[Pilkada DKI] Bakal Cagub dan Cawagub per 20 Maret 2012

Ada dua cara untuk bersaing menjadi gubernur: melalui Partai Politik dan lewat Jalur Independen. Berdasarkan perolehan suara pemilihan anggota badan legislatif 2009, hanya Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera yang bisa mengajukan calon sendiri. Partai lainnya harus berkoalisi kalau mau mengajukan calonnya..

Berikut syarat Pencalonan Cagub dan Cawagub:

1. Dari jalur kepartaian:

Partai politik atau gabungan partai politik dapat mengajukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur apabila memperoleh kursi paling rendah 15 persen, yakni 15 kursi dari 94 kursi yang ada di DPRD Provinsi DKI Jakarta hasil Pemilu 2009.

2. Dari jalur independen:

Untuk dapat mendaftarkan diri, bakal pasangan calon perseorangan harus didukung 407.340 jiwa atau empat persen dari jumlah penduduk Provinsi DKI Jakarta. Dukungan harus tersebar minimal di empat kabupaten/ kota di Provinsi DKI Jakarta.

Berikut perolehan suara badan legislatif 2009:

  • Demokrat, persentase: 33.58%; jumlah kursi: 32
  • PKS, persentase: 17.32%; jumlah kursi: 18
  • PDIP, persentase: 10.74%; jumlah kursi: 11
  • Golkar, persentase: 6.47%; jumlah kursi: 7
  • Gerindra, persentase: 5.16%; jumlah kursi: 6
  • PPP, persentase: 5.15%; jumlah kursi: 7
  • PAN, persentase: 4.17%; jumlah kursi: 4
  • PDS, persentase: 3.54%; jumlah kursi: 4
  • Hanura, persentase: 2.60%; jumlah kursi: 4
  • PKB, persentase: 2.04%; jumlah kursi: 1

sumber: Majalah Tempo edisi 25 Maret 2012, hal 40.

—————–

Nah… sekarang mari kita lihat perkiraan peta dukungan masing-masing bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang sudah mendaftarkan diri ke KPUD Provinsi DKI Jakarta berdasarkan asumsi penjumlahan perolehan suara 2009, tanpa ditambah atau dikurangi faktor apapun:

  1. Alex Noerdin – Nono Sampono | Golkar – PPP, total persentase: 11.62% atau 15 kursi
  2. Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli | Demokrat, persentase: 33.58%; jumlah kursi: 32
  3. Joko Widodo – Basuk Tjahaja Purnama | PDIP – Gerindra, persentase: 15.89%; jumlah kursi: 17 kursi
  4. Faisal Basri – Biem Benyamin | sesuai persyaratan, minimal didukung oleh 4 % dari jumlah penduduk Provinsi DKI Jakarta
  5. Hendardji Soepandji – Riza Patria | sesuai persyaratan, minimal didukung oleh 4 % dari jumlah penduduk Provinsi DKI Jakarta
  6. Hidayat Nur Wahid – Didik J. Rachbini | PKS – PAN, persentase: 21.49%; jumlah kursi: 22.

Buat saya setelah data-data diatas ada tiga problem:

1. Calon-calon diatas baru mendaftarkan diri saja ke KPUD untuk verifikasi data, dan soal administrasi lainnya. Jadi ya, belum tentu semuanya maju.

2. Setelah calon-calon tersebut lolos verifikasi KPUD dan resmi menjadi calon gubernur dan wakil gubernur, bagaimana program mereka? apakah sekedar retorika kampanye seperti yang terjadi pada pemilu sebelumnya? atau adakah calon yang berani memaparkan program mereka dengan jelas? mungkin disertai timeline terkait waktu kerja?

3. Bagaimana cara calon-calon tersebut berusaha memenangkan hati pemilihnya? Tentu saja bisa dikembalikan ke pertanyaan kedua.

Waktu kalian (yang berhak memilih dan mau memilih) masih ada 4 bulan. Ingat hari Rabu tanggal 11 Juli 2012.

Btw, saya tunggu komentarnya ya! 🙂