Menikmati Yatai di Tanpopo Jakarta


Semalam istri ngasih liat posting instagram food reviewer soal Tanpopo Jakarta. Begitu liat cara Tanpopo membangun suasana “warung”nya, gw jadi tertarik untuk mampir dan nyobain.

CnK-YhhVMAADoz_
Karena pakai lampion, ambiencenya jadi kaya sedang nongkrong di Yatai.
Mereka punya 9 meja yang bisa diisi dengan 4-6 orang per meja.
Mereka punya 9 meja yang bisa diisi dengan 4-6 orang per meja.

Kira-kira 30 menit kemudian, gw udah sampai di lokasi Tanpopo Jakarta. Klik aja kalau mau tau lokasinya.

Di Tanpopo kita harus pesan menu yang diinginkan dari gerobak Yatai yang merangkap meja kasir.

Di meja itu ada berbagai macam cake mini, diantaranya: macchiato cake, green tea cake, chocolate cake, dan tiramisu cake. Cakenya enak-enak. Dari packaging cake mini yang ada, sepertinya didatangkan langsung dari Jepang. Denger-denger sih, Tanpopo ini punya Chef Hideyoshi yang pernah menang Bocuse d’Ór World Chef Championship di tahun 2007.

Saat memesan, gw diminta memilih menu dari lemari pendingin yang berisi daging sapi dan daging ayam yang masih fresh. Taunya darimana dagingnya fresh? Keliatan dari dapur tempat motong daging yang bisa diintip kalau mau ke toilet. Hehehe.. Jadi, Tanpopo gak nyimpan daging itu dalam keadaan sliced. Gw akhirnya mesen Tandoori Chicken, Teriyaki Chicken, Short Rib US dan Beef Tongue US.

Pakai panggangan mini yang sudah sejak lama pengen gw miliki. Duh..
Pakai panggangan mini yang sudah sejak lama pengen gw miliki. Duh..

Soal rasa, karena daging yang dijual fresh, hanya dibumbuin dengan garam pun pasti enak. Apalagi kalau dibakar di atas arang yang bagus. Nah di Tanpopo, daging itu dibumbuin sendiri dengan Soy Sauce yang disediakan di meja (dari rasanya sepertinya pakai merek Kikkoman). Tanpopo juga punya daging ayam yang dibumbui ala Tandoori yang dari rasanya kayanya pakai kapulaga. Si tandoori chicken ini enak banget kalau dicelup ke Soy Sauce lalu dibakar. Aseli.

Overall, makan di Tanpopo jadi pengalaman yang menyenangkan, walaupun panggangannya terasa terlalu mini. Hehehe. Tapi bagus juga sih buat ngatur kecepatan makan dan jadi bisa menikmati makanan sedikit demi sedikit.

Ini beberapa menu yang gw ingat berikut harganya:

Foods

  • Tandoori Chicken: RP 30.000/plate
  • Teriyaki Chicken: RP 30.000/plate
  • Short Rib US: RP 30.000/plate
  • Beef Tongue US: RP 30.000/plate
  • Wagyu “marble15+”: RP 300.000/plate
  • Rice: RP 5.000/bowl  

Beverages

  • Softdrink: Rp 10.000/glass  
  • Ocha: RP 10.000/glass (free refill)

___

Pesen buat yang belum coba, segerakan ke Tanpopo sebelum ramai dan pakai antre. Harganya reasonable buat gw, jangan dibandingin sama Hanamasa, Paregu dan Caza Suki ya. Sampai jumpa di review tempat makan berikutnya!

Author: Aditya Sani

I would love to encourage people to read, to think and to typewrite. Founder of Midjournal.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s