Semoga …


Setahun waktu yang relatif, bisa terasa singkat, bisa terasa padat. Itu tergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Saya manusia yang masih belajar ini-itu, kesana-kemari, jauh jauh jauh dari baik. Masih banyak yang masih bolong-bolong, apalagi kalau soal ibadah. Padahal, dulu saya menghabiskan waktu yang cukup panjang di Al-Azhar. Kembali lagi, waktu itu relatif, dan manusia tidak boleh merasa cukup, kecuali untuk urusan rezeki. Kabarnya, untuk urusan rezeki harus merasa cukup, supaya gak serakah.

Manusia datang dan pergi, manusia berubah setiap detik, seperti juga alam semesta. Pada setiap manusia selalu ada sifat sosial, yang ingin mengenal satu sama lain, ingin berbagi, berbagi dan berbagi. Saya menilai diri saya sangat sosial, saya senang berkenalan, bertemu teman baru, berbagi dan mendengarkan cerita baru. Setiap teman, keluarga, dan orang yang kita kenal adalah guru, dari pengalaman mereka kita bisa belajar. Terima kasih untuk semua ilmu yang saya dapat dari pengalaman yang dibagi.

Sampai hari ini, kalau boleh saya evaluasi, saya belum mahir betul menjaga relasi. Kadang ada janji yang belum terbayar, kadang ada perilaku yang kurang berkenan, kadang ada ucapan yang tidak mengenakkan hati. Saya minta maaf untuk kesilapan-kesilapan itu.

Naik ke tangga yang baru, bukan hal yang mudah. Beban terus bertambah, waktu semakin sedikit. Siapa yang tahu sampai kapan saya bernafas?

Semalam di perjalanan ke rumah, ayah saya sempat berpesan cukup panjang. Pesan yang lebih kurangnya berisi agar saya menjaga hablum-mina-allah dan hablum-minan-nas. Pesan yang selalu berulang, dan menempel di kepala saya. Pesan yang sampai detik ini masih banyak bolong-bolongnya begitu menyoal pada implementasi.

Belakangan ini, saya disibukkan dengan banyak hal yang agak baru. Belajar lagi, mengejar ketinggalan lagi dan lagi. Sebuah proses yang menyenangkan.

Dalam soal pekerjaan, saya belajar banyak dari @beradadisini, @a_budiman, @nanamarha dan @vidiyama. Keempat orang ini yang membuat saya bisa sedikit banyak bekerja menghasilkan sesuatu. Sebagai atasan (mereka tidak mau disebut demikian) mereka memposisikan diri sebagai sahabat sekaligus mentor, saya berhutang ilmu pada mereka. Dari urusan komunikasi konvensional, komunikasi digital, perpolitikan di Indonesia, jejaring tingkat tinggi dengan prominent person di Indonesia saya dapat dari mereka. Mudah-mudahan panjang kesabaran mereka menghadapi saya.

Dalam soal hidup, tentu saja saya belajar banyak dari ayahanda Kartono Sani, ibunda Retno Widiastuti dan adik saya Isanova. Mereka yang selalu meluruskan jalan saya ketika saya silap, menyentil saya ketika saya berjalan kelewatan, menarik saya dari lubang ketika saya dalam kesulitan. Seumur hidup saya berterima kasih pada ketiganya. Mudah-mudahan kesabaran selalu bersama mereka untuk mendampingi saya di keluarga.

Tulisan ini sudah cukup panjang, sebaiknya saya hentikan sampai disini, saya menulisnya sambil sesenggukan sendiri. Hehe.. bukan cengeng, tapi banyak hal dan nikmat yang harus saya syukuri.

Kalau ditanya, saya mau kado apa untuk pertambahan tahun kali ini, saya hanya berharap kalian bisa berdo’a bersama saya, supaya diberi umur yang panjang, kesehatan dan rejeki yang cukup untuk memperbaiki negeri ini.

Semoga …

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

16 thoughts on “Semoga …”

  1. Hidup Caleg 2014 …. semangat sampai tompel di jidat mengecil…. gw dukung lu…. buat memperbaiki bangsa ini… ingat selalu apa kata pendahulu… bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah…

  2. mas adiiit! aku menyempatkan menulis komen di blogmu, jarang jarang kan. selamat ulang tahun ya bibu :p sukses karier, sukses pendidikan, sukses kehidupan, sukses dunia dan akhirat. semoga, “semoga” kamu terkabul semua๐Ÿ™‚
    every person we meet, every experience and situation we come across in life, all serve to shape who we are๐Ÿ™‚ so keep up the good work and good life!

