Kelompok


Berbicara mengenai Fraksi mungkin tidak menarik, tapi mungkin banyak yang tidak tahu betapa pentingnya entitas ini bagi stabilitas sebuah Negara seperti Indonesia. Saya mencoba membuat penyederhanaan, anggaplah sebuah Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat menjadi sebuah kelompok biasa tanpa punya kekuatan politik dan embel-embel lainnya.

Pertanyaan yang paling sederhana, apa elemen yang paling penting sehingga sekumpulan individu bisa dilabeli “kelompok”?

Menurut saya, yang membuat sekumpulan individu bisa dilabeli sebagai “kelompok” adalah soliditas mereka secara internal maupun external. Soliditas ini hanya bisa terjadi bila terjadi kesepahaman yang dibentuk lewat komunikasi (dengan medium apapun) dan konsolidasi (pertemuan seperti rapat, meeting atau apapunlah namanya).

Menjaga komunikasi dalam internal kelompok mungkin terlihat sederhana, tetapi sebenarnya tidak juga. Menjadi sederhana bila kelompok tersebut terdiri atas kurang dari sepuluh individu, dan menjadi kompleks ketika kelompok tersebut terdiri atas lebih dari seratus individu. Apa yang penting dari komunikasi internal? Kejelasan dari isi pesan yang disampaikan kepada seisi kelompok menentukan efektivitas komunikasi internal.

Bila kelompok tadi memiliki seorang pemimpin dan sistem yang dipegangnya adalah top-down, maka kejelasan pesan yang di komunikasikan menjadi faktor yang teramat penting. Pesan tersebut harus sampai ke level paling bawah dengan pemaknaan yang sama. Pesan yang mengambang dan menggunakan bahasa yang remang, hanya akan merusak soliditas kelompok karena pemaknaan pesan yang begitu subjektif. Di titik pemaknaan pesan pemimpin ini, konsolidasi melalui pertemuan-pertemuan harus dilakukan untuk mencapai kesepahaman dan soliditas internal.

Nah, bagaimana bila kelompok tadi memiliki seorang pemimpin dan sistem yang dipegangnya adalah bottom-up dengan menjunjung tinggi demokrasi? Maka pemimpin hanya perlu memberikan arahan dan memastikan mekanisme pendukung serta ruang-ruang yang mampu menampung suara dari level terbawah bisa berjalan dengan baik. Konsolidasi dibentuk melalui ruang-ruang bagi perdebatan yang adil tanpa memandang siapa yang berbicara, tetapi lebih kepada ide/ pesan apa yang disampaikan. Setelahnya, bila keadaan ideal mungkin akan terjadi soliditas. Bila tidak, paling terbentuk faksi dalam sebuah kelompok. Ketika faksi-faksi terbentuk, idealnya pemimpin turun tangan untuk memberikan pemahaman.

Demikianlah dongeng singkat mengenai sebuah kelompok. Jadi, apa kata kuncinya? Komunikasi, Konsolidasi, dan Soliditas.

 

—–

p.s.: di negeri dongeng semuanya pasti ideal, sayangnya kita tidak pernah hidup di negeri dongeng. ayo bangun!🙂

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

2 thoughts on “Kelompok”

  1. Surprise banget orang-orang muda seperti Anda and teman2 punya ketertarikan di dunia politik. Disaat orang-orang seusia Anda sekalian lebih memilih menyalurkan aspirasi politiknya di jalan dengan demo2, Anda dan teman2 justru memilih jalur elegan yang menurut saya lebih intelek. Very nice…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s