Anak muda .. sibuk apa? (bagian 2)

… lanjutan.

Saya punya pertanyaan, siapa yang tidak khawatir dengan kenyataan bahwa banyak anak muda yang baru lulus (mungkin dari jurusan tehnik) akhirnya bekerja sebagai sales penjual kendaraan bermotor atau penjual unit asuransi?

Tidak adanya sinkronisasi antara dunia pendidikan dengan dunia kerja menyebabkan banyaknya pengangguran di Indonesia. Padahal, seharusnya bangku pendidikan dimanfaatkan untuk mempersiapkan calon-calon manusia yang produktif. Teman-teman yang masih di bangku kuliah, coba tanyakan pada diri sendiri, apakah kalian terbayang pekerjaan semacam apa yang bisa kalian kerjakan setelah lulus? Karena rasanya, kecuali kalian ingin menjadi dosen dengan jurusan yang sama dengan yang diambil saat kuliah, kalian tidak akan tahu apa-apa mengenai dunia kerja. Apa yang kalian pelajari di bangku kuliah, buku-buku teori yang tebal itu, tidak selalu relevan dengan dunia kerja.

Yang kalian dapat dari bangku kuliah, hanya gelar S1, S2, S3 … tidak ada gunanya kalau kalian tidak siap bekerja. Lantas, harus apa? Bagi saya, menjadi anak muda yang aktif membangun insiatif publik untuk lingkungan terdekat (rumah atau kampus) bisa menjadi pilihan untuk membangun kapasitas dan kapabilitas kita untuk berkarya di dunia kerja.

Saya berikan contoh ya …

Sekarang:

Apa yang paling memprihatinkan buat kalian … dari Kota tempat kalian tinggal, dari Negara tempat kalian mengabdikan diri? Banyak masalah disana, berlapis-lapis ada. Apa yang bisa kalian kontribusikan untuk Kota tempat tinggal? atau Negara tempat mengabdi? Coba pelajari apa yang menjadi hobi kalian, bagaimana hobi itu bisa dikembangkan sebagai bagian dari kontribusi.

Yang mungkin dilakukan:

Banyak hal. Kembalikan ke hobi kalian.

  • Taruhlah hobi kalian berkumpul dan berdiskusi, kenapa tidak buat  (atau ikut serta) dalam acara seperti Indonesia Youth Conference.
  • Kalian tertarik untuk membantu anak-anak kecil yang putus sekolah, kenapa tidak bergabung dengan gerakan Coin A Chance.
  • Kalian sedih melihat anak-anak kecil di pinggir jalan yang mengemis, kenapa tidak membuat sekolah terbuka. Jadi pengajar bagi anak-anak itu.
  • Kalian bingung melihat kenapa Jakarta macet, kenapa tidak bergabung dengan gerakan #savejkt, atau komunitas-komunitas pesepeda: ada b2wIndonesia, ada komunitas pesepeda singlespeed, banyak komunitas lain.
  • dan lain-lain.

Gerakan atau inisiatif publik apapun itu, yang kalian buat atau menjadi tempat kalian berpartisipasi, pastikan membawa manfaat! Pastikan ada nilai yang kalian tularkan. Pastikan cara pandang/ berfikir kalian itu dipahami dan bisa digunakan orang lain. Pastikan kalian mengajak tempat kalian bergerak bersama, sebanyak-banyaknya!

Anak Muda … sibuk apa? (bagian 1)

Anak muda, hobi/ interest, pengetahuan dan komunitas. Keempat hal itu sejak lama sudah menjadi kunci perubahan sebuah peradaban. Mohon maafkan bahasa saya yang … lebay. Pun lebay, yang saya katakan ini benar lho.

