hidup seorang nenek di pasar beringharjo

another day that accidentally wake me up in early morning,

udah 3 hari ini bangun pagi-pagi sekitar jam 4an, motivasi kadang memang sulit dimengerti hingga tubuh pun ‘kadang’ ikut termotivasi. saya mengartikan ‘motivasi‘, sebagai sebuah tujuan akhir/goal yang diharapkan yang mampu mendorong pada.. *bleahhh!! intinya, saya berusaha bangun pagi, karena si dia bilang “kamu kaya’ kebo sih! bangun kok baru jam 2 siang! kebangetan!” “pantes rejekinya seret!”

setelah dipikir-pikir, bener juga kata-katanya, hmm.. tapi mari kita cari korelasi antara bangun pagi dengan nilai rejeki yang didapat.. untuk mencari korelasi ini, saya melakukan observasi selama 3 hari di pasar beringharjo, yang mana para pelaku usahanya sudah mulai mengais rejeki sejak sekitar pukul 2 atao 3 pagi buta. *fyi, saya biasanya bangun sekitar jam 2 ato 3 sore. hehe

laporan observasi :  well, setelah 3 hari melakukan observasi, saya akan berusaha menjabarkan informasi yang diperlukan untuk pembuktian  konsep  korelasi  variabel 1  (bangun pagi) dan  variabel  2 (nilai rejeki yg didapat).

Pagi itu di pasar sudah terlihat kesibukan yang cukup dahsyat di pasar, yang memprihatinkan adalah, di pasar terlihat banyak ibu-ibu(*nenek-nenek deng) yang berdagang atau sekedar menjadi kuli angkut. ya allah mbah, mbok wis neng omah ae mbah, wis tuo mbah.. sedih aku mbah, putumu lanang ki nangis mbah nek mbayangke si mbah keno musibah pas lage’ nguli po dagang, si mbahe rak yo pun sepuh mbah..

ini masalah serius, ibu-ibu alias nenek-nenek tua itu, klo dibandingkan dengan nenek saya saja, lebih tua mereka. *sebagai catatan : nenek saya usianya sekitar 70tahunan, itu pun beliau sudah sakit-sakitan, padahal hobinya jogging, dan sholatnya gak pernah putus. bagaimana bisa mereka masih bekerja pdhal usia sudah tidak mendukung lagi untuk jenis kerja yang mereka lakukan. kemana ya anak-anak mereka? atau jerat kemiskinan sudah sedemikian rupa sehingga sebenarnya anak-anak mereka pun bekerja, tetapi tidak banyak menghasilkan?

well, mereka bangun pagi, kerja sejak dini hari, tapi berapa yang mereka dapat, 5000? 10.000? 20.000? apa cukup untuk makan sehari-hari dan keluarga? *klo liat kenyataan di lapangan yg kaya’ gini, dan membayangkan para pelaku korupsi di pelosok negeri masih bisa-bisanya korupsi, pengen tak bunuh rasanya koruptor itu. hukum pancung cukup rasanya buat mereka yang korup!!apa ya mereka yg korup itu udah gak punya hati nurani?!

tau apa yg lebih sedih? pagi itu, saya kebetulan juga mencari sarapan (jajan pasar) untuk mengisi perut sekadarnya, kemudian saya memperhatikan seorang nenek yang terlihat sempoyongan mengangkut barang dipunggungnya. kemudian beliau menyambangi pedagang jajan pasar dengan maksud membeli jajanan yg ada. beliau hanya punya uang 2000 rupiah,  beliau mengharapkan dapat 4 buah martabak manis untuk makan hari itu. si pedagang hanya memberikan 3 buah saja, karena memang harganya 700 perbuah, digenapkan 2000 dapat 3. hmm, saya terenyuh melihatnya. 😥

saya panik kemudian, si nenek menyerah dengan hanya mendapatkan 3 buah saja. beliau berlalu kemudian mengangkat bebannya lagi.  kemudian saya membeli martabak manis juga beberapa buah, serta arem-arem daging.

