tentang Warga Jakarta yang ber-koalisi


Saya selalu tertarik pada masalah tata ruang wilayah dan bagaimana kota menjadi Ruang Hidup yang layak bagi warga yang bernaung didalamnya. Suatu hari sekitar dua minggu lalu ketika saya sedang iseng mencari rencana tata ruang wilayah Jakarta Selatan karena teringat pada calon taman-taman kota yang sebelumnya SPBU. Di tengah pencarian, saya menemukan sebuah blog milik “Koalisi Warga untuk Jakarta 2030”, dikatakan disana terbentuk sejak Desember 2009. Dalam hati saya berfikir, kenapa saya baru tahu soal keberadaan Koalisi ini?

Setelah membaca blog tersebut, saya jadi mengerti masalah apa yang terjadi dengan draft Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jakarta 2030. Salah satu masalahnya: rencana yang dibuat pihak pemerintah (dlm hal ini BAPEDA), terbelakang. Indikasi keterbelakangannya adalah minimnya partisipasi publik dalam pembuatan draft rencana tersebut. Indikator lainnya dapat kita lihat jika membandingkan apa yang dibuat oleh BAPEDA, dengan apa yang dibuat pemerintah lokal di kota lain di luar negeri untuk 20 tahun ke depan. Entah ini adil atau tidak, tapi untuk mencari pembanding kita memang harus selalu melihat yang lebih baik bukan?

Saya tercekat ketika membandingkan rencana yang dibuat empat kota besar dunia: London, New York, Melbourne dan Sydney.

Jakarta2030: http://www.rtrwjakarta2030.com/rtrw-dki-jakarta-2030

Sydney2030: http://www.cityofsydney.nsw.gov.au/2030/thevision/Downloads.asp

Melbourne2030: http://www.dse.vic.gov.au/melbourne2030online/content/site_functions/pdfs.html

NewYork2030:  http://www.nyc.gov/html/planyc2030/html/downloads/download.shtml

London2030: http://www.scribd.com/doc/25000980

Di keempat kota besar dunia tersebut, pemerintahnya terlihat benar-benar serius ingin memperbaiki wilayah administratifnya dan membuka peluang bagi warganya untuk berperan serta dalam memetakan masalah yang ada serta mencari solusi sembari bersama membangun secara bertahap dan terukur, dengan target capaian yang jelas. Sesuatu yang belum dimiliki draft rancangan RTRW Jakarta 2030. Jangankan partisipasi publik, kesadaran publik atas keberadaan draft rancangan RTRW ini pun  rasanya rendah sekali.

Bila tertarik untuk membacanya, Anda bisa mengunduh draft rancangan RTRW Jakarta 2030 disini (Jakarta2030: http://www.rtrwjakarta2030.com/rtrw-dki-jakarta-2030). Saran saya, siapkan tissue sebanyak mungkin, karena sangat mungkin Anda menangis membaca draft rancangan yang dikerjakan tanpa keseriusan itu. Bayangkan Ruang Hidup dimana kita bernaung, perlahan hancur karena kesalahan dalam manajemen pengelolaannya. Untuk generasi muda seusia saya, membiarkan kota ini hancur sama dengan menyiapkan neraka bagi generasi saya dan penerus kelak.

Koalisi Warga Untuk Jakarta 2030 merupakan sekumpulan warga biasa yang sadar bahwa kota ini harus diselamatkan. Sebelum terlanjur hancur karena pemerintah tidak lagi memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri dalam mengelola kota. Menggerakkan Jakarta menuju Kota yang lebih baik, begitulah kira-kira maksud dari hadirnya Koalisi Warga (untuk Rencana Tata Ruang Wilayah) Jakarta 2010-2030. Sekumpulan warga yang luar biasa ini berjejaring dan menyebarkan fakta-fakta mengenai rencana tata kota jakarta untuk 20 tahun kedepan kepada rekan-rekan mereka lainnya. Dan dukungan dan bantuan pun mulai berdatangan.

Setelah serangkaian serial diskusi, surat kepada pemerintah daerah dan audiensi dengan pemerintah, media mulai memuat berita mengenai masalah ini, dan publik pelan-pelan mulai mengetahui tentang adanya dokumen bernama RTRW2030, yang dapat menentukan cara hidup mereka di masa depan.