Anak-anak muda dengan segala dinamika-nya lah yang berperan penting menjadi agen perubahan bagi peradaban. Menjadi mengkhawatirkan bila kita lebih sering melihat anak-anak muda hanya sekolah/ kuliah dan tidak bekerja/ aktif berorganisasi. Karena sekolah/ kuliah nyatanya tidak memberikan apapun yang applicable untuk diterapkan di dunia kerja. Misalnya, seorang anak muda yang lulus dengan predikat cum-laude tapi dia tidak aktif bekerja magang/ aktif berorganisasi/ mengembangkan hobi, saya yakin setelah lulus dia tidak akan siap masuk dunia kerja. Siapa yang salah? Tempat mengenyam pendidikan? Kurikulum yang diberikan? Teori dan praktik yang tidak seimbang? Siapa?

Bayangkan adik-adik kita yang masih sekolah/ kuliah, panik karena setelah lulus mereka tidak mampu bekerja. Ok, mereka berhasil masuk ke tempat kerja, sebuah kantor yang bergengsi, setelah dua-tiga bulan sangat mungkin mereka mulai depresi karena kebutuhan kantornya bukan teori-teori yang dijejali dan dihafal mati selama mengenyam pendidikan. Bangku kuliah gak pernah mengajarkan hal-hal yang praktis dan siap diimplementasikan di dunia kerja. Ini menakutkan dan saya percaya menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di Indonesia.

Kalian yang sedang siap-siap lulus kuliah, mumpung masih ada waktu, cari program magang di perusahaan-perusahaan yang bagus atau kembangkan hobi kalian. Hobi itu kan bisa bermacam-macam, yang sederhana saja misalnya: orang seperti saya, punya hobi bertemu dan berkenalan dengan teman baru dari berbagai latar belakang dan membangun jaringan, maka saya cocok bekerja di air. … eh, maaf di bidang komunikasi. Kalian yang hobinya fotografi, mungkin lebih cocok menjadi entrepreneur yang berhubungan dengan dunia tersebut. Begitu seterusnya …

Saya punya pertanyaan, siapa yang tidak khawatir dengan kenyataan bahwa banyak anak muda yang baru lulus (mungkin dari jurusan tehnik) akhirnya bekerja sebagai sales penjual kendaraan bermotor atau penjual unit asuransi?

… tulisan ini nanti saya sambung. :p

bersambung ke sini.

#KompetisiDesain Merchandise #seag2011

Ada informasi lomba nih dari akun resmi @seag2011. Mari kita ikutaaaan…

  • RT @seag2011: Tuips, akan ada #KompetisiDesain Merchandise #seag2011. Siapa mau ikutaaaan? 😀
  • RT @seag2011: Yang mau tau soal #KompetisiDesain Merchandise #seag2011, besok (04/07/2011) jam 2 siang kami tunggu di Sekretariat INASOC, FX lantai 19. Atau ..
  • RT @seag2011: …tunggu informasi selanjutnya mengenai #KompetisiDesain Merchandise #seag2011 via tweet kami & website SEAGSTORE.com (live mulai besok, 04/07/2011).

PS: Nanti saya update informasi selanjutnya ya, stay tuned disini atau tunggu website SEAGSTORE.com online! 😀

tentang @AniesBaswedan …

Kami akan twit tentang @aniesbaswedan, tokoh muda Indonesia yg belakangan kita kenal sbg pencetus @pengajarmuda, dalam #tokoh. Simak ya!

