Menyusun Rencana Komunikasi (Essentials)

Rencana komunikasi strategis yang kuat adalah segalanya. Bila dikerjakan dengan benar akan memberikan Anda dan tim Anda: fokus, informasi dan struktur yang dibutuhkan untuk secara efektif memposisikan brand Anda dan menciptakan konten yang tidak hanya menjangkau serta melibatkan audiens Anda, namun juga mempengaruhi tingkah laku dan keputusan mereka. Bila diselesaikan dengan baik, rencana komunikasi ini akan menyesuaikan tujuan komunikasi dengan sasaran bisnis – menekankan bahwa nilai komunikasi dapat membantu memastikan pertumbuhan dan kesuksesan yang berkelanjutan.

Rencana komunikasi yang paling efektif merupakan kombinasi atas enam elemen penting:

Data-Data yang Mendukung

Tidak cukup hanya membangun rencana komunikasi berdasarkan tahun sebelumnya – lanjutkan apa yang berhasil, dan ubah apa yang tidak berhasil dengan gagasan dan inisiatif yang berbeda dan lebih besar dan lebih berani. Lakukan observasi atas dunia di sekitar Anda terlebih dahulu. Apa yang sedang terjadi di perusahaan? Di pasar? Di dalam lanskap industri yang kompetitif? Rencana komunikasi yang cerdas didukung oleh informasi, data, tren dan pengalaman – historis dan nyata.

Survey: 61% pemimpin bisnis senior mengakui bahwa perusahaan mereka lebih dapat mengandalkan lebih banyak analisis data ketimbang intuisi. (Sumber PwC).

Persona Pelanggan/Konsumen yang Ditetapkan dengan Baik

Siapa pelanggan/konsumen ideal Anda? Petunjuk: Bukan semua orang. Jika pendekatan Anda terlalu luas, kemungkinannya komunikasi Anda tidak akan mengena siapa pun. Tentukan audiens Anda lebih spesifik – berdasarkan karakteristik tertentu yang diketahui dan disimpulkan. Apapun produk yang Anda jual atau layanan yang Anda berikan, semakin bertarget rencana komunikasi Anda, semakin baik hasilnya bagi Anda.

Memahami audiens Anda adalah langkah paling penting dalam mempengaruhi sikap dan perilaku. Jangan dilewatkan begitu saja.

Survey: Hanya 44% pemasar B2B (Business to Business) yang menggunakan persona pelanggan.(Sumber TSMA)

Pesan yang Tepat

Setelah Anda tahu siapa audiens Anda; Sekarang Anda perlu menentukan bagaimana cara berbicara dengan mereka. Pesan utama adalah landasan dari setiap rencana komunikasi – digunakan untuk membentuk dan mendukung segala sesuatu mulai dari konten digital (situs web, sosial, dll.) dan materi pemasaran, hingga presentasi penjualan dan aset media (penawaran, artikel, video, rilis berita, dll. ). Pesan harus dibuat untuk setiap target pelanggan dan segmen pasar, membantu memperkuat posisi brand Anda saat membedakannya dari pesaing, dan memastikan Anda didengarkan oleh orang-orang yang paling berarti.

Survey: 79% pembaca memindai konten tertulis daripada membaca kata demi kata. (Sumber OneSpot)

Sasaran yang Terukur

Anda tidak hanya perlu berbicara menggunakan bahasa pelanggan Anda, Anda juga perlu fasih dalam dialek atasan: ROI (Return on Investment). Tujuan yang berarti dan terukur akan membantu memastikan Anda dapat membuktikan bagaimana upaya komunikasi Anda berkontribusi untuk mencapai hasil bisnis yang menyeluruh. Misalnya, mengatakan bahwa “menciptakan awareness” tidak cukup, kecuali Anda memiliki angka untuk mendukungnya. Anda juga dapat menggunakan tolak ukur dan standar industri untuk membandingkan kinerja organisasi Anda dengan pesaing. Nah, itu sesuatu yang atasan Anda akan hargai.

Survey: 40% spesialis pemasaran dan penjualan profesional setuju bahwa “membuktikan ROI dari kegiatan pemasaran yang mereka lakukan” adalah tantangan utama. (Sumber: HubSpot)

Anggaran yang Realistis

Menetapkan tujuan yang realistis adalah hal yang penting. Begitu juga membangun – dan berpegang pada – anggaran yang realistis. Ini bukan tentang berapa banyak uang yang Anda miliki, seberapa baik Anda menginvestasikannya. (Percayalah, Anda akan selalu berharap Anda punya lebih banyak.) Buat anggaran utama dengan SEMUA pengeluaran Anda. Kemudian berangkat untuk memilih “keharusan” dan mulai memprioritaskan “keinginan”.

