karena harga cabai begitu pedas


Terkagum-kagum saya mendengar gerakan sosial bernama Indonesia Berkebun.

Iya, gerakan itu memang masih kecil, belum bisa dibilang massive. Masih perlu dukungan terus menerus dari kita tentunya. Pilot Project dari gerakan ini dikembangkan melalui twitter lewat akun @JKTBerkebun didukung oleh dynamic duo yang kini suami-istri @ShafiqPontoh – @MillyShafiq dan dilaksanakan di Springhills, Kemayoran.

Mengapa berkebun? Mengapa tidak sekedar menanam pohon? Well, berkebun menghasilkan keuntungan yang bisa dimanfaatkan oleh banyak orang. Bayangkan bila di setiap kampung, atau sebutlah di tingkat RT berkembang kebiasaan ini. Lalu di setiap keluarga ada kebiasaan menanam dalam pot, hmm..dikenal dengan nama Tabulampot (tanaman buah dalam pot). Ah, menarik kan. Bahan-bahan sadar memasak jangan-jangan bisa di ‘produksi’ sendiri dari halaman rumah.

Ohiya, kadang saya malah berfikir bagaimana kalau di setiap gedung-gedung kantor itu juga di kembangkan hal yang sama. Membayangkan di sudut-sudut dan atap-atap gedung terlihat buah yang siap di panen.

“Aih, pohon apel di kantormu sudah siap panen ya? Nanti aku minta ya..” atau “Kamu beli gorengan ya? Cabe rawitnya ada gak? oiya, petik yang di pot atas kantor aja deh..”. Agak absurd ya, tapi itu mungkin banget terjadi. hehe.. Lagipula absurdnya terdengar menyenangkan kan. :p

Ah, panjang lebar saya nulis kaya’ pada baca aja. hehehe… Poin saya adalah mohon didukung ya gerakan IndonesiaBerkebun ini. Tolong dibantu yaaaa..

Mengapa berkebun? Karena harga cabai merah keriting begitu pedas! *plaakk!*

Yuk?

 

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

7 thoughts on “karena harga cabai begitu pedas”

  1. Ide top! Jangankan berkebun, banyak gedung yang tak memanfaatkan sisi betonnya untuk taman. Di Langsat itu, kemarin2 ada tanaman cabe. Bukan di halaman tapi di luar. OB kalo mau masak kadang metik dari situ.

    Ah ingat kudu nanam di pot lagi. Dulu saya dikasih bibit ngokilo oleh Ibu saya di Yogya, lalu saya tanam, tanpa perawatan tumbuh subur. Nggak tahu khasiatnya apa, yang pasti bisa untuk lalap.๐Ÿ˜€

  2. Huiiihh, BTW, ide2 untuk mulai menanam di rumah sendiri ini keren sekali๐Ÿ™‚ apalagi ide untuk menanam tanaman di gedung2๐Ÿ™‚
    memang betul, lahan di Indonesia masih banyak, tapi kalau bisa memanfaatkan area gedung atau bangunan gedung di kota besar untuk berkebun kan okeh juga๐Ÿ™‚

    Apalagi, dengan berkebun bisa mengurangi stress… ini bisa bermanfaat bagi masyarakat kota besar yang ditempa stress tingkat tinggi
    (termasuk kejebak macet)
    hehehehhe

    saluuutttt๐Ÿ™‚

  3. @pamantyo: setelah indonesia berkebun, sepertinya mungkin harus ada gerakan indonesia berternak ikan. hehehe..
    pada prinsipnya kemandirian di tingkat keluarga itu yang patut dikembangkan dan diperkuat. ya atau paling tidak bisa sambil having fun..๐Ÿ™‚ bukan begitu, paman?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s