  • @aniesbaswedan kita kenal sebagai rektor Universitas Paramadina. Saat diangkat, tercatat sebagai rektor termuda di Indonesia #tokoh.
  • Th 2008 @aniesbaswedan masuk dlm 100 #Tokoh Intelektual Publik Dunia Majalah Foreign Policy terbitan Carnegie Endowment for Int Peace.
  • @aniesbaswedan lahir dari keluarga intelektual. Kedua orangtuanya dosen di Yogyakarta. Kakeknya, AR Baswedan, #tokoh pers nasional.
  • @aniesbaswedan akrab dgn kakeknya. Mulai kelas 4 ia sering diminta membantu kakek mengetik. Tandanya: “Diketik oleh cucuku Anies” #tokoh.
  • Rumah kakeknya juga menjadi tempat berkumpul aktivis dan #tokoh Yogyakarta masa itu. @aniesbaswedan banyak mengenal mereka langsung.
  • Saat @aniesbaswedan kecil, pamannya yg #tokoh mahasiswa UGM sempat ditahan aparat. Kakeknya berujar: “Itulah konsekuensi perjuangan”.
  • Semasa sekolah dan kuliah @aniesbaswedan jg aktif berorganisasi. Ketua OSIS, ikut Pertukaran Pelajar AFS, lalu Ketua Senat. #tokoh.
  • “Hidup saya tdk selalu lancar. Kdg ada jalan buntu. Tapi dlm masa sulit, saya berkeyakinan Tuhan bersama saya” @aniesbaswedan #tokoh.
  • Ada kebingungan masyarakat, antara menjadi kritis dgn pesimis. Orang mau kritis, tapi yg diungkap adl pesimisme @aniesbaswedan #tokoh.
  • “Karena itu di media massa kita, terutama elektronik, cenderung muncul pandangan2 negatif atau pesimis.” @aniesbaswedan #tokoh.
  • “Akibatnya juga, kita terlalu banyak membicarakan masalah dan melupakan mimpi2 kita” @aniesbaswedan #tokoh.
  • Satu mimpi @aniesbaswedan: membawa universitasnya ke level dunia. Mimpi yg lebih besar: membangun bangsa lwt pendidikan #tokoh.
  • Tapi ada kekhawatiran @aniesbaswedan: mau jadi apa negara kita, universitas2 tdk lagi menampung pelbagai kalangan (krn mahal) #tokoh.
  • @aniesbaswedan juga mencetuskan mata kuliah antikorupsi di universitasnya. “Utk memutus suplai koruptor,” katanya #tokoh.
  • Saat ini @aniesbaswedan fokus utk mendidik anak muda & menjadi inspirasi bagi mereka. Tema dirinya: membentangkan optimisme #tokoh.
  • Apa bersedia jadi presiden? @aniesbaswedan mengutip Stanislavski, dramawan Rusia, : Yang terpenting itu bukan peran tapi aktor #tokoh.
  • Jgn kira pemimpin itu hanya di tkt nasional. Semua org akan jd pemimpin. Pertama utk diri sendiri, lalu orang lain @aniesbaswedan #tokoh.
  • Pemimpin seyogyanya sudah selesai dgn dirinya. Sehingga ktk menjalankan perannya dia tdk tanya: ‘saya dapat apa?’ @aniesbaswedan #tokoh.
  • Calon pemimpin harus melatih diri utk membaca dan mendengarkan kritik orang, seberapapun pedasnya! @aniesbaswedan #tokoh.
Demikian twips, sedikit cerita soal @aniesbaswedan. Seru ya? Semoga dia menjadi inspirasi bagi Indonesia
(tweets compiled from @IntisariOnline)

“Inisiatif Publik” mengapa penting?

Ini tahun berapa? 2011? Bagaimana keadaan pemerintah dari pusat sampai daerah tingkat II saat ini? Tiga pertanyaan awal barusan boleh dijawab sejujur-jujurnya, di dalam hati saja. Saya punya pertanyaan berikutnya, mohon dijawab berdasarkan jawaban atas pertanyaan awal. Masih bisakah kita berharap pada pemerintah, atau haruskah kita sebagai publik/ masyarakat/ warga negara yang berinisiatif untuk memperbaiki keadaan?

Kalau, jawaban anda atas pertanyaan saya yang terakhir itu bunyinya kira-kira begini, “Tidak perlu berharap terlalu banyak pada pemerintah, sudah saatnya kita yang memulai dan mendukung inisiatif-inisiatif publik.” silakan lanjutkan baca tulisan ini. Kalau tidak, silakan buka laman blog atau browsing soal lain. 🙂

Apa yang kamu rasakan ketika tahu pemerintah “keluar jalur” ketika mengimplementasikan kebijakannya? Diam? Kesal? Memendam emosi? atau … menggelar Demonstrasi? Untuk teman-teman yang masih muda dengan idealisme yang bergejolak, jawaban yang dipilih mungkin yang terakhir. Demonstrasi. Mengerahkan massa ber-bus-bus. Mengepung gedung terkait pemerintah yang bersalah. Dan lain-lain yang mirip-mirip.