Survey: Rata-rata anggaran pemasaran sekarang terdiri dari 11% dari total anggaran perusahaan. (Sumber: Survei CMO dan Deloitte Digital)

Sigap & Tangkas

Dalam lanskap media yang selalu berubah dan lingkungan bisnis yang serba cepat, rencana komunikasi statis bukanlah sebuah pilihan. Rencana untuk perubahan dan koreksi arah akan diperlukan. Seorang komunikator cerdas selalu mempersiapkan yang terburuk dan berharap untuk yang terbaik. Ini bukan berarti membangun prediksi, tapi persiapan adalah kunci segalanya. Jadilah komunikator yang proaktif, memiliki peta skenario, punya Rencana B (C dan D), dan bersiaplah untuk pasang surut.

Survey: Pemasar yang menetapkan target 429% lebih mungkin untuk melaporkan keberhasilan daripada mereka yang tidak. Dan 81% dari mereka yang sukses, penetapan tujuan pemasar mencapainya. (Sumber: CoSchedule)

Belajar Trading Cryptocurrency (Bitcoin & Altcoin)

Apa itu Trading?
Trading merupakan pertukaran transaksi perdagangan dengan menggunakan instrument atau produk tertentu. Pada umumnya istilah trading sering digunakan dalam investasi foreign exchange/forex (pertukaran antara mata uang negara yang satu dengan yang lain). Seiring perkembangan waktu, trading juga dapat dilakukan terhadap instrumen saham, komoditas, bahkan sekarang bisa dilakukan terhadap mata uang digital (cryptocurrency) seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin, Dash, Zcoin, Ripple, NXT, Stellar Lumens, dan lain-lain. Namun tentunya terdapat perbedaan antara trading di broker forex dengan trading di market exchange Bitcoin.
Apa itu Trading Criptocurrency?
Yaitu transaksi jual beli terhadap mata uang Criptocurrency seperti Bitcoin dan Altcoin. Prinsipnya yaitu kita sebagai trader membeli mata uang digital criptocurrency di Market Exchange seperti Bitcoin.co.id ketika nilainya sedang rendah dan menjualnya kembali untuk memperoleh keuntungan di market ketika harga coin yang kita beli naik. Trading disini benar-benar berbeda, karena transaksi yang dilakukan murni jual-beli dan ada produk coin nya, walaupun coin criptocurrency ini berbentuk digital. Karena bentuknya yang digital maka Anda bebas membeli mata uang digital Criptocurrency dengan modal berapapun.
Contoh kasus:
Misalnya harga 1 Stellar Lumens (XLM) adalah Rp600,-. Lalu Anda punya uang Rp600.000,- untuk membeli coin XLM. Maka, maka Anda akan mendapatkan pecahan Stellar Lumens sebesar 1.000 XLM dari uang Rp600.000 tadi. Kemudian, jika dalam beberapa waktu harga XLM tadi naik ke harga Rp2.000,- per/XLM, maka Anda bisa menjualnya kembali di Market Exchange seperti Bitcoin.co.id dan Anda akan memdapatkan keuntungan sebesar Rp1.400.000,-. Karena modal Anda yang Rp600.000,- tadi sudah bertumbuh menjadi Rp2.000.000,- karena fluktuasi harga di Market Exchange.
Trading Criptocurrency ternyata lebih menguntungkan dibandingkan dengan trading forex, hal ini disebabkan trading criptocurrency memiliki produk digital asli, berbeda dengan forex yang hanya sebuah instrumen dalam trading, serta resiko di forex benar-benar tinggi bisa menyebabkan kehilangan semua uang investasi anda. Tetapi bukan berarti trading Criptocurrency tidak ada resikonya ya. Sama besarnya kok. Naik dan turunnya harga Criptocurrency murni dipengaruhi oleh banyaknya transaksi jual dan Beli, jika transaksi Beli lebih besar maka harga Criptocurrency akan naik begitu juga sebaliknya.
Nah Anda tertarik untuk berinvestasi dalam trading Criptocurrency (Bitcoin & Altcoin), tentunya anda jangan kuatir untuk trading Criptocurrency, karena di indonesia sudah ada Market Exchange yang terpercaya dan sudah berbadan hukum resmi, proses trading pun sangat mudah dan proses jual beli dapat dilakukan hanya dalam 1 kali KLIK…

____

Mau belajar trading Bitcoin? Gabung dulu ke sini atau kalau mau belajar langsung, kirim email ke aditya.r.sani@gmail.com ya.

