mimpi jadi gober


Di minggu yang dingin ini (halah!), mari kita berandai-andai, menjadi paman Gober yang punya tabungan Deposito di Bank Mandiri dengan nilai Rp 2.000.000.000,-. Wuoooo, banyak ya “0”-nya, ada sembilan! Hahaha..

Eit, sebelum berandai-andai, ada baiknya kita belajar dulu, gak usah detil-detil amat, ya paling gak tahu lah. Karena saya tahunya juga gak mendetil, jadi maklum ya. Pokoknya, seru deh!🙂

Dalam soal-menyoal Deposito, dikenal yang namanya Suku Bunga Deposito, yang besaran persentasenya bergantung pada kebijakan Bank dimana produk layanan tersebut diterbitkan. Tahun 2009 ini, Suku Bunga Bank untuk Produk Deposito berada di kisaran 6,25% – 6,5%. Itu kalau kita menabung di Bank yang berada di bawah penjaminan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Lain dengan bila kita menabungnya di Bank sekelas BPR (Bank Perkreditan Rakyat), suku bunga Bank tertinggi bahkan bisa mencapai 12%. Bunga tersebut sesuai dengan risiko yang ditanggung nasabah, bila ternyata BPR tersebut bermasalah dan ditutup! (Deg-deg-an gak sih jadinya?!)

Lalu, lalu, lalu, ada yang disebut sebagai Pajak atas Bunga Deposito dan Tabungan. Yang pengertiannya menurut Direktorat Jenderal  Pajak:

Atas penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dipotong Pajak Penghasilan (PPh) yang bersifat final.

– Termasuk bunga yang diterima atau diperoleh dari deposito dan tabungan yang ditempatkan di luar negeri melalui bank yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia.

-Dengan besaran persentase 20% bila nilai tabungan/deposito diatas Rp 7.500.000,-

Pajak ini yang nantinya bakal mengurangi nilai bunga yang kita dapatkan. Semakin besar bunga yang diperoleh, makin besar pula nilai yang kita bayar. Yaaah, buat biayain Negara lah. Hehehe.. Lha kalo Depositonya Rp 2.000.000.000,- kan pajaknya besar banget? Berarti kita berhak dong nuntut ini itu sama Negara? Lha wong, kita mbayarnya guedhhee kok?!! (Halah, baru ngimpi aja kok ya kamu tu!)

Trus apalagi mas yang harus saya tahu? Ini yang paling menyenangkan! Berhitung bunga yang diterima!

Sebelumnya, saya perkenalkan dulu ya sama masing-masing nama dan rumus matematika nya:

Bunga Kotor perTahun (BKpT): Nilai Nominal Bunga yang diterima pemilik deposito setiap tahun yang sesuai dengan suku bunga yang berlaku sebelum dipotong Pajak atas Bunga Deposito.

Rumusnya: Nominal Uang yang di Deposito-kan x Suku Bunga Deposito

Bunga Bersih perTahun (BBpT): Nilai Nominal Bunga yang diterima pemilik deposito setiap tahun yang sesuai dengan suku bunga yang berlaku setelah dipotong Pajak atas Bunga Deposito.

Rumusnya: Bunga Kotor perTahun – (%Besaran Pajak x Bunga Kotor perTahun)

Bunga Bersih perBulan (BBpB): Nilai Nominal Bunga yang diterima pemilik deposito setiap tahun yang sesuai dengan suku bunga yang berlaku setelah dipotong Pajak atas Bunga Deposito, jika Bunga tersebut diambil setiap bulan atau tidak di roll-over kembali (ditambahkan) ke dalam Deposito.

Rumusnya: (Bunga Bersih perTahun/365 hari) x Jumlah hari dalam bulan berjalan

Sekarang sudah cukup tahu kan? Haha! Mari kita berandai-andai memiliki Rp 2.000.000.000,- yang di Deposito-kan di Bank Mandiri dengan suku bunga 6,5% dan pajak 20%.

#1. Berapakah nilai BKpT-nya?

Rp 2.000.000.000,- x 6,5%                                             = Rp 130.000.000,-

#2. Berapakah nilai BBpT-nya?

Rp 130.000.000,- – (20% x Rp 130.000.000,-)         =

Rp 130.000.000,- – Rp 26.000.000,-                            = Rp 104.000.000,-

#3. Berapakah nilai BBpB-nya pada bulan Desember (31 hari)?

(Rp 104.000.000,- / 365hari) x 31 hari                       =

(284.931,50) x 31 hari                                                      = Rp 8.832.000,-

Jeng-jeng-jeng, yang diterima tiap bulan Rp 8.832.000,- angkanya lumayan kan buat hidup sebulan..hehehe.. Gak pake kerja lagi itu, udah! Tinggal duduk sambil kipas-kipas..hahaha..

Lho lho, malah malah ngelamun. Sudah ngimpinya, Nabung dulu! Yuk! Hihihi..

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

8 thoughts on “mimpi jadi gober”

  1. kenapa menabung itu penting? dan mengapa Orang yang dari dulu kaya akan tetap menjadi org kaya…??

    hehe..gimana paman gober? desi bebek pacar si Donald bertanyaa ni..

    wuahh, itung2annya ga perlu diragukan lagii..semua rumusnya bener..menabung tanpa niat dan motivasi ga akan pernah ada hasilnya..mendingan langsung direalisasi walau nilainya dikiit..”pepatah berkata..dikit-dikit lama-lama menjadi bukit”
    Dan org2 kaya yg saya temui (hampir) setahun ini, mereka lebih jeli dalam perhitungan Bunga..dan benar, Bunga yg tinggi-lah yg akan mereka pilih pd akhirnya..:(

    Semoga ga hanya mimpi saja..silakan menabung dari sekarang, bukan buat kita, tapi buat org2 yg akan kita tinggalkan kalo kita nanti mati..(wuihh bahasaku sadis)…

    aYo Paman Goberr..semangattt!!

  2. Wuahahahahahaa … artinya ndak perlu menabung toh? Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari … he..he..he. 2M cuma dapat ~jt untuk menugmpulkan 2M harus menabung berapa lama tuh. Eh ya, inflasi sudah diperhitungkan belum?

  3. @nitnot: suwun nduk..:)

    @dosengila: inflasi sama perubahan suku bunga bank indonesia gak diitung, karena cuma ngimpiin bulan desember itu aja..gak ngeliat bulan lain..
    tapi, bener mas, 2m cuma dapet 8juta sebulannya..hahaha.. sakke yoo..
    halah, mung ngimpi kok yooo

  4. dua miliar? ndak kebayang duit segitu seberapa beratnya😆

    kayaknya kalo beneran punya duit segitu rugi kalo cuma masuk deposito, dibandingkan sama tabungan rencana pun bunganya masih kalah. andaikan andaikan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s