Oh iya, dalam rangka melibatkan warga Jakarta yang lebih luas, Koalisi Warga Jakarta 2030 membuat survey warga. Survey ini nantinya akan digunakan untuk mendesak pemerintah untuk membuat rencana tata ruang wilayah Jakarta 20 tahun kedepan yang lebih baik. Suara satu warga, atau sekelompok warga mungkin tidak berarti, namun jika ada satu juta kita, yang ingin hidup di Jakarta yang lebih baik, maka pemerintah daerah tidak akan punya pilihan selain memperbaiki caranya mengelola kota ini. Ikuti surveynya dan jadilah bagian dari perubahan! Satu juta kita bisa membuat Jakarta beda!

Survey Koalisi Warga Jakarta 2030: http://bit.ly/bAqOnG

Sebagai tambahan, Koalisi Jakarta membuka peluang bagi kita untuk berperan serta, salah satunya dengan menjadi relawan surveyor dalam survey warga. Dibutuhkan banyak sekali surveyor karena juga dibutuhkan banyak sekali warga yang disurvey agar bisa merubah kota yang sama-sama kita cintai ini… Bila berniat menjadi surveyor, silahkan tinggalkan nama, alamat email dan no.hp di kolom comment posting-an ini!🙂

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

8 thoughts on “tentang Warga Jakarta yang ber-koalisi”

  1. oya, saya baru dapat info dari seorang teman yg sempat bekerja di NewYorkCity Mayor’s Office ketika persiapan PLANYC-2030 bahwa NYC berencana menjadi sustainable city by 2030..karenanya, dibutuhkan perubahan secara institutional pula utk mencapai hal tsb, misalnya dgn membuat SUSTAINABILITY TEAM yg menempel kpd Sang Mayor hingga thn 2030..tim tsb bekerja add-hoc utk merubah/intervensi (positif) berbagai hal dalam pengelolaan & kebijakan NYC dgn prinsip2 berkelanjutan (kira2 spt KPK dalam rangka membasmi korupsi di Indonesia gitu deh!). nah, hal sama pun sempat saya ketahui telah dilakukan pula oleh Mayor Waitakere (New Zealand) yg merupakan salah Eco-City in the World..kebetulan tahun lalu saya bertemu dgn salah satu Waitakere City Council Members & melalui beliau saya mendapatkan akses utk mengetahui lebih jauh lagi kiat2 yg dilakukan di sana utk mewujudkan Eco-City. kira2 kapan yaaa Jakarta punya inisiatif yg OK punya?!?! mungkin bersama2 kita upayakan melalui KOALISI WARGA UNTUK JAKARTA 2030..keep up the good works!!!🙂

  2. oya, saya baru dapat info dari seorang teman yg sempat bekerja di NewYorkCity Mayor’s Office ketika persiapan PLANYC-2030 bahwa NYC berencana menjadi sustainable city by 2030..karenanya, dibutuhkan perubahan secara institutional pula utk mencapai hal tsb, misalnya dgn membuat SUSTAINABILITY TEAM yg menempel kpd Sang Mayor hingga thn 2030..tim tsb bekerja add-hoc utk merubah/intervensi (positif) berbagai hal dalam pengelolaan & kebijakan NYC dgn prinsip2 berkelanjutan (kira2 spt KPK dalam rangka membasmi korupsi di Indonesia gitu deh!). nah, hal sama pun sempat saya ketahui telah dilakukan pula oleh Mayor Waitakere (New Zealand) yg merupakan salah satu Eco-City in the World..kebetulan tahun lalu saya bertemu dgn salah satu anggota dari Waitakere City Council (semacam DPRD) & melalui beliau saya mendapatkan akses utk mengetahui lebih jauh lagi kiat2 yg dilakukan di sana utk mewujudkan Eco-City dari pihak eksekutif kota. sooo, kira2 kapan yaaa Jakarta punya inisiatif yg OK punya begitu?!?! mungkin bersama2 kita upayakan melalui KOALISI WARGA UNTUK JAKARTA 2030..keep up the good works!!!🙂

  3. Ngomong-ngomong, emang ada apa ya tahun 2030? Sampai kota-kota besar pada bikin rencana khusus segala?

    [sambil memikirkan kontribusi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s