Perlu diingat bahwa, Perdagangan Digital Asset merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga Digital Asset sangat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. Harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Digital Asset. Kami tidak memaksa pembaca untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pembaca.

Corporate Communication Tools

Corporate communication people should have the ability to build build clear messages (overarching & sub/key messages), select particular informations and facts along with supporting statements inline with the narratives. Those informations, facts and supporting statements were then used in corporate communication tools. Common tools might be used includes:

  • Press Release is a written selected informations and facts accompanied with supporting statements that has been previously designed to be distributed to the media.
  • Press Conference is an event where a corporation convey selected informations and facts with a supporting statements that has been previously designed to be distributed in front the journalists and/or reporters.
  • Media Visit is an activity of conveying selected informations and facts with a supporting statements that has been previously designed to be distributed in front of a particular media editors and journalists .
  • Media Gathering is an event where a corporation convey selected background informations and facts with a supporting statements that has been previously designed to be distributed in front the journalists and/or reporters.
  • Editor’s Gathering is an event where a corporation convey selected background informations and facts with a supporting statements that has been previously designed to be distributed in front of the media editors.
  • Opinion Editorial is a written collection of informations, containing opinion, ideas or discourses and data that have been previously designed to be pitched to a particular media.
  • Public Expose is an event where a corporation convey information and facts in the form of corporate performance accompanied by with a supporting statements that has been previously designed to be distributed in front the journalists and/or reporters.

Notes:

Effective corporate communication campaigning is built around clear messages (overarching & sub/key messages), which state the problem, the solution proposed, and the action the audience can take to reach the campaign goal. An effective message captures the attention of the target audience, is easy to understand and remember, and does not require any further explanation. A different message is crafted for each target audience. There may also be an overarching message that also has accompanying ‘sub-messages’ that are intended for different segments of the target audience. Still others, may use only one message repeated over and over throughout the campaign.

Mencari Uang Saku dengan Kamera HP

Saat ini, hampir semua orang memiliki handphone berkamera. Hampir semua orang juga suka selfie atau wefie. Ada juga orang yang suka mengambil foto atau video objek atau pemandangan yang dilihatnya. Sebagian besar kemudian mengunggah foto atau video, apapun isinya ke laman media sosial masing-masing. Berlomba-lomba menarik perhatian dari foto atau video lewat media sosial masing-masing; Apalagi mereka yang suka travelling atau jalan-jalan sambil makan. Sungguh persaingan yang sangat haqiqi.

Tetapi, ada juga orang yang (walaupun mungkin masih sedikit), mengambil foto dan video objek atau pemandangan yang dilihatnya untuk kemudian dijajakan di marketplace seperti shutterstock, dissolve, pond5, atau martketplace baru dengan rasa lokal seperti stockshot.id.

Pasti kamu bertanya: memang ada yang beli? Ya ada, kalau foto atau video yang kamu jajakan cocok dengan kebutuhan buyer yang mampir ke marketplace. Tugas kamu kan sebetulnya tinggal pasang mata; melihat ke sekeliling; mencari objek yang bisa direkam; setelah menemukan yang bagus langsung direkam atau dipotret.

Jangan lupa unggah ke marketplace yang sudah disebutkan di atas ya.. Utamakan marketplace stock footage rasa Indonesia. Siapa tahu hasil jepretan kamu jodoh sama buyer. Inget ya, foto dan videonya harus dipotret dengan fokus dan bagus, jangan terlalu shaky ya.

Selamat mencoba!    

 

 

Kekuatan Politik itu Hasil Bekerja

Menyenangkan Publik

Salah satu keuntungan dari petahana yang baik adalah hasil kerja politik yang bisa dirasakan banyak pihak — utamanya konstituen di daerah pemilihan. Bentuk kerja politik seperti apa yang dimaksud? Kerja politik anggaran (misalnya: bagaimana pemanfaatan anggaran dapat seminimal mungkin untuk manfaat publik yang seluas-luasnya atau bagaimana pemanfaatan anggaran untuk hal-hal yang tidak perlu dapat dialokasikan untuk manfaat publik lain yang seluas-luasnya). Jadi, fokus berpolitik adalah konstituen di daerah pemilihan. Misalnya A menjabat sebagai kepala daerah di wilayah Pabaliut, maka tugas A adalah memimpin dan sekaligus berpolitik dengan counterpart-nya di DPRD kota Pabaliut agar anggaran Pemerintah Kota Pabaliut dapat bermanfaat seluas-luasnya bagi publiknya.