Apakah Demonstrasi efektif untuk merubah implementasi kebijakan tersebut? atau apakah suara kalian didengar? Maaf ya, tidak. Suara demonstrasi yang berteriak tebal-tebal di jalan hingga kulit legam dibakar matahari itu tidak didengar. Lalu, bagaimana supaya suara kita di dengar pemerintah? Atau tidak perlu di dengar deh, yang penting merubah keadaan, sekecil apapun jangkauannya.

Ada cara untuk merubah keadaan negara ini, pelan-pelan, sedikit demi sedikit. Caranya? membuat ‘inisiatif publik’ atau boleh disebut ‘gerakan sosial’. Apa sih itu?

Sederhananya begini, Anda berkumpul dengan teman-teman Anda lakukan brainstorming, pikirkan kapasitas dan kapabilitas masing-masing, dan kolaborasikan untuk merubah keadaan di (paling tidak) lingkungan terdekat Anda atau kalau mampu, dalam skala nasional.

Mau tau contoh ‘inisiatif publik’? Banyak .. Diantaranya:

1. Coin-A-Chance: Gerakan ini bergerak dengan mengumpulkan koin-koin (yang biasanya kita anggap remeh) untuk membantu biaya pendidikan beberapa anak yang terancam putus sekolah. Di mulai oleh dua perempuan keren bernama Hanny Kusumawati dan Nia Sadjarwo yang mengkomunikasikan gerakan dengan sangat baik, hingga bisa  mengundang banyak relawan pengumpul koin-koin dan menjalar ke kota-kota besar lainnya.

2. #koinPrita: Gerakan ini bergerak juga dengan mengumpulkan koin untuk membayar tuntutan rumah sakit OMNI Internasional atas ‘pencemaran nama baik’ yang dilakukan oleh Prita. Simpati mengalir dari penjuru negeri. Relawan datang berbondong-bondong, ingin membuktikan bahwa keadilan itu masih ada dan bukan hal yang remeh. Kebetulan, saat itu momentumnya berdekatan dengan pemilu, sehingga banyak penumpang politik yang ikut mendukung. Pun begitu, tidak masalah.

3. @IndonesiaMengajar: Gerakan ini mengajak para sarjana terbaik Indonesia untuk menjadi pengajar SD selama 1 tahun di pelosok Indonesia. Gerakan ini percaya bahwa pendidikan merupakan gerakan mencerdaskan bangsa yang harus melibatkan semua orang. Inisiator gerakan ini seorang dosen bernama Anies Baswedan yang yakin bahwa “setahun mengajar, seumur hidup menginspirasi”. Hingga hari ini, gerakan Indonesia Mengajar telah memasuki angkatan ketiga dengan ratusan sarjana terbaik yang mendaftar.

4. Indonesia Youth Conference: sebuah kegiatan yang direncanakan dan diselenggarakan oleh pemuda, yang bertujuan untuk mengumpulkan pemuda Indonesia untuk berbagi masalah dan ide, meningkatkan kepedulian mereka terhadap isu-isu terkini serta meyakinkan masyarakat bahwa suara pemuda harus didengar dan ditanggapi dengan serius. Kegiatan dibagi dalam bentuk Forum dan Festival, pada keduanya sudah berdampak positif untuk membangun cara pandang pemuda tentu saja.

Anda merasa idealis? punya banyak energi yang berlebih? daripada menggelar massa dan berdemonstrasi, lebih baik energi nya disalurkan untuk membuat inisiatif publik. Percaya pada saya, suatu hari nanti, anda bersyukur sudah saya ingatkan. Dan lebih bersyukur lagi melihat wajah mereka-mereka yang terbantu karena inisiatif baik yang anda buat.