Akhirnya Pulang ke Bangka

Libur lebaran yang barusan aja lewat, gw habiskan di Pangkal Pinang dan kota lainnya di Pulau Bangka. Tadinya, gw dan keluarga mau reservasi kamar di Soll Marina (sebelumnya ada ‘Aston’-nya) yang terlihat begitu bagus di foto. Tapi setelah cek di Traveloka dan Trivago ternyata gw kalah cepat dari wisatawan lainnya. Akhirnya gw reservasi langsung di Novotel Bangka Hotel & Convention Center. Eh, setelah dapat kamar, ternyata keluarga lebih sreg untuk menginap di Hotel Centrvm (baca: Centrum), karena di hotel itu ada supir namanya Pak Rustam yang sudah biasa dipakai setiap pulang kampung >10 tahun terakhir (Ini orang OK banget, kalau mau nomor kontaknya japri ya).

  • Garuda Indonesia

IMG_20160710_172904

Kalau mau ke Bangka dengan budget yang terbatas, sekarang ada NAM Air, unit usahanya Sriwijaya Air yang punya lumayan banyak flight dari Soetta, Jakarta ke Depati Amir, Bangka. Tapi, tapi, tapi, gw selalu lebih tenang kalau pakai Garuda Indonesia. Harga tiketnya bisa tiga kali lipat, tapi lebih tenang. Hehehe.. Mengingat landasan pacu Bandara Depati Amir yang lumayan pendek. Btw, menurut sepupu dan keluarga yang rajin bolak-balik ke Bangka, NAM Air tetap recommended kok.  

  • Bandara Depati Amir

Ini Bandara agak menyedihkan. Sejak gw kecil sampai sekarang, Bandara ini boleh dibilang (hampir) gak ada kemajuan. Katanya sih sedang dibangun Bandara baru … tapi di lokasi yang sama. Hee.. Begitu sampai di ruang kedatangan terasa betul bagaimana sumpek dan tumplek-blek-nya Bandara ini. Lajur pengambilan bagasi hanya ada 3, dengan lintasan lurus kurang dari 15 meter. Seringkali dua flight numpuk di satu lajur. Kebayang dong penuh kaya gelas cendol.

  • Hotel Centrvm, Pangkal Pinang

Seperti juga Pak Rustam, Centrvm itu udah seperti rumah kedua di Bangka. Setiap kali gw ke Bangka, sendiri atau pun sekeluarga selalu nginap di hotel ini. Hotel ini memang cuma hotel bintang dua kalau kata Agoda, tapi seisi hotel rasanya sudah seperti keluarga. Pagi dapat breakfast & sore dapat coffeebreak. Gokil kan? Laundry pakaian pun cukup ½ hari (dengan catatan cuaca mendukung ya). Rate kamarnya? Bisa dicek dah; terjangkau. Di sekeliling Centrvm juga banyak penjual makanan lokal yang bisa mengobati palet lidah kalau sudah kebanyakan seafood.

  • Pantai Pasir Padi
IMG_20160708_170519_HDR
Pantai Pasir Padi, Pangkal Pinang, Pulau Bangka
IMG_20160708_170429
Ayah, Ibu dan Anak yang jarang banget ngeliat Pantai.

Pantai Pasir Padi ini jenis pantai yang berpasir putih dengan kontur yang landai. Di pinggir pantainya ada pedagang kelapa, bakso, ketoprak dan lain-lain yang menyediakan bangku kayu untuk duduk. Momen pulang kampung kemarin, kami manfaatkan sebagai ajang berkumpul beberapa trah keluarga Sani. Karena pantainya yang luas dan landai, jadi enak banget buat kumpul beramai-ramai. Bisa main layangan, bisa tarik tambang, bisa balap karung, bisa jungkir balik. Sayangnya, penduduk lokal sering mengendarai mobil dan motor di bibir pantai jadi agak mengerikan juga sih.  

IMG-20160709-WA0000
Reuni 3 Trah Keluarga Sani. Sayangnya, 3 Trah lainnya nggak bisa gabung.
  • Pantai Parai Tenggiri & Parai Beach Resort
IMG_20160709_083538_HDR
Ini wajah Pantai Parai di Parai Beach Resort. Lihat di laut ada titik hitam agak besar; itu Kapal sedang sedot pasir dan timah.