Ketika seorang terpilih menjadi kepala daerah, maka seluruh penduduk di daerah tersebut adalah konstituen sekaligus publiknya, baik individu, institusi maupun korporasi. Artinya, kepala daerah harus berfikir bagaimana caranya agar seluruh publiknya itu dapat menjadi warga yang produktif yang memahami hak dan kewajibannya sebagai warga yang bernaung dalam sebuah daerah. Artinya, ketika membuat sebuah keputusan atau kebijakan, seorang kepala daerah harus berfikir keras bagaimana ‘menyenangkan’ semua pihak dan bagaimana keputusan yang diambil itu tidak merugikan salah satu pihak dalam ‘publik’. Itu sebuah pekerjaan yang berat, tidak semudah berjanji ketika masa kampanye — apalagi menulis artikel blog.

Implementasi Kebijakan

Kalau membuat sebuah keputusan atau kebijakan adalah proses yang panjang dan melelahkan, maka implementasi kebijakan adalah proses yang (kadang) menyakitkan. Kenapa begitu? Karena, implementasi dilakukan bukan langsung oleh kepala daerah, tetapi anak buahnya yang ada di jajaran pegawai negeri sipil yang terdiri dari lintas kedinasan yang individu-individunya memiliki banyak kepentingan.

Belum lagi soal celah-celah dalam kebijakan yang seringkali memungkinkan implementator ‘bermain’ dan kemudian mencari pungli dari publik di lapangan. Hal seperti ini begitu lazim di Indonesia yang multi-dimensional. Karenanya seorang kepala daerah di mana setiap pegawai negeri sipil itu bertanggung jawab wajib menjaga disiplin anak buahnya, termasuk memastikan anak buahnya sejahtera dan fokus menjalani tugas sebagai bagian dari pemerintah daerah sekaligus pelayan publik.

Ringannya Komentar 

Salah satu karya The Popoh, judulnya '1995'. © The Popoh.
Ilustrasi mural karya The Popoh, judulnya ‘1995’. © The Popoh.

Kalau kita membaca, mendengar dan menyaksikan media hari ini, kita banyak disuguhkan komentar-komentar para pakar yang seringkali ‘self-proclaimed’ di bidang tertentu. Belum cukup dengan komentar pakar, media juga menghadirkan komentar para politisi yang tentu saja berlawanan dan saling bertarung komentar. Kalau bahasa jurnalistik, yang lebih sering disajikan beberapa tahun belakangan ini adalah jurnalisme lisan atau ‘talking-journalism’. Menurut saya, ini jenis jurnalisme berfase cepat yang merugikan pembaca/pemirsa.

Mungkin ini adalah resep sederhana membangun isu agar membesar, walaupun isunya seringkali jauh dari genting dan penting. Mungkin juga ini resep sederhana untuk mendatangkan ‘traffic’ bagi media online. Tapi, apa yang pembaca dapat? Hampir nihil.

Tidak cukup dengan komentar para pakar dan politisi, penetrasi media sosial menciptakan banyak pakar yang keahliannya bergantung pada isu yang aktual dengan modal Googling. Begitu riuh ramai, para pakar seringkali saling menyerang satu sama lain. Twitwar. Sibuk dengan ego masing-masing. Belakangan begitu banyak social climber yang ingin mengesankan diri seolah seorang politisi yang ulung, padahal bisanya sekedar komentar tanpa substansi. Mereka lupa, seringkali objek yang dikomentari itu bahkan tidak ada dan tidak membaca media sosial.

Sementara itu, petahana bekerja keras menyusun kebijakan dan  mengawasi implementasinya di daerah Pabaliut. Dan para lawan politik sibuk mengeluarkan pernyataan atau usulan tentang daerah Pabalieut tanpa melakukan kajian yang mendalam.

Kalau kekuatan politik petahana yang baik adalah hasil kerja politik yang dirasakan publik, maka kekuatan lawan politik dari petahana adalah berkomentar. 

__________

Catatan:

  • ‘Pabaliut’ dalam bahasa sunda menurut Kamus Sunda-Indonesia yang disusun Budi Rahayu Tamsyah, dkk (Pusaka Setia: 1996) memiliki pengertian: kacau balau, simpang siur, semrawut.