Akhirnya Pulang ke Bangka


Libur lebaran yang barusan aja lewat, gw habiskan di Pangkal Pinang dan kota lainnya di Pulau Bangka. Tadinya, gw dan keluarga mau reservasi kamar di Soll Marina (sebelumnya ada ‘Aston’-nya) yang terlihat begitu bagus di foto. Tapi setelah cek di Traveloka dan Trivago ternyata gw kalah cepat dari wisatawan lainnya. Akhirnya gw reservasi langsung di Novotel Bangka Hotel & Convention Center. Eh, setelah dapat kamar, ternyata keluarga lebih sreg untuk menginap di Hotel Centrvm (baca: Centrum), karena di hotel itu ada supir namanya Pak Rustam yang sudah biasa dipakai setiap pulang kampung >10 tahun terakhir (Ini orang OK banget, kalau mau nomor kontaknya japri ya).

  • Garuda Indonesia

IMG_20160710_172904

Kalau mau ke Bangka dengan budget yang terbatas, sekarang ada NAM Air, unit usahanya Sriwijaya Air yang punya lumayan banyak flight dari Soetta, Jakarta ke Depati Amir, Bangka. Tapi, tapi, tapi, gw selalu lebih tenang kalau pakai Garuda Indonesia. Harga tiketnya bisa tiga kali lipat, tapi lebih tenang. Hehehe.. Mengingat landasan pacu Bandara Depati Amir yang lumayan pendek. Btw, menurut sepupu dan keluarga yang rajin bolak-balik ke Bangka, NAM Air tetap recommended kok.  

  • Bandara Depati Amir

Ini Bandara agak menyedihkan. Sejak gw kecil sampai sekarang, Bandara ini boleh dibilang (hampir) gak ada kemajuan. Katanya sih sedang dibangun Bandara baru … tapi di lokasi yang sama. Hee.. Begitu sampai di ruang kedatangan terasa betul bagaimana sumpek dan tumplek-blek-nya Bandara ini. Lajur pengambilan bagasi hanya ada 3, dengan lintasan lurus kurang dari 15 meter. Seringkali dua flight numpuk di satu lajur. Kebayang dong penuh kaya gelas cendol.

  • Hotel Centrvm, Pangkal Pinang

Seperti juga Pak Rustam, Centrvm itu udah seperti rumah kedua di Bangka. Setiap kali gw ke Bangka, sendiri atau pun sekeluarga selalu nginap di hotel ini. Hotel ini memang cuma hotel bintang dua kalau kata Agoda, tapi seisi hotel rasanya sudah seperti keluarga. Pagi dapat breakfast & sore dapat coffeebreak. Gokil kan? Laundry pakaian pun cukup ½ hari (dengan catatan cuaca mendukung ya). Rate kamarnya? Bisa dicek dah; terjangkau. Di sekeliling Centrvm juga banyak penjual makanan lokal yang bisa mengobati palet lidah kalau sudah kebanyakan seafood.

  • Pantai Pasir Padi
IMG_20160708_170519_HDR
Pantai Pasir Padi, Pangkal Pinang, Pulau Bangka
IMG_20160708_170429
Ayah, Ibu dan Anak yang jarang banget ngeliat Pantai.

Pantai Pasir Padi ini jenis pantai yang berpasir putih dengan kontur yang landai. Di pinggir pantainya ada pedagang kelapa, bakso, ketoprak dan lain-lain yang menyediakan bangku kayu untuk duduk. Momen pulang kampung kemarin, kami manfaatkan sebagai ajang berkumpul beberapa trah keluarga Sani. Karena pantainya yang luas dan landai, jadi enak banget buat kumpul beramai-ramai. Bisa main layangan, bisa tarik tambang, bisa balap karung, bisa jungkir balik. Sayangnya, penduduk lokal sering mengendarai mobil dan motor di bibir pantai jadi agak mengerikan juga sih.  

IMG-20160709-WA0000
Reuni 3 Trah Keluarga Sani. Sayangnya, 3 Trah lainnya nggak bisa gabung.
  • Pantai Parai Tenggiri & Parai Beach Resort
IMG_20160709_083538_HDR
Ini wajah Pantai Parai di Parai Beach Resort. Lihat di laut ada titik hitam agak besar; itu Kapal sedang sedot pasir dan timah.

Sebetulnya Pantai Parai Tenggiri dan Parai Beach Resort itu dua hal yang berbeda; yang satu pantai milik publik, yang satu lagi dikelola swasta. Seperti juga Pasir Padi, Parai Tenggiri berada dalam kondisi … ya begitu deh. Sayangnya Parai Beach Resort yang dikelola swasta pun biasa aja, malah cenderung jorok (toiletnya jarang dibersihkan) dan kayanya banyak miskomunikasi di dalamnya (soal kapan restoran buka saja, waiter belepotan jawabnya). Yang mengenaskan, gak jauh dari pantai terlihat kapal sedang mengapung dan sepertinya sibuk menyedot pasir dan timah.

