell did u learn ur PR, miss sri?? pasar rumput ya?? gokil!

  6. SHAME ON HER… ga punya hati tuh orang yagn namanya Sri Ayu Ningsih..!! perempuan tapi hatinya keras kaya batu..!! bukannay prihatin malah melontarkan ucapan yagn kurang pantas dibaca..!!

  7. tamatlah riwayat mbak sri, kasihan. semoga ucapan itu ga keluar dari sanubarinya, mungkin aja dia lagi punya masalah pribadi jadi ga bisa mikir bersih.

  8. Selalu ada alasan di balik sebuah comment atau tindakan, tapi kalau sudah berani mengambil profesi sebagai Public Relations, berarti berani mengambil resiko untuk tidak pernah salah statement walaupun berada di tengah tekanan.

    Duhh…, Mbak Sri…., Mbak Sri….😦

  9. Wah.. kalo menurut saya sih kita juga ga bisa sepenuhnya percaya dengan media. Belum tentu juga sih si Mbak Sri ngomong begitu.. Toh kenapa di media lain tidak ada yang publish demikian. Tapi yah ga tau juga yah, kalau memang dia memberi komentar seperti yang ditulis Republika, memang sangat disayangkan.

  10. wah, amat disayangkan seorang PR Senayan City, salah satu Mall elite di Jakarta bicara seperti itu. Btw, mbak sudah etika public speaking yang baik belum?..hahaha…eh mbak mana ada orang yang mau bunuh diri pilih-pilih tempat?..dan mana ada orang yang mau bunuh diri itu secara nggak sengaja..duh logika nya mana sih..manner dikit donk kalo ngomong,,sayang banget mall se-elit Sency tapi PR nya nggak elit bo!!!!

  11. apa iya dia ngomong gitu ya ? kaget juga koq cara jawabnya spt bukan orang PR. wah kebetulan ada training bagus untuk PR “how to deal with media” harusnya beliau ikutan tuh.. he he ..

    tapi koq media tulis spt itu ya.. walaupun secara pribadi harusnya profesional dalam berhadapan dengan media

  12. Ternyata jadi PR itu gak gampang, gak cuma modal tampang cantik. Tapi mesti punya sense of human. Belajar gak sih dulu etika PR? Semoga kesalahan ini tdk diulang oleh PR-PR yang lain.

  13. Sri…!!u just give PR a bad name…I feel sorry for your company who was hired you…they just pay for a junk…

  14. setuju banget dengan semua comment,,,,gue orang yang sama sekali nggak pernah comment ke blog orang, dan bahkan hanya panas (maaf) tahi ayam dalam ngurus blog sendiri sampe bener2 berniat komentar.

    Terlepas dari komentar dia yang kemudian menyatakan bahwa dia tidak pernah berkomentar demikian, i think kalau pun dia memang berkomentar, dia itu amat sangat merendahkan kami semua yang mengenyam pendidikan di bidang komunikasi.

    Waduh, Mbak Sri, mungkin dalam hati anda memang sangat kesal dengan kejadian ini, but that’s not how you supposed to state to the media. Malah sebagai sesama manusia, anda seharusnya tidak berperasaan demikian.

    Anda sangat beruntung kalau tidak dipecat, karena kalau saya atasan anda, pasti saya akan segera memecat anda.

    Ini bencana besar untuk image sebuah institusi ternama seperti senayan city…

    Sama seperti pihak yang berkomentar sebelum saya, saya juga bingung apa yang manajemen senayan city pikirkan ketika mereka menerima anda bekerja sebagai PR officer mereka?

  15. Tidak seharusnya seorang PR mengatakan hal tersebut, memang PR adalah kepanjangan tangan dari manajemen Sency tapi harus dilihat kasus per kasus, jangan mendakwa orang yang sudah cukup putus asa dengan mencari sensansi hanya karena tidak ingin Sency menjadi jelek nama baiknya. Publik sekarang sudah pandai menilai dan berbicara, makanya hati hati kalau berbicara mbak.. kejadian orang putus asa dijaman edan seperti sekarang ini dapat terjadi dimana aja. Ambil kebijaksanaannya saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s