Sebetulnya Pantai Parai Tenggiri dan Parai Beach Resort itu dua hal yang berbeda; yang satu pantai milik publik, yang satu lagi dikelola swasta. Seperti juga Pasir Padi, Parai Tenggiri berada dalam kondisi … ya begitu deh. Sayangnya Parai Beach Resort yang dikelola swasta pun biasa aja, malah cenderung jorok (toiletnya jarang dibersihkan) dan kayanya banyak miskomunikasi di dalamnya (soal kapan restoran buka saja, waiter belepotan jawabnya). Yang mengenaskan, gak jauh dari pantai terlihat kapal sedang mengapung dan sepertinya sibuk menyedot pasir dan timah.

  • Padepokan Puri Tri Agung
IMG_20160709_131543_HDR
Puri Tri Agung yang berdiri gagah di Tepian Bukit Pantai Tikus Emas alias Pantai Nirwana, Sungailiat.
Pantai Tikus Emas alias Pantai Nirwana, Sungailiat, Pulau Bangka.
Pantai Tikus Emas alias Pantai Nirwana, Sungailiat, Pulau Bangka.

Puri Tri Agung sekarang jadi salah satu tempat wisata buat penduduk lokal maupun wisatawan, lokasinya di Pantai Tikus, Sungailiat. Sejak Januari 2015, Puri Tri Agung ini akhirnya selesai dan diresmikan, setelah lebih dari 10 tahun dicicil pembangunannya. Penduduk lokal di Pangkal pinang, sering menyebut Puri Tri Agung sebagai Kuil Shaolin dan selalu ramai dengan wisatawan setiap ada Perayaan Waisak dan Cap Go Meh.

Yang menarik di Puri Tri Agung itu ada banyak pedagang bersepeda yang penjualnya berseragam dan barang dagangannya pun homogen; ada Bakso, Roti Es Krim dan Jagung Rebus dalam cup.

  • Leko

Terpujilah pemilik Leko yang membuka restorannya di Bangka dan tetap operasional walaupun warung lain di seluruh Pangkal pinang memilih tutup. Leko ini true saviour. Tempatnya pewe, makanannya enak, sambal terasinya juara dan minuman dinginnya menyegarkan.

Untuk kota yang belakangan dipenuhi sama warga Lamongan (penjual Soto dan Pecel Lele), Leko ini menjadi penantang yang sangat kuat.

  • Tung Tau
Ini Warung Tung Tau yang ada di Bukit Intan, Pangkal pinang.
Ini Warung Tung Tau yang ada di Semabung Lama, Bukit Intan, Pangkal pinang. Fotonya agak blur, karena ngantuk.

Warung kopi Tung Tau ini menurut gw tempat wisata bersejarah karena sudah berdiri sejak tidak ada kursi (becanda, maksudnya sejak 1938), apalagi kalau mampirnya ke lokasi perintisnya yang ada di Jl. Muhidin no. 87, Sungailiat.

Selama di Bangka, gw dan beberapa sepupu dua kali nongkrong serius di Tung Tau yang ada di Semabung Lama, Bukit Intan, Pangkal pinang. Kopinya termasuk ringan kalau dibandingin sama KimTeng (di Pekanbaru) dan Phoenam (di Makassar) dan rotinya lumayan enak.

  • Asui Seafood Restaurant

Setiap kali pulang kampung ke Bangka, keluarga, terutama Ayah gw pasti ngajak untuk mampir ke Asui. Dulu makanan di sini terkenal karena menggunakan seafood yang fresh dengan bumbu racikan yang enak.

Sayangnya, di kunjungan terakhir kemarin, Asui sepertinya sedang understaff dan kelabakan karena penuh sekali. Banyak konsumen yang bolak-balik ke kasir dan ke dapur untuk komplain karena tak kunjung dilayani dan pesanan tak kunjung datang. Pengalaman makan di Asui kemarin pun jadi kurang mengenakkan.

Dari sisi rasa, gw lebih suka Restoran seafood Wiro Sableng 212 yang ada di Kelapa Gading.

Saran untuk calon konsumen yang belum pernah ke Asui, datanglah di jam-jam yang tidak sibuk … misalnya sekitar jam 3 sore atau di atas jam 8 malam.

