Anak Muda … sibuk apa? (bagian 1)


Anak muda, hobi/ interest, pengetahuan dan komunitas. Keempat hal itu sejak lama sudah menjadi kunci perubahan sebuah peradaban. Mohon maafkan bahasa saya yang … lebay. Pun lebay, yang saya katakan ini benar lho.

Anak-anak muda dengan segala dinamika-nya lah yang berperan penting menjadi agen perubahan bagi peradaban. Menjadi mengkhawatirkan bila kita lebih sering melihat anak-anak muda hanya sekolah/ kuliah dan tidak bekerja/ aktif berorganisasi. Karena sekolah/ kuliah nyatanya tidak memberikan apapun yang applicable untuk diterapkan di dunia kerja. Misalnya, seorang anak muda yang lulus dengan predikat cum-laude tapi dia tidak aktif bekerja magang/ aktif berorganisasi/ mengembangkan hobi, saya yakin setelah lulus dia tidak akan siap masuk dunia kerja. Siapa yang salah? Tempat mengenyam pendidikan? Kurikulum yang diberikan? Teori dan praktik yang tidak seimbang? Siapa?

Bayangkan adik-adik kita yang masih sekolah/ kuliah, panik karena setelah lulus mereka tidak mampu bekerja. Ok, mereka berhasil masuk ke tempat kerja, sebuah kantor yang bergengsi, setelah dua-tiga bulan sangat mungkin mereka mulai depresi karena kebutuhan kantornya bukan teori-teori yang dijejali dan dihafal mati selama mengenyam pendidikan. Bangku kuliah gak pernah mengajarkan hal-hal yang praktis dan siap diimplementasikan di dunia kerja. Ini menakutkan dan saya percaya menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di Indonesia.

Kalian yang sedang siap-siap lulus kuliah, mumpung masih ada waktu, cari program magang di perusahaan-perusahaan yang bagus atau kembangkan hobi kalian. Hobi itu kan bisa bermacam-macam, yang sederhana saja misalnya: orang seperti saya, punya hobi bertemu dan berkenalan dengan teman baru dari berbagai latar belakang dan membangun jaringan, maka saya cocok bekerja di air. … eh, maaf di bidang komunikasi. Kalian yang hobinya fotografi, mungkin lebih cocok menjadi entrepreneur yang berhubungan dengan dunia tersebut. Begitu seterusnya …

Saya punya pertanyaan, siapa yang tidak khawatir dengan kenyataan bahwa banyak anak muda yang baru lulus (mungkin dari jurusan tehnik) akhirnya bekerja sebagai sales penjual kendaraan bermotor atau penjual unit asuransi?

… tulisan ini nanti saya sambung. :p

bersambung ke sini.

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

4 thoughts on “Anak Muda … sibuk apa? (bagian 1)”

  1. betulll… lakukan hobi yang positif… karena dari hobi juga bisa membuka jalan buat mendapatkan pekerjaan…. bukan begitu kakak Sani…๐Ÿ˜€

  2. Pernah ngalamin.. jaman-jaman kuliah liat beberapa jenis temen yang berbeda, ada yang tiap hari cuma kuliah lalu pulang, gak pernah ‘main’ atau ikut organisasi, liburan diisi semester pendek biar cepet lulus dengan nilai tinggi, dan begitu lulus dan masuk dunia kerja jadi bingung setengah mati. Ya aku juga pernah ngalamin yang kaya gitu sih, dalam kadar yang lebih rendah. *apasihJeng

    Setuju sama kata dita, kalo punya hobi yang positif, kenapa gak dijalanin?๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s