Jumat Kelabu

Speechless. Jakarta kembali dibuat resah oleh ledakan 2 buah bom yang terjadi hanya berselang hitungan menit. Ada rasa marah dan sedih yang menyesap hati dan pikiran. Keduanya bercampur aduk. Lalu berulang-ulang pertanyaan berputar di kepala ini. Kenapa? Kenapa? Kenapa lagi?!

1044176p
JW Marriot beberapa saat setelah ledakan. sumber: Kompas.com

Apapun alasannya yang muncul kelak, pasti akan sangat sulit untuk diterima akal. Saya pribadi tidak ingin motif agama yang kemudian diangkat menjadi yang bersalah. Apakah memang masih ada penganut fundamentalisme agama yang sebegitu teganya? Apakah mereka tidak pernah berhitung jumlah korban yang kebanyakan justru umat sendiri?   Apa mungkin kelompok Cilacap dan Malang yang melakukannya? Apakah mereka benar-benar ada?

Pun saya tidak ingin motif politik yang menjadi alasan. Apa iya ada orang yang sebegitu naifnya melakukan peledakan hanya untuk meneror secara politis? Apa iya ada yang sebegitu tergesa-gesanya sehingga tidak mau menunggu pasangan incumbent lima tahun lagi? Kalau memang motifnya politik, kenapa hotel yang ber-asosiasi dengan ‘barat’ itu yang menjadi target? Kenapa tidak institusi yang ber-politik juga?

Terus terang saya agak kecewa mendengar siaran pers yang disampaikan Presiden SBY. Apa yang beliau sampaikan, untuk saya pribadi terlalu prematur, berani, personal/politis dan berlebihan. Sebagai seorang pemimpin, seharusnya beliau bisa memberikan siaran pers yang tujuannya menenangkan publik, bukan membagi sesuatu yang sebenernya hanya konsumsi aparat untuk penyelidikan. Walaupun tentu saja sulit untuk berkepala dingin dan berusaha menenangkan publik dengan sebuah siaran pers. Tapi masyarakat butuh optimisme dari pemimpinnya agar bisa diteladani, bukan menelan mentah-mentah emosi pemimpinnya. Ayolah Pak Presiden, Anda pasti bisa, Pak! Kami percaya pada Anda!

Teman-teman, setelah ledakan tadi pagi kemudian bermunculan isyu-isyu yang buat saya sangat tidak lucu, misalnya masih ada 8 bom lagi yang akan di tebar oleh pelaku teror. Malahan ada yang dengan isengnya mengirim sms ke teman-temannya mengenai isyu lainnya. Yang lebih menyebalkan adalah mereka yang sekedar meributkan pembatalan kedatangan tim MU ke Jakarta, apakah mereka tidak berfikir soal korban ledakan?

Hmm.. mungkin untuk sekarang-sekarang ini, ada baiknya kita berdiam di rumah, berikan waktu untuk para penyidik dari BIN, Kepolisian dan TNI mencari tahu siapa yang bersalah. Jangan berikan kesempatan untuk pelaku teror menyerang lagi. Jangan biarkan waktu ini habis untuk berpolemik dan apalagi berdebat secara politis soal siapa yang salah.

Hah.. sedih saya …