  • LCK

Toko oleh-oleh yang satu ini legendaris, lokasinya di Jalan Sudirman, Pangkal pinang; levelnya sama kaya RM Nusa Indah yang juga jual oleh-oleh di Jakarta. Biasanya kalau beli oleh-oleh di LCK, keluarga lebih memilih untuk mengirim paket oleh-oleh itu dengan bantuan JNE yang buka meja di toko. Jadi di pesawat gak perlu kerepotan bawa kardus oleh-oleh yang gede-gede.

  • Rumah Rakyat Rumah Inspirasi
IMG-20160711-WA0006
Bangunan ini belum selesai dan tidak akan pernah selesai namanya Rumah Rakyat Rumah Inspirasi.

Bangunan ini adalah project tak kunjung usai yang digagas kakak sepupu gw. Udah lebih dari 6 tahun dia secara bertahap membangun Bangunan ini. Sampai sekarang belum selesai, tapi sudah mulai dikunjungi anak-anak muda lokal dari sekitar Pangkal pinang. Rencananya, bangunan ini akan jadi tempat berkumpul dan diskusi, mencari inspirasi, baca koleksi buku, dan tentu saja ngopi. Lokasinya bisa dilihat di sini.

Menikmati Yatai di Tanpopo Jakarta

Semalam istri ngasih liat posting instagram food reviewer soal Tanpopo Jakarta. Begitu liat cara Tanpopo membangun suasana “warung”nya, gw jadi tertarik untuk mampir dan nyobain.

CnK-YhhVMAADoz_
Karena pakai lampion, ambiencenya jadi kaya sedang nongkrong di Yatai.
Mereka punya 9 meja yang bisa diisi dengan 4-6 orang per meja.
Mereka punya 9 meja yang bisa diisi dengan 4-6 orang per meja.

Kira-kira 30 menit kemudian, gw udah sampai di lokasi Tanpopo Jakarta. Klik aja kalau mau tau lokasinya.

Di Tanpopo kita harus pesan menu yang diinginkan dari gerobak Yatai yang merangkap meja kasir.

Di meja itu ada berbagai macam cake mini, diantaranya: macchiato cake, green tea cake, chocolate cake, dan tiramisu cake. Cakenya enak-enak. Dari packaging cake mini yang ada, sepertinya didatangkan langsung dari Jepang. Denger-denger sih, Tanpopo ini punya Chef Hideyoshi yang pernah menang Bocuse d’Ór World Chef Championship di tahun 2007.

Saat memesan, gw diminta memilih menu dari lemari pendingin yang berisi daging sapi dan daging ayam yang masih fresh. Taunya darimana dagingnya fresh? Keliatan dari dapur tempat motong daging yang bisa diintip kalau mau ke toilet. Hehehe.. Jadi, Tanpopo gak nyimpan daging itu dalam keadaan sliced. Gw akhirnya mesen Tandoori Chicken, Teriyaki Chicken, Short Rib US dan Beef Tongue US.

Pakai panggangan mini yang sudah sejak lama pengen gw miliki. Duh..
Pakai panggangan mini yang sudah sejak lama pengen gw miliki. Duh..

Soal rasa, karena daging yang dijual fresh, hanya dibumbuin dengan garam pun pasti enak. Apalagi kalau dibakar di atas arang yang bagus. Nah di Tanpopo, daging itu dibumbuin sendiri dengan Soy Sauce yang disediakan di meja (dari rasanya sepertinya pakai merek Kikkoman). Tanpopo juga punya daging ayam yang dibumbui ala Tandoori yang dari rasanya kayanya pakai kapulaga. Si tandoori chicken ini enak banget kalau dicelup ke Soy Sauce lalu dibakar. Aseli.

Overall, makan di Tanpopo jadi pengalaman yang menyenangkan, walaupun panggangannya terasa terlalu mini. Hehehe. Tapi bagus juga sih buat ngatur kecepatan makan dan jadi bisa menikmati makanan sedikit demi sedikit.