saya mencari si nenek kesekeliling pasar, berharap saya bisa memberikan apa yang barusan saya beli, sekedar untuk membantu beliau, agar tidak lapar hari itu. saya menemukannya di ujung lorong pasar, dia tetap tergopoh gopoh mengangkut bebannya. saya berusaha menghentikannya, dan memberikan makanan yg saya beli. beliau menolaknya, saya berusaha menawarkannya lagi. dan ternyata permasalahnnya adalah, beliau tidak mengerti bahasa indonesia. *weleh

setelah minta bantuan pada ibu-ibu yang bisa berbahasa jawa halus, akhirnya beliau menerima apa yang saya tawarkan. alhamdulillah…. *ya allah, berilah hambamu hidayah dan inayah, perluaslah rejekinya ya allah, panjangkanlah umurnya ya allah.. 

…. :'((

saya pulang dengan mata berkaca-kaca, kangen orang tua di jakarta, kangen nenek, aghh..  observasi batal, tidak ada korelasi antara bangun pagi dengan nilai rejeki yang didapat. bangun pagi kemudian bekerja tidak berarti nilai rejekinya berlebih.

ps : saya berharap banyak orang yang terketuk hati nuraninya, untuk peduli pada lingkungan sekitarnya, jangan sampai kasus ibu dan anak yang tewas karena kelaparan terulang lagi di lingkungan kita. naudzubillah… 

Advertisements

harus

sebulan ini pusing, mumet, njlimet, mentok, melambat seperti kuskus. agh

ini udah hari senin lagi, masak mau mlambat, mentok, njelimet, mumet, pusing terus,….

gak bisa, gak boleh dibiarkan, harus bangun. harus bangkit!!!!

Tahun ini saya . .

Menjelang hari-hari terakhir bulan desember ini, saya banyak melamun. memikirkan progress apa yang sudah saya lakukan di tahun 2007 ini. hmm. Enam bulan belakangan 70% waktu saya dihabiskan dikampus atau diluar rumah, 30% di rumah. Juli dan Agustus yang lalu saya tinggal di sebuah Desa, di wilayah kabupaten Bantul, DIY. Saya mengikuti sebuah program kampus yang dikeanl sebagai KKN (Kuliah Kerja Nyata). Bagi sebagian orang KKN merupakan hal yang mungkin membosankan, tapi bagi saya KKN merupakan salah satu hal yang paling menyenangkan yang pernah saya alami. Ada rasa kebersamaan disana, ada rasa kekluargaan disana, ada persahabatan yang erat disana. Pedesaan, kata yang kemudian bagi saya berasosiasi dengan dua kata kebersamaan dan kekeluargaan. hmm, mungkin saya akan berkunjung kesana lagi nanti.

KKN selesai, hari-hari saya dipadati dengan mengulang kuliah yang nilainya bolong-bolong. Saya memang tidak mengejar IPK 3,5, tetapi paling tidak jangan sampai ada nilai C di riwayat nilai kuliah saya. Yes, I’m just an average class student. I surely admit it! Menyesal juga rasanya kenapa saya harus mengulang, padahal kalau nilai semester 5 tidak terjun bebas mungkin saat ini saya sudah menyiapkan banyak CV untuk melamar pekerjaan. HUH! Well, tapi setelah itu semester berikutnya saya berhasil merangkak kembali ke jajaran IP diatas standar (Alhamdulillah!).

Pengalaman adalah sesuatu yang harus digali sendiri. Bakat adalah sesuatu yang datang walau sedikit. Bakat dan pengalaman bisa menjadi bekal hidup bila kita menyikapinya dengan baik. Kata Ibu saya, hehe, saya bakat menyanyi. menyikapi hal tersebut selama saya kuliah di Jogja, saya berusaha menggali pengalaman dengan nampil di panggung kampus pada beberapa acara rutin kampus. So far, Not Good Enough.. hahaha..