  3. Nilai kepuasan Manusia bukanlah dari pencapaian kedudukan, harta, dan wanita. Nilai kepuasan itu adalah sebuah pencapaian ketika Kita bisa bersyukur dan menyadari segala pemberian dariNYA, seperti yang dilakukan Mas Adit.

    Selamat Ulang Tahun๐Ÿ˜€

  4. Sebuah tulisan isi hati yg bermutu dan mengesankan sekali. Semoga sukses dgn segala niat baikmu dan berguna utk agama, bangsa dan negara. Amiin Amiin Amiiin…! ….. DEATH DOESN’T STOP LIFE, YOU STILL HAVE OBLIGATIONS. Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga semua amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

  5. Met ultah masbro. Sukses selalu.
    Umur bertambah, tapi (ternyata) jatah idup di dunia makin kurang.

    Wish you all the best๐Ÿ™‚

  6. AminYaAllah(โ€ขอกฬฏ.โ€ขอกฬฏ) semoga istiqamah dan tambah berkah umurnya,makin banyak orang yg bisa dijangkau dengan kebaikan bang…sekali lagi,kebaikan (traktiran)๐Ÿ˜€

  7. Selamat Ulang Tahun mas Adit!
    Saya sempatkan comment agar engkau juga bersedia comment di hasbisy.com๐Ÿ˜€ apalagi @ratnamurty comment juga hahaha
    semoga… semoga… semoga… dari mas adit bisa terkabul
    manusia memang hanya bisa berharap dan berusaha, apapun nanti yang dikasih oleh Yang Maha Kuasa yakinlah itu adalah yang terbaik untuk diri kita, keluarga, dan lingkungan๐Ÿ™‚

  8. Bebeb! Selamat ulang tahun yaaa \(‘o’)/ aaak, aku terharu *berkaca-kaca* kok ada namaku di situ T____T May you find what you’re looking for, may you get what you need, and may you live a blessed life! Amiiin๐Ÿ™‚ Udah lihat Kebun Indah belum, Bebeb… sana imel๐Ÿ˜€

  9. selamat ulang tahun @adityasani..selamat berproses seiring berkurangnya jatah hidup di dunia…selamat menikmati sedih dan bahagia karena mereka ada untuk selalu kita kenang….

  10. Selamat ulang tahun bebeb Adit. Semoga mimpi dan cita-citamu tercapai ya. I know you can do it! Semoga sisa umurmu semakin berkah untuk dirimu dan juga untuk sesamamu.๐Ÿ™‚

  11. Aditya,
    Sejak bermula di dunia ini manusia memiliki kerinduan akan kebenaran, kebaikan dan keindahan yg membimbingnya mengarungi kehidupan ini sampai kematiannya. Kwalitas perjalanannya, karena itu, dan bagaimana ia berakhir secara sederhana ditentukan oleh komitmentnya dalam merealisasi kerinduan akan fitrah kesucian itu, yakni melakukan yg benar, baik dan indah!

    Namun – by design pula – manusia tempatnya salah dan khilaf karena ia tumbuh dan belajar melalui proses โ€œtrails and errorsโ€. Karena itu, hanya kekhilafan yg berulang yg patut disesali, atau kesalahan yg tak diinsyafi yg patut disayangkan dan sekali kekhilafan atau kesalahan diinsyafi ia tak pernah menjadi kesalahan, tapi anak2 tangga menuju kebenaran dan kemuliaan.

    Dan kita tidak selalu dapat melakukan apa yg kita inginkan tapi hanya apa yg kita bisa, dan apabila kita melakukan apa yg kita bisa dg tulus dan sepenuh hati, ia dapat membawa kita kepada apa yg kita inginkan karena Allah SWT selalu mendengar isi hati dan doa kita.

    Karena itu, apapun yg diimpikan, engkau adalah apa yg engkau pikirkan. Lakukan hal2 yg benar dengan cara2 yg benar, tafakur memohon kebaikan dan menjadikan dirimu jalan kebaikan bagi yg lain, tawaduk menyaksikan keagungan keindahan ciptaanNya agar mampu membimbingmu membangun fikiran2 yg benar yg akan membawa langkah2mu kepada mimpi2mu yg sebenarnya.

    Semoga hari2mu penuh kebaikan diawalnya, keberuntungan ditengahnya dan kebahagiaan abadi diakhirnya. Happy Birthday, son. We are very proud of you!

    ksani

  12. Kisah Sepiring Nasi Goreng (just futher sharing)

    Malam itu, Fulanah bertengkar dengan ibunya. Karena kesal, Fulanah keluar rumah
    tanpa membawa apapun.
    Saat menyusuri jalanan, ia melewati sebuah warung tenda nasi goreng. Fulanah
    mencium harumnya aroma nasi goreng yang segera membuatnya kelaparan.

    Ia ingin sekali memesan nasi goreng yang harum itu, tetapi ia tidak mempunyai uang.
    Pemilik warung melihat Fulanah berdiri cukup lama di depan warungnya,
    lalu ia bertanya “Mbak, mau beli nasi goreng?”
    “Tetapi, saya tidak bawa uang,” jawab Fulanah malu-malu.
    “Tidak apa-apa. Nggak usah bayar. Ayo duduk, saya buatkan dulu,” kata pemilik warung.

    Tidak lama kemudian, pemilik warung itu menghidangkan sepiring nasi goreng dan segelas air minum. Fulanah segera makan beberapa suap dan kemudian air matanya mulai berlinang.
    “Ada apa mbak ?” tanya si pemilik warung.
    “Ah, tidak apa-apa. Saya hanya terharu,” jawab Fulanah sambil mengeringkan air matanya.
    ” Seseorang yang baru aku kenal pun mau memberi aku sepiring nasi goreng!
    Tetapi, Ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, langsung mengusir aku dari rumah.”

    Mendengar perkataan Fulanah, pemilik warung menghela nafas dan berkata:
    “Mbak mengapa bicara seperti itu? Coba pikir, saya hanya memberi mbak sepiring nasi dan mbak menjadi terharu. Bayangkan Ibu mbak telah memasak makanan semenjak mbak kecil hingga dewasa. Mengapa mbak tidak berterimakasih kepadanya, malahan bertengkar dengan Ibu?”

    Fulanah terhenyak mendengar perkataan pemilik warung. Mengapa ia tidak berpikir tentang hal itu? Untuk sepiring nasi goreng dari seseorang yang baru dikenal, ia begitu berterima kasih. Tetapi kepada Ibunya yang telah memasak selama bertahun-tahun, ia bahkan tidak memperlihatkan kepeduliannya.
    “Dan, hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengan Ibu”, renung Fulanah dalam hati.

    Fulanah pun segera menghabiskan nasi gorengnya dengan cepat. Lalu, ia menguatkan dirinya
    segera pulang ke rumah. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Sang Ibu tampak kebingungan. Tapi ketika ia melihat Fulanah, tampak rasa lega. “Ayo, cepatlah masuk. Ibu telah menyiapkan makan malam. Segeralah kamu makan, nanti menjadi dingin,” ujar sang Ibu sambil tersenyum.

    Pada saat itu, Fulanah tidak dapat menahan air matanya dan ia pun menangis sejadi-jadinya di pangkuan sang Ibu. “Ibu, maafkan aku,” kata Fulanah sambil terus terisak.

    Sekali waktu, mungkin kita akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk sebuah pertolongan kecil yang mereka berikan. Tetapi, kepada orang yang sangat dekat, khususnya orangtua, harus di ingat bahwa hendaknya berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

    Orang tua mempunyai beberapa hak atas anaknya yang tercermin dalam hal -berbakti, taat dan penghormatan. Lebih ditekankan pada hak ibu. Karena ibulah yang telah berjuang keras mengandung, melahirkan, menyusui.

    ” Kami perintahkan pada manusia supaya berbuat baik kepada orangtuanya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah………………. ” [QS Al Ahqaaf; 46:15] – [lm-14/11]
    [Sumber tidak diketahui, dari l.meilany, 090811/09ramadhan1432h]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s