Ini beberapa menu yang gw ingat berikut harganya:

Foods

  • Tandoori Chicken: RP 30.000/plate
  • Teriyaki Chicken: RP 30.000/plate
  • Short Rib US: RP 30.000/plate
  • Beef Tongue US: RP 30.000/plate
  • Wagyu “marble15+”: RP 300.000/plate
  • Rice: RP 5.000/bowl  

Beverages

  • Softdrink: Rp 10.000/glass  
  • Ocha: RP 10.000/glass (free refill)

___

Pesen buat yang belum coba, segerakan ke Tanpopo sebelum ramai dan pakai antre. Harganya reasonable buat gw, jangan dibandingin sama Hanamasa, Paregu dan Caza Suki ya. Sampai jumpa di review tempat makan berikutnya!

CoHousing menurut Kami

Kawan-kawan seperjuangan dalam #kelasmenengahngehe, pernahkah kawan-kawan bermimpi untuk keluar dari kamar kost berukuran 2.5×3 meter? Pernahkah kawan-kawan bermimpi untuk hidup di tengah kota Jakarta? Pernahkah kawan-kawan bermimpi untuk tidak berdesak-desakan dengan kawan lainnya di dalam @BLUTransJakarta? Atau @CommuterLine?

Pernahkah kawan-kawan bermimpi untuk memiliki rumah? Iya, rumah. Bukan sulap. Bukan sihir. Kita bicara soal rumah, Kawan,

Kami punya solusi atas mimpi-mimpi, kawan sekalian. Itu pun kalau kalian sebagai #kelasmenengahngehe bisa dan berani bermimpi. Kalau tidak, silakan bekerja sepenuh-penuhnya waktu. Lalu tinggallah berpadat-padat dengan barang-barang di dalam kamar kost.

Ini yang kami tawarkan, kawan-kawan sekalian!

Kapan lagi bisa punya rumah yang desainnya dikerjakan oleh arsitek muda dan handal dengan budget yang terbatas. Kita bisa memilih lahan bersama-sama dengan temen yang akan menjadi tetangga. Kita juga bisa menentukan budget kita membangun rumah di lahan tersebut, tanpa mengikuti harga developer.

Biasanya di usia 25-35 tahun: kita punya duit di tabungan dalam jumlah yang tanggung, lalu bingung soal penggunaannya. Saran kami, lebih baik bangun rumah. Investasi, kawan!

Syaratnya apa? (1) Kalau memang mau ikut #CoHousing ya wajib, mesti, dan kudu aktif. Karena dari awal kita sama-sama nyari lahan untuk kemudian kita bangunkan rumah dan kita tempati. Kalau males? Tenang, di JCC (Senayan) ada Pameran Properti tiap 3-4 bulan. :))

Coba kalian jawab dua pertanyaan dibawah ini:

  • Pilihan rumah:
    1. Rumah besar di daerah depok/bogor atau;
    2. Rumah sederhana di daerah jaksel? Kl setuju pilihan 2, yuk kita obrolin solusinya. #CoHousing
  • Pilihan hunian bertingkat:
    1. Apartment belasan tingkat di lokasi macet atau;
    2. rumah susun sederhana di tengah kota. Milih no 2? yuk obrolin jg solusinya #CoHousing

Kalau memang tertarik #CoHousing. Coba form ini diisi dulu yuk! http://tiny.cc/cohousing .

LiveBlog — Samsung Forum

Samsung Series 7 Ultra

Mencari notebook yang pas dapat kita lihat dari peruntukannya (functionality), kemampuan (capability), mobilitas (mobility), kinerja (performance) dan harga (price). Sudah lebih dari sebulan saya mencari notebook yang pas dengan indikator-indikator yang saya punya. Dari Acer, Asus, hingga Macbook Pro. Belum ada yang sesuai dengan hati ini. Hehehehe.. Nah, saat kebetulan mampir ke #SamsungForum & #SamsungExhibition, tiba-tiba lihat Samsung Series 7 Ultra. PAS bgt, boy!

Ini penilaian objective saya setelah bertanya-tanya kepada Product Knowledge Officer di lokasi.