Akhir tahun melahirkan refleksi diri dan banyak keinginan yang biasanya digunakan untuk merangkumnya dalam sebuah resolusi awal tahun berikutnya. Bagi saya, resolusi adalah hal yang sia-sia. Karena sulit sekali untuk menepatinya, anggaplah resolusi merupakan janji sehidup-semati pada diri sendiri. Dan akhirnya hanya akan berakhir dengan kejadian yang berulang setiap tahun yang saya lewati. ‘Anget-anget tai ayam’ klo kata orang tua saya. Hahaha. Solusinya saya hanya menuliskan beberapa list kecil dalam sebuah booknote yang isinya yaa, beberapa hal yang harus terjadi tahun depan. Misalnya, Lulus kuliah awal tahun ini (Amien!!). Itu saja, simple kan. hehe.

Besok saya kembali ke jogja, menghadapi hidup sebenar-benarnya kembali. Dua minggu ini sangat menyenangkan di Jakarta, dekat orang tua, menenangkan pikiran. Great refreshing for Me!!

Goodnite!

papercrafting : hobby baru saya

jadi awalnya, hari jum’at yang lalu saya ngublek-ngublek toko majalah, nyari majalah desain grafis “concept”, majalah itu udah kebeli akhirnya. saya nunggu majalah itu dari 1 stgh bulan yang lalu. karena saya suka dengan isi majalahnya. hmm, waktu saya baca di halaman-halaman awal, ada pengumuman mengenai kompetisi desain boneka resin yang diadain atas kerjasama majalah “concept” dengan sebuah kampus swasta berbasis grafis dan multimedia di jakarta. melihat isi pengumuman tsb, saya tertarik untuk lebih tahu tentang boneka resin tadi.

pulang ke rumah, saya lgsg googling nyari informasi soal boneka resin itu. dan bener aja ternyata membuat boneka resin atau yang diluar negeri dikenal sebagai ‘papercrafting’ ternyata udah ‘in’ sejak tahun 2004-an. jadi boneka resin itu yang jadi bahan kulikan banyak desainer maenan saat ini. sebenernya menurut saya desainnya hampir ‘common’ si satu sama lain. tapi yang membedakan adalah layout dari template tampilan–halah ribet– si boneka tadi. media yang digunakan untuk membuatnya juga gak sulit dicari, cukup punya gunting, lem atau doble-tape, kertas dengan ukuran 80mm ke atas , dan tentu saja printer untuk mencetak template yang disediakan untuk pemula yang ingin belajar. templatenya bisa didapat disini >> www.papertoys.com atau www.readymech.com

buat yang suka dengan mainan atau hobby yg ada kaitannya sama 3D, saya rasa hooby ini cukup nikmat buat dicoba dan dipelajari. jujur aja ni, selama liburan seminggu terakhir, saya ngabisin waktu di depan leptop berusah buat ngerakit template dan berusaha ngedesain ulang template yang udah dikasi di banyak website.

sedikit tips klo mau cari informasi soal ini di google atau search engine, pake keywordsnya ‘papercraft’ atau ‘papertoy’ atau ‘paper artist’. well, selamat mencoba..:)

Pemanasan Global dan Kita

Isu pemanasan global beberapa bulan terakhir sedang hangat dibicarakan berbagaii kalangan, baik lokal maupun internasional. Di negara kita sendiri, di Bali tepatnya sejak medio november yang lalu telah dimulai persiapan konferensi internasional yang dibawahi anak organisasi PBB yaitu, UNFCCC (Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perubahan Iklim). Tulisan saya ini tidak akan membahas konferensi itu, tetapi lebih kepada masalah perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini, dan apa kiranya yang dapat kita lakukan sebagai masyarakat awam yang berhadapan langsung dengan perubahan iklim tadi.

