Pake Pertamax, Siapa Takut!


Tanggal 1 April 2011 nanti, pemerintah berencana untuk melaksanakan pengaturan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan mulai mengalihkan kepada penggunaan Pertamax.

Pertentangan pun muncul, bukan saja dari kalangan menengah ke bawah,sebagai kelompok masyarakat yang (seharusnya) terbantu dengan subsidi BBM, namun juga dari kalangan menengah ke atas yang selama ini paling diuntungkan dengan adanya subsidi. Salah satu alasannya karena harga Pertamax yang demikian mahal dibanding Premium.

Per 3 Februari 2011, harga Pertamax mencapai Rp. 7.950 sementara Premium Rp. 4.500. Cukup jauh memang perbedaannya.

Tapi mari kita coba tengok beberapa fakta mengenai Pertamax dibawah ini.

Pertamax memiliki angka oktan 92 dengan stabilitas oksidasi yang tinggi dan kandungan olefin, aromatic, dan benzene pada level yang rendah sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna pada mesin. Angka oktan menyatakan kandungan molekul iso oktan di bensin, Molekul ini yang menahan terjadinya ngelitik atau detonasi. Makin tinggi oktan, mesin akan lebih kuat terhadap kompresi tinggi.

Kenyataannya, mesin kendaraan yang diproduksi pada tahun-tahun baru sudah dilengkapi dengan ketahanan akan kompresi yang tinggi. Bahkan, kompresi yang tinggi wajib diimbangi dengan oktan yang tinggi. Jika tidak, maka kemungkinan mesin akan mengelitik semakin besar dan jika tetap dipaksakan mesin dengan kompresi tinggi menggunakan oktan rendah, piston akan jebol dan biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar.

Yang berikutnya, Pertamax juga sudah tidak lagi menggunakan campuran timbal dan metal lainnya yang sering digunakan pada bahan bakar lain untuk meningkatkan nilai oktan sehingga Pertamax merupakan bahan bakar yang sangat bersahabat dengan lingkungan karena rendah emisi dan, yang terpenting juga, menghemat pemakaian bahan bakar.

Dari fakta-fakta diatas, dapat disimpulkan bahwa paling tidak ada 3 keuntungan yang didapat pengguna kendaraan dengan menggunakan Pertamax: mesin kendaraan Anda lebih terawat, bahan bakar lebih irit, dan kendaraan Anda juga ramah lingkungan. Seharusnya, keuntungan tersebut jauh lebih berharga ketimbang hanya sekadar harga BBM yang lebih murah.

Tapi sebenarnya apa sih yang dicari oleh pengguna kendaraan? Harga BBM yang murah atau pemakaian BBM yang lebih irit? Kalau saya sih lebih memilih yang kedua. Percuma saja kalau harga BBM murah tapi pemakaian kita boros. Biaya yang dikeluarkan untuk beli BBM akan jauh lebih besar.

Ngomong-ngomong soal irit bahan bakar, sebenarnya ada cara penghematan lain yang dapat dilakukan oleh pemilik kendaraan. Yang pertama adalah dengan memilih kendaraan yang irit BBM, dan yang kedua adalah dengan cara mengemudi yang baik. Sebagai contoh, jika gaya membawa kendaraan serabutan, maka kemungkinan BBM akan lebih cepat habis lebih besar.

Salah satu sisi positif dari semakin tingginya harga BBM adalah semakin banyaknya produsen kendaraan yang sadar untuk membuat dan menawarkan jenis kendaraan yang irit BBM. Dalam salah satu pameran kendaraan terbesar di tanah air beberapa waktu lalu, hampir seluruh peserta pameran menampilkan kendaraan yang bukan hanya irit BBM, namun juga ramah lingkungan. Artinya bahwa konsumen semakin dimudahkan untuk memilih kendaraan yang irit BBM dan ramah lingkungan dengan berbagai pilihan jenis kendaraan, model, dan harga.

Hal lain yang mendorong tumbuhnya kendaraan yang irit bahan bakar adalah semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat bahwa yang paling penting sebenarnya adalah bagaimana cara mengirit BBM ketimbang mempersoalkan masalah harganya yang senantiasa naik.

Selain memilih jenis kendaraan yang irit BBM, hal penting lainnya bagi pengguna kendaraan adalah mengetahu berbagai trik dalam menghemat BBM ketika berkendaraan, terutama menghadapi kemacetan jalanan. Semakin lama kendaraan kita berada di tengah kemacetan, semakin banyak bahan bakar yang digunakan dan itu menyebabkan keborosan pada kendaraan.

Beberapa trik yang bisa dilakukan adalah dengan mencari rute yang tepat untuk menghindari kemacetan dan mencari waktu yang tepat untuk berangkat dan pulang kerja.

Dibawah ini saya mau berbagi beberapa trik yang berguna dalam menghemat bahan bakar ketika berkendara:

1.    Jangan terlalu sering memainkan pedal gas.

2.    Gunakan rem tangan saat berhenti di tanjakan.

3.    Gunakan AC seperlunya. Ternyata dengan mematikan AC lalu membiarkan jendela terbuka saat kendaraan melaju, malah membuat boros karena jendela yang terbuka cuma membuat tahanan semakin besar sehingga konsumsi energy juga tambah besar.

4.    Mulailah mengemudi dengan lebih lambat, akselerasi lembut, dan melakukan pengereman pelan-pelan. Semakin banyak akselerasi yang dilakukan, semakin banyak bahan bakar yang digunakan

Setelah membaca tulisan saya diatas, mudah-mudahan kita tidak perlu merasa khawatir lagi akan rencana pembatasan subsidi BBM. Apalagi setelah kita tahu bahwa sebenarnya yang paling penting adalah bagaimana untuk tetap hemat dan tentu menggunakan kendaraan yang mendukung penghematan bahan bakar. Jadi, saya tidak akan takut untuk menggunakan Pertamax, bagaimana dengan Anda?

 

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

2 thoughts on “Pake Pertamax, Siapa Takut!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s