Dari “Solo Initiatives” ke “Solo Message”


Catatan ini merupakan lanjutan dari catatan saya sebelumnya yang berjudul: Catatan tentang “Solo Initiatives” dan Rio+20.

—-

Dari pengamatan saya selama acara High Level Dialogue on Institutional Framework on Sustainable Development, isu Pembangunan Berkelanjutan lebih menjadi concern bagi banyak negara-negara berkembang. Perwakilan dari negara-negara berkembang mengajukan intervensi terhadap dialog hampir di setiap sesi yang ada. Sementara negara-negara maju lebih memilih untuk mendengarkan, mungkin hal ini disebabkan karena pembahasan belum mencapai ke isu pendanaan kerja.

Secara garis besar, seperti yang sudah saya tulis pada catatan sebelumnya, isu Pembangunan Berkelanjutan membahas tiga masalah besar: Lingkungan Hidup, Ekonomi dan Sosial. Keterkaitan diantara ketiga masalah besar ini menjadi perhatian para delegasi yang hadir, karena pembangunan diharapkan berkelanjutan dan terintegrasi satu sama lain.

Apa yang menarik perhatian saya?

Pada hari pertama lobby (sambil sarapan, hehe) antara Indonesia dengan under-secretary general of UN, Mr. Sha ZuKang, disepakati bahwa hasil dari dialog ini akan menggunakan nama “Solo Initiaves”. Mr. Sha lebih menekankan pada pentingnya “institusionalisasi” dalam menjalankan program pembangunan berkelanjutan menuju RIO+20, sehingga beliau membuka seluas-luasnya ide, tanggapan dan saran yang diajukan delegasi selama dialog berlangsung untuk kemudian dirangkum ke dalam hasil dialog. Yang terpenting bagi Mr. Sha, pengelolaan program pembangunan berkelanjutan bisa meningkat hingga ke tingkat Council dibawah Majelis Umum PBB. Sementara bagi Indonesia, yang terpenting adalah kita bisa memainkan peran yang lebih besar dari sekedar “commenting the text”. Indonesia harus mulai memainkan peran sebagai negara yang “producing the text“.

Dialog intensif  pun berlangsung tiga hari (sejak pagi hingga menjelang maghrib), diselingi dengan dua kali makan malam kebudayaan yang dengan hebatnya disuguhkan oleh keluarga besar Kasunanan Surakarta dan kelompok kesenian yang dikelola Kabupaten Karanganyar. Sesuatu yang buat saya mengharukan adalah kedua kepala lembaga dan daerah sadar akan pentingnya mempromosikan budaya lokal sembari menghibur para delegasi yang tentu saja malam-malam itu berdecak kagum.

Dari Solo Initiatives ke Solo Message

Malam ketiga dialog menjadi menegangkan bagi delegasi Indonesia, karena menjadi titik penentuan bagi pengambilan kesimpulan dan hasil dialog yang akan disampaikan pada pagi hari keempat. Tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Luar Negeri berkumpul dalam satu ruangan, membaca setiap arsip verbatim record (detail notulensi dialog) yang tercatat sambil berusaha menarik benang merah dari setiap masalah yang dibahas. Hingga tiba saatnya kepada penentuan penyebutan hasil dialog … Tim dihadapkan pada dua pilihan, yaitu “Solo Initiatives” dan “Solo Message”.

Singkat cerita … Bagi Indonesia, intervensi yang berkepanjangan akan menjadi harga yang  terlalu mahal untuk dibayar,  pemilihan kata inisiatif bisa mengundang intervensi para delegasi dari negara lain. Pengambilan kesimpulan dialog tanpa intervensi adalah harga akhir. Maka pada diskusi internal yang berlangsung hingga sekitar pukul tiga pagi itu dipilihlah nama “Solo Message”. Untuk menghindari intervensi, Indonesia kembali melakukan lobby kepada Mr. Sha ZuKang, agar segera mensinkronisasikan pidato penutupnya pagi itu dengan substansi “Solo Message”.

Pagi hari keempat High Level Dialogue on Institutional Framework on Sustainable Development pun berlangsung. Sangat indah. Pidato penutupan dari Mr. Sha dilanjutkan dengan pidato dari Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Gusti Muhammad Hatta saling tersinkronisasi, bahwa dialog ini menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi terkait Pembangunan Berkelanjutan Global yang disebut sebagai “Solo Message” dan segera dibawa ke tingkat pembahasan berikutnya.

Catatan ini belum berakhir, saya akan membahas lebih dalam lagi. Sesegera mungkin.

Bersambung.

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s