Pemanasan global seperti yang mungkin banyak kalangan tahu adalah sebuah proses dimana bumi semakin panas atau semakin dingin karena menipisnya lapisan ozon yang menjadi selimut bumi. Selimut bumi yang menipis tadi disebabkan oleh berkurangnya hutan (deforestasi) di bumi kita yang seharusnya berfungsi sebagai salah satu penyerap radiasi sinar matahari. Akibatnya, radiasi sinar matahari tadi bukannya diserap oleh hutan, malahan diserap secara langsung oleh bumi kita baik didarat maupun di laut. Penyerapan radiasi didarat menghasilkan bumi panas di berbagai dalam cakupan yang luas sehingga menyebabkan kekeringan, dan di laut menyebabkan penguapan dalam jumlah besar, sehingga menyebabkan hujan dalam debit air yang besar. Panas yang diserap bumi tadi menyebabkan ketidakseimbangan dalam lingkungan hidup, dan mendorong lebih lanjut kepada perubahan iklim yang tidak pasti atau bersifat anomali karena penyimpangannya.

Berkurangnya hutan tidak hanya berdampak itu saja, gas CO2 yang seharusnya diserap pepohonan, untuk kemudian dirubah menjadi O2 dan digunakan oleh sebagian makhluk hidup di daratan bumi untuk bernafas, menyerap radiasi sinar matahari dan terbawa kembali ke atmosfer untuk sebagian memantul ke angkasa, dan sebagian lagi memantul kembali ke bumi. Berita buruknya hádala CO2 tidak melepas radiasi sinar matahari tadi, sehingga menumpuk menjadi semacam selimut di bawah atmosfer bumi yang akan semakin menebal bila pemanasan globall terus berlangsung. Atmosfer kemudian tidak lagi dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai penahan radiasi bagi bumi, sehingga Bumi kita semakin panas oleh radiasi tersebut.

Bumi kita yang panas disertai udara berisi karbon yang menahan radiasi sinar matahari menyebabkan kutub-kutub bumi kita di utara dan selatan mencair, wilayah Greenland di sebelah timur Kanada, secara signifikan mencair, pegunungan-pegunungan tinggi seperti Himalaya, yang dipuncaknya terdapat lapisan es pun begitu. Hal ini akan berakibat pada naiknya permukaan laut secara signifikan dan merusak ekosistem yang ada di laut, serta menghabisi wilayah kepulauan yang tidak begitu luas seperti wilayah kepulauan di Samudera Pasifik. Menakutkan!

Radiasi sinar matahari sebenarnya tidak menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Sejak dimulainya revolusi Industri di Barat, manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan teknologi yang dikembangkan di pelbagai bidang. Teknologi, yang menjadi basis pengembangan sarana transportasi, pabrik-pabrik industri yang selama ini tumbuh dan terus berkembang pesat di negara-negara di seluruh dunia, selama ini masih bergantung pada bahan bakar fosil yang zat buangnya berupa karbon (CO2) langsung dilepaskan ke udara lepas, ini kemudian menjadi pemicu menipisnya lapisan atmosfer bumi kita. Dan karbon tadi karena tidak dapat terserap dan berproses menjadi O2, sekali lagi menguap ke udara dengan menyerap radiasi matahari dan menupuk di bawah atmosfer kita.

Pemanasan di bumi berdampak luas pada seluruh makhluk hidup yang tinggal bersama kita, manusia. Kelak bila pemanasan terus berlanjut, maka akan terjadi banyak hal yang menakutkan bagi kelangsungan hidup kita sebagai manusia. Coba bayangkan kekeringan yang berkepanjangan, krisis sumber air dunia, krisis pangan dunia karena gagal panen di banyak wilayah pertanian, naiknya permukaan laut sehingga banyak pulau berpenghuni yang mungkin tenggelam, dan masih banyak lagi hal yang mungkin terjadi karena pemanasan global yang berkelanjutan.

