28 Oktober — Mengisi Sumpah Pemuda


 

Demonstrasi tidak salah, hanya saja tidak lagi efektif untuk menyuarakan kepentingan pemuda. Itu pendapat saya.

Tweet saya hari ini:

  • Jam kuliah malah demo, begitu lulus paling-paling skillnya culun. Kerja gak bisa.. Bisanya baris aje ikut korlap.
  • Kuliah bayarnya mahal, cari kerjaan part-time biar bisa nambahin biaya kuliah sambil cari pengalaman. Jadi, ntar lo lulus gak culun2 amat..
  • Lo bisa jadi pemuda yg ngubah keadaan negara hari ini, tanpa harus ikut-ikut demo. Lo kuliah yg bener, cari pengalaman yang bagus.
  • Kalo seneng demo, karena suka teriak-teriak. Mending les vokal sono.. Masuk ke elfa’s secioria, ikut Choir games, bikin Bangga Indonesia.
  • Kalo seneng demo, krn suka kumpul-kumpul bikin aksi. Mending gabung sm @IndonesianYouth sana. Bikin gerakan yg jelas. Ya gak @AlandaKariza?

 

Demikian pesan singkat saya untuk pemuda-pemudi Indonesia. Ada pendapat lain?

 

ps: gambar diatas hasil karya dari komikus favorit saya di http://ndableg.com ..😀

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

1 thought on “28 Oktober — Mengisi Sumpah Pemuda”

  1. sungguh jika mahasiswa tak turun ke jalan, anda tak akan membuat postingan seperti ini yang “iri” dalam arti positif untuk bersaing karya dengan mereka.
    tak perlu diperdebatkan, terlalu banyak perdebatan di negeri ini, lakukan saja, kontribusi untuk negeri ini, sungguh.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s