  • Padepokan Puri Tri Agung
IMG_20160709_131543_HDR
Puri Tri Agung yang berdiri gagah di Tepian Bukit Pantai Tikus Emas alias Pantai Nirwana, Sungailiat.
Pantai Tikus Emas alias Pantai Nirwana, Sungailiat, Pulau Bangka.
Pantai Tikus Emas alias Pantai Nirwana, Sungailiat, Pulau Bangka.

Puri Tri Agung sekarang jadi salah satu tempat wisata buat penduduk lokal maupun wisatawan, lokasinya di Pantai Tikus, Sungailiat. Sejak Januari 2015, Puri Tri Agung ini akhirnya selesai dan diresmikan, setelah lebih dari 10 tahun dicicil pembangunannya. Penduduk lokal di Pangkal pinang, sering menyebut Puri Tri Agung sebagai Kuil Shaolin dan selalu ramai dengan wisatawan setiap ada Perayaan Waisak dan Cap Go Meh.

Yang menarik di Puri Tri Agung itu ada banyak pedagang bersepeda yang penjualnya berseragam dan barang dagangannya pun homogen; ada Bakso, Roti Es Krim dan Jagung Rebus dalam cup.

  • Leko

Terpujilah pemilik Leko yang membuka restorannya di Bangka dan tetap operasional walaupun warung lain di seluruh Pangkal pinang memilih tutup. Leko ini true saviour. Tempatnya pewe, makanannya enak, sambal terasinya juara dan minuman dinginnya menyegarkan.

Untuk kota yang belakangan dipenuhi sama warga Lamongan (penjual Soto dan Pecel Lele), Leko ini menjadi penantang yang sangat kuat.

  • Tung Tau
Ini Warung Tung Tau yang ada di Bukit Intan, Pangkal pinang.
Ini Warung Tung Tau yang ada di Semabung Lama, Bukit Intan, Pangkal pinang. Fotonya agak blur, karena ngantuk.

Warung kopi Tung Tau ini menurut gw tempat wisata bersejarah karena sudah berdiri sejak tidak ada kursi (becanda, maksudnya sejak 1938), apalagi kalau mampirnya ke lokasi perintisnya yang ada di Jl. Muhidin no. 87, Sungailiat.

Selama di Bangka, gw dan beberapa sepupu dua kali nongkrong serius di Tung Tau yang ada di Semabung Lama, Bukit Intan, Pangkal pinang. Kopinya termasuk ringan kalau dibandingin sama KimTeng (di Pekanbaru) dan Phoenam (di Makassar) dan rotinya lumayan enak.

  • Asui Seafood Restaurant

Setiap kali pulang kampung ke Bangka, keluarga, terutama Ayah gw pasti ngajak untuk mampir ke Asui. Dulu makanan di sini terkenal karena menggunakan seafood yang fresh dengan bumbu racikan yang enak.

Sayangnya, di kunjungan terakhir kemarin, Asui sepertinya sedang understaff dan kelabakan karena penuh sekali. Banyak konsumen yang bolak-balik ke kasir dan ke dapur untuk komplain karena tak kunjung dilayani dan pesanan tak kunjung datang. Pengalaman makan di Asui kemarin pun jadi kurang mengenakkan.

Dari sisi rasa, gw lebih suka Restoran seafood Wiro Sableng 212 yang ada di Kelapa Gading.

Saran untuk calon konsumen yang belum pernah ke Asui, datanglah di jam-jam yang tidak sibuk … misalnya sekitar jam 3 sore atau di atas jam 8 malam.

  • LCK

Toko oleh-oleh yang satu ini legendaris, lokasinya di Jalan Sudirman, Pangkal pinang; levelnya sama kaya RM Nusa Indah yang juga jual oleh-oleh di Jakarta. Biasanya kalau beli oleh-oleh di LCK, keluarga lebih memilih untuk mengirim paket oleh-oleh itu dengan bantuan JNE yang buka meja di toko. Jadi di pesawat gak perlu kerepotan bawa kardus oleh-oleh yang gede-gede.

  • Rumah Rakyat Rumah Inspirasi
IMG-20160711-WA0006
Bangunan ini belum selesai dan tidak akan pernah selesai namanya Rumah Rakyat Rumah Inspirasi.

Bangunan ini adalah project tak kunjung usai yang digagas kakak sepupu gw. Udah lebih dari 6 tahun dia secara bertahap membangun Bangunan ini. Sampai sekarang belum selesai, tapi sudah mulai dikunjungi anak-anak muda lokal dari sekitar Pangkal pinang. Rencananya, bangunan ini akan jadi tempat berkumpul dan diskusi, mencari inspirasi, baca koleksi buku, dan tentu saja ngopi. Lokasinya bisa dilihat di sini.

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s