Apa yang dapat kita lakukan? Sebagai manusia, sebagai masyarakat awam, sebagai sesama makhluk yang hidup di bumi? Sebetulnya ada beberapa hal yang menurut saya mudah untuk dilakukan, salah satunya adalah dengan memulai gaya hidup sederhana. Mari kita bayangkan bila gaya hidup sederhana dilakukan dalam keseharian kita, berapa banyak energii yang mampu kita hemat, dan berapa banyak zat karbon yang tidak terbuang ke udara dan tidak merusak fungsi atmosfer bumi. Lantas apakah gaya hidup sederhana yang dimaksudkan,

1. menggunakan air seperlunya, sebatas untuk menjaga kesehatan tubuh

2. menggunakan listrik di rumah maupun di tempat kerja seperlunya, bila memang tidak digunakan, untuk apa dibiarkan menyala?

3. tidak berlebihan dalam menggunakan pendingin atau pemanas ruangan.

4. menghemat bahan bakar minyak yang digunakan dalam kendaraan yang kita pakai, klo gak perlu-perlu sekali, buat apa pake kendaraan pribadi? Toh kita bisa jalan kaki, atau kalau jauh, gunakan moda transportasi umum

5. berjalan kaki, menggunakan sepeda untuk perjalanan jarak dekat, dan menggunakan kendaraan umum.

6. memisahkan sampah organik dan non-organik sehingga dinas kebersihan dan instansi terkait dapat melakukan re-cycle dengan sampah yang ada.

7. membuang sampah pada tempatnya tentunya.

8. menggunakan kembali perkakas perkakas yang sekiranya masih layak pakai agar tidak teronggok dan menjadi sampah.

9. sesedikit mungkin menggunakan kertas, tissue, dan plastik.

10. mulailah memelihara tanaman di rumah, agar udara lebih bersih

11. mulailah untuk peduli dengan lingkungan kita sendiri, karena dengan lingkungan yang nyaman, toh kita sendiri yang merasakan manfaatnya.

12. ingatkan kerabat, sahabat dan orang-orang terdekat untuk memulai gaya hidup sederhana ini.

13. berpartisipasilah dengan masyarakat dunia untuk memerangi pemanasan global.

Pertanyaan besar yang harus kita tanyakan pada hati nurani kita adalah, apakah kita mau keadaan yang sedikit banyak saya gambarkan diatas terjadi??

Saya TIDAK, Bagaimana dengan ANDA?? Karena tidak akan pernah cukup bila para pemimpin kita sudah mulai bertindak, tetapi kita TIDAK BERGEMING dan mulai PEDULI pada masalah ini.

How to make a delicious Fried Rice

Bahan-bahan :

3 siung bawang putih (geprek/jebret pake cobek atau sotil); 2 butir telur; nasi putih untuk 2 porsi(buat saya, nasi yang enak dibuat nasgor adalah nasi yang tidak pulen); sekian buah potong tambahan (saya biasa pake sosis dipotong dadu, anda bisa pakai daging ayam, kambing, atau tambahan apapun yang anda suka); Garam dan merica secukupnya; penyedap rasa bila merasa perlu (saya tidak menyarankan yaa); Saos sambal atau kecap bila suka/ cabe rawit dirajang juga asik.

Mulai Memasak :

Siapkan wajan penggorengan, tuangkan minyak secukupnya, masukkin bawang putih yang udh digeprek, tunggu bawang menguning di wajan pada api sedang, masukkan telor sambil dikocok di wajan, tunggu telor 1/2 matang, masukkan sosis atau tambahan lainnya..

Setelah itu masukkan nasi yang sudah disiapkan ke dalam wajan, aduk hingga rata..

Tambahkan garam dan merica secukupnya.. lalu tambahkan juga saos atau kecap sebagi penambah rasa..

terus aduk hingga tercampur.. dan nasi kering karena digoreng..

Nasi goreng siap dihidangkan..

ahay, selamat mencoba!!