Sebagai Ultra pertama di varian Seri 7, Samsung Series 7 Ultra mewujudkan mobilitas dan kinerja yang unggul dalam body yang ultra-slim, ringan dan terbuat dari aluminium penuh. Ultra ini dirancang khusus untuk multimedia dengan kemampuan visual yang tajam serta fitur suara yang kuat. Bayangkan video dan gambar pada layar Full HD (1920 × 1080) dengan tingkat kecerahan 350nit. Kemampuan ini juga didukung oleh JBL Stereo Speaker yang optimal dan dukungan grafis dari AMD Radeon™ HD8570M yang tentu saja ​​melengkapi pengalaman. Layar Ultra ini dibuat lebih terang dan lebih luas daripada seri notebook besutan Samsung sebelumnya. Bayangkan fitur sudut pandang layar 178 derajat, cocok banget untuk berbagi multimedia dengan teman dan keluarga, dan rekan-rekan kerja.

Apalagi ya keunggulan dari Samsung Series 7 Ultra ini? Sebagai pekerja yang cukup mobile, daya tahan baterai Ultra ini bisa sampai dengan DELAPAN jam! *gak santai*. Sementara untuk urusan processor, Samsung mempercayakan produk terbarunya yang akan masuk Indonesia pada bulan Maret 2013 ini dengan dua opsi, yaitu Intel ® Core™ i5 atau i7. Kapasitas memori Ultra ini bisa mendukung hingga 256GB SSD yang pas banget untuk saya yang biasa menyimpan file-file multimedia. Ultra ini pilihan saya yang terakhir setelah bolak-balik ke beberapa penjual gadget dan notebook untuk mencari yang sesuai dengan budget dengan kemampuan yang maksimal (tentu buat saya).

Diantara kelebihan-kelebihannya, saya paling senang dengan kemampuan Touchscreen­ 10 jari pada layar monitor Ultra ini. Dan dan dan… Ultra ini juga akan didukung dengan konektivitas 4G LTE. Untuk market Indonesia mungkin mubadzir sih, karena kita masih kepentok di jaringan 3G. :p

Spesifikasi:

Category

Details

Series 7 Ultra (730U3E)

Display

Size

13.3”

Resolution

Full HD 1920×1080

Touch Screen

10-finger multi-touch
(factory option)

Battery Life

Battery Life

8 hours**

Dimensions

Dimensions

324 x 224 x 17.5mm

324 x 224 x 18.9mm
(Touch model)

Weight

1.46kg

1.65kg (touch model)

 Color

Bare Metal

Performance

Operating System

Windows 8

Processor

Intel® Core i7/i5 ULV

Graphics Processor

AMD HD8570M
(w/ 1G gDDR3)*

System Memory*

Up to 16GB*

Hard Disk Drive*

256GB SSD (max)

Multimedia

Sound Effect

SoundAlive™

Speaker

JBL Stereo Speakers 2W x 2

Integrated Camera

HD 720p

Others

I/O Ports

1xUSB3.0, 2xUSB2.0, HDMI, mini VGA, HP/MIC

RJ 45, 3-in-1

Input Device

Backlit Keyboard, Clickpad

Lock

Slim Security Slot

#DisasterReady: Tips dan Informasi Penting Hadapi Banjir

Things to prepare:

Daftar items untuk Kebutuhan Dasar Darurat:

  • Air, (paling tidak 1 botol ukuran 1 liter/orang)
  • Makanan instan yang tahan lama (minimal untuk 3 hari)
  • Kotak P3K dan obat-obatan dengan resep (bila memiliki penyakit tertentu)
  • Senter, baterai ekstra, lilin dan korek api
  • Jas Hujan atau Mantol dan Payung
  • Peluit, (siapa tahu kita terjebak dan harus memberi sinyal minta pertolongan).
  • Masker udara, untuk membantu menyaring udara yang terkontaminasi
  • Tisu sanitasi, kantong plastik sampah dan tali tambang plastik.
  • Pisau lipat yang serbaguna
  • Peta lokal atau wilayah setempat

Do’s:

  • Rencana: Selalu buat rencana dan perhitungan untuk segala aktivitas selama darurat bencana. Update terus informasi mengenai situasi dan kondisi darurat bencana.
  • Dokumen-dokumen: Pastikan dokumen-dokumen penting anda tersimpan di lokasi yang aman. Siapkan plastic-wrapper untuk mengamankannya.
  • Keluarga: Tiap anggota keluarga sebaiknya memiliki catatan berisi nama lengkap dan nomor-nomor penting. Kalau ponsel mati, pasti catatan tersebut berguna.
  • Orang tua dengan Balita: Pastikan stok air bersih, makanan, susu dan popok cukup, paling tidak untuk 3 hari kondisi darurat.
  • Pemilik rumah: Listrik yang tersedia di rumah bisa jadi cadangan terakhir. Full-charge semua perangkat (Ponsel, Baterai Cadangan, Lampu cadangan) yang dibutuhkan saat kondisi darurat. Jika akan meninggalkan rumah, pastikan semua jendela dan pintu terkunci  serta pastikan semua panel listrik sudah dimatikan.
  • Mobilitas: Selama darurat bencana, ada kemungkinan akses-akses jalan tertutup. Transportasi Publik mungkin akan berhenti beroperasi. Sementara membawa kendaraan pribadi kadang terlalu beresiko. Sebaiknya rencanakan baik-baik keperluan bila bepergian, kalau tidak terlalu perlu lebih baik stay di rumah atau lokasi pengungsian.
  • Komunikasi: Sediakan Ponsel, baterai cadangan dan powerbank. Saat darurat bencana terjadi, kita tidak pernah tahu kapan listrik dipadamkan.
  • Tetangga rumah: Berkoordinasi dengan tetangga mengenai siaga/tanggap bencana sebaiknya dilakukan. Buat rencana mitigasi bencana, lokasi bertemu dan rute-rute evakuasi darurat bencana. Kita seringkali lupa bahwa seberapa banyak pun teman kita di dunia, yang paling dekat dan bisa membantu kita adalah tetangga rumah.

Don’ts:

  • Panik, ketenangan merupakan faktor utama dalam menghadapi darurat bencana.
  • Percaya pada HOAX atau menyebarkan HOAX.
  • Melintasi titik banjir dengan arus air yang kuat. Lebih baik putar balik, daripada nekat dan terbawa arus. Kita juga tidak tahu apakah ada listrik yang terhubung pada genangan air. Ingat, air adalah penghantar listrik.

Social Media

Untuk mengetahui informasi terbaru secara real-time, sila follow akun berikut :

  • @TMCPoldaMetro
  • @BPBDJakarta
  • @infoBMKG
  • @infojakarta
  • @BLUTransjakarta
  • @CommuterLine
  • @RadioElshinta
  • @JongDjakarta

Informasi dan nomor penting:

  • Call center SAR DKI Jakarta: 021-5501512, 021-55051111 & 021-5507976.
  • Radio Sonora: 021-6337783
  • TMC Polda Metro Jaya: 021-52960770.
  • Call center bantuan evakuasi di Jakarta:
    • Jakarta Pusat: 021-6344215
    • Jakarta Utara: 021-43931063
    • Jakarta Barat: 021-5682284
    • Jakarta Selatan: 021-7515054
    • Jakarta Timur: 021-85904904

————————————————————–

Anda bisa mengunduh, mencetak dan membagikan informasi kepada teman-teman melalui link ini:

Calling for #Help to #saveGOA, NOW!

Generation Of Action (GOA) is a Non Governmental Organization (NGO) formed in 2010 dedicated to combating environmental problems in the City and District of Pematangsiantar Simalungun in central Sumatra. These problems range from water, air and soil pollution to protecting our remaining forest areas from illegal logging and clearing for palm oil and other agricultural pursuits.

We as the younger generation that make up GOA have a responsibility to enhance and preserve the environment for future generations living not only in the City and District of Pematangsiantar Simalungun but to Indonesia as a whole. We believe future generations have a right for a cleaner, greener and more sustainable future.

Mission

  1. Grow and plant ten thousand native trees every year in various locations throughout the municipality of Simalungun (including lake Toba).
  2. Provide guidance and assistance to local govermant, district councils, village chiefs and the wider community about the importance of environmental conservation.
  3. Educate members of the community who have the potential to provide solutions to existing environmental problems.
  4. Work with local government to adopt a clean city program through the greater placement of rubbish bins, recycling centres and strategically placed landfill sites.
  5. Coordinate with other NGO’s to pressure the Local and district governments to protect all remaining forests, crack down on illegal logging and other forms of land clearing and to create new National Parks and Forest Protection Areas.

GOA has undertaken the following programs:

  1. Organised the Cleaning of residential areas, markets and other public places.
  2. Planted 23,000 native trees and supplied native seeds for reforestation programs
  3. Worked with governments to create new landfills and recycling centres in the distict.
  4. Through funding from Pertamina; designed, developed and erected 12 large signs along roadsides to educate the community about forest protection and appropriate disposal of rubbish.

In addition to the above program, GOA offers counseling and guidance to district governments, schools and other educational institutions, church leaders and companies in the city and county of Simalungun.

PROBLEMS:

Being a Non-Government Organisation has up to this point in time functioned without any incoming funds, operating day-to-day activities at the personal expense of its organizers. Funding was allocated for project specific purposes only. 

ITEM’S THAT REALLY NEED FUNDING SUPPORT:

Office + Nursery Rent for 3 years: $ 1,000/year
Trees (seeds, soil, pots, fertilizer) 10,000 package: $ 500.00
In Total (USD) $ 3,500.00

With the participation of the society in our programs, GOA assures that this program will be very beneficial directly to aspects of society, especially the municipalities and counties Simalungun.

And also for the donors, among others:

  • Contribute to improving the knowledge and human resources in the field of environmental conservation.
  • Contribute to the long-term preservation of the environment.
  • Provide a good image in the development of human resources and district municipalities Simalungun

If the institution for donors who willing to participate in sustainability programs we have explained above, The donors can confirm and call Generation Of Action Chairman: Marcus Lamhot (085358233393).

Thanks for your kind attention to this blog-post.

——————————————————————

Information on Generations of Action (GOA)
GENERATION OF ACTION (GOA) – Environmental NGO’s (Non-Governmental Organizations)
  • KOTA PEMATANGSIANTAR DAN KABUPATEN SIMALUNGUN | Alamat : Jl. Nias No. 2 kel. Toba – Kec. Siantar Selatan PEMATANGSIANTAR – INDONESIA
  • No. Reg. STTPKO P. SIANTAR 245 240
  • No. Reg. STTPKO Simalungun 220/71/Kesbangpol – Linmas/2011
  • No Telp : 085358233393 – 085358614822

Ini soal Masa Depan. Titik!

Masa depan dari 9.607.787 jiwa penduduk ber-KTP Jakarta (menurut BPS, 2010) dan tentu tidak lupa lebih-kurang 18 juta jiwa penduduk wilayah Bodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) akan di tentukan oleh 6.996.951 pemilih berdasarkan ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta untuk putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada hari ini (20 September 2012), dengan rincian:

  • wilayah Kepulauan Seribu tercatat 16.367 pemilih,
  • wilayah Jakarta Pusat tercatat 789.484 pemilih,
  • wilayah Jakarta Utara tercatat 1.168.988 pemilih,
  • wilayah Jakarta Barat tercatat 1.510.159 pemilih,
  • wilayah Jakarta Selatan tercatat 1.512.913, dan
  • wilayah Jakarta Timur tercatat 1.999.040 pemilih.

Bagi saya, hari ini sungguh bersejarah karena incumbent yang berasal dari Partai Politik pemenang pemilu dan rekan-rekan koalisi partainya ditantang oleh kandidat dari hasil koalisi dua Partai Politik yang sebetulnya tidak memiliki basis suara yang cukup besar dari sisi kader Partai. Hasil survey pada seminggu sebelum pemilihan putaran pertama menggambarkan sesuatu yang berbeda: incumbent pasti menang. Ternyata survey tinggal survey, tim sukses pongah hingga salah ambil langkah catur. Waktu seminggu sebelum pemilihan nampaknya cukup untuk merobek-robek hasil survey banyak lembaga. Persentase suara (yang walaupun tidak sampai 50%) untuk kandidat penantang di putaran pertama sebetulnya merupakan isyarat bahwa sebagian besar pemilih di DKI Jakarta menginginkan perubahan pada kepemimpinan. Sesuatu yang mengejutkan bagi banyak kalangan, termasuk kedua kandidat yang bertarung di pemilihan umum.

Meskipun melaksanakan putaran berikutnya artinya biaya tambahan yang membengkak untuk semua pihak (Negara dan kedua kandidat). Apa boleh buat pemilihan umum putaran kedua tetap harus dilaksanakan demi nilai-nilai demokrasi di Ibukota tercinta.

Tulisan ini tidak ingin bermain dengan tebak-tebakan hasil pemilihan putaran kedua, karena sejujurnya saya pun tidak bisa meramalkan dengan tepat. Satu hal yang pasti, kedua tim sukses kandidat sudah bekerja dengan segenap pikiran dan tenaga yang maksimal. Hingga bahkan berulang-ulang mengganti status BlackBerry Messenger (BBM) dengan pesan (bernada kampanye) yang sama dalam satu hari, padahal dari seluruh contact di BBM-nya paling-paling hanya 30% yang punya hak pilih. Mari kita tertawakan saja hal tersebut.

Kalau dan hanya kalau saya boleh berbicara selugas ini, sebetulnya kita (Indonesia secara umum) berada dalam masa krisis kepemimpinan, masa dimana pemimpin tidak lagi memiliki wibawa dan penegakan hukum lebih mirip “macan ompong dan bahkan tanpa kuku yang tajam”. Disaat yang bersamaan, rakyat membutuhkan suri tauladan dan inspirasi bagi keseharian mereka. Entah siapa yang salah.

Saya seorang muslim, dan saya (sangat) malu menjadi bagian dari negara mayoritas muslim dimana korupsi terjadi membabi buta. Bahkan Al-Qur’an pun dijadikan bancakan oleh koruptor di negeri ini. Karenanya, ketika memilih pemimpin, saya tidak akan pernah menggunakan indikator keimanan sebagai tolak ukur. Miris betul rasanya hati dan pikiran saya, ketika isu agama dimanfaatkan sebagai alat kampanye. Terlepas dari ikatan emosional masing-masing individu dengan agamanya, ini merupakan sebuah kemunduran bagi demokrasi dan akal sehat rakyat.

Simbol-simbol Suku Agama dan Ras (SARA) tidak selayaknya digunakan sebagai alat kampanye di kota yang sebetulnya melting-pot dari ke-Bhinneka-Tunggal-Ika-an Indonesia. Founding Fathers kita mungkin sedang menangisi cara berfikir rakyatnya yang dipecah belah isu SARA, dan lupa bagaimana leluhur meregang nyawa untuk menyatukan Indonesia. Hari ini, kita memilih pemimpin untuk mengarahkan bagaimana sebuah kota harus dikelola, bukan untuk menjadi Imam dalam sholat berjamaah atau berdzikir bersama. Agama itu soal Hablum-min-Allah; bersifat vertikal; bukan antar manusia. Sementara, menjadi warga kota yang baik itu soal Hablum-min-annas; bersifat horizontal; antar manusia. Karenanya, berfikir dan memilih dengan akal yang sehat dan hati yang tulus.

Banyak hal lain yang lebih mendasar dari persoalan kepemimpinan dan manajerial dalam mengelola Ibukota. Kita memerlukan pemimpin sekaligus manajer yang mampu untuk:  Mengelola dan memelihara sustainability kota sekaligus membangun dengan inovasi; Berfokus tidak hanya pada sistem dan struktur, tetapi juga pada sumber daya manusianya; Memiliki reputasi dan wibawa sehingga mampu mengontrol dan dipercaya oleh rakyat; Memiliki jangkauan berfikir dalam jangka pendek menengah dan panjang, dalam artian menguasai taktik dan strategi; Berani mengambil langkah catur ketika ketidakadilan terjadi; Dan tidak terikat pada bentuk kontrak politik apapun yang menghalangi arah kebijaksanaan.  Itu baru yang namanya Meritoktrasi dalam kepemimpinan.

Apapun hasil dari pemilihan putaran kedua ini, entah incumbent atau pun penantang, pemenang tidak akan bisa bekerja sendiri dari atas menara gading. Pemenang akan membutuhkan 9.607.787 jiwa penduduk ber-KTP Jakarta dan lebih-kurang 18 juta jiwa penduduk wilayah Bodetabek untuk berusaha sekuat tenaga dan menjadi warga kota yang baik, memiliki disiplin yang tinggi serta berpartisipasi aktif dalam proses pemerintahan. Tanpa hal tersebut, niscaya tidak akan ada perbaikan dan perubahan yang terjadi